alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Segera Sidak Makarel di Pasaran

KOTA – Hingga sekarang belum ada tindak lanjut terhadap temuan 27 merek produk makarel dalam negeri maupun luar negeri mengandung parasit cacing. Dinas kesehatan (dinkes) sekaligus dinas perdagangan (disdag) tidak memiliki wewenang melakukan penarikan produk-produk yang terindikasi mengandung cacing tersebut. Sebaliknya, penarikan menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, dalam waktu dekat, disdag bersama dinkes siap melakukan sidak makarel di pasar modern maupun tradisional.

Sebelumnya, BPOM memastikan 27 produk makarel dan sarden mengandung parasit cacing. Sekretaris Disdag dan Pasar Bojonegoro Agus Hariyana mengatakan, sejak Senin (2/4) lalu BPOM Jawa Timur memberikan surat edaran berupa jenis, merek, dan produk makarel harus ditarik dari pasaran. Surat edaran tersebut tembusannya juga kepada dinkes. Meski disdag menerima surat edaran tersebut, tetap saja tak punya wewenang menarik dari pasaran.

Baca Juga :  Tujuh Kali Dipenjara, Tak Kapok

Hanya mampu memberikan imbauan kepada penjual, supplier, distributor, serta masyarakat sebagai konsumen agar lebih hati-hati memilih produk makanan. “Kami tentu perlu membuat kesepakatan dulu dengan dinkes agar bisa sama persepsinya ketika di lapangan,” tuturnya. Terkait penarikan produk-produk makarel, disdag dan dinkes harus cermat melihat produk makarel di pasaran. Karena, kata dia, tidak semua produk makarel terindikasi mengandung cacing. “Produk makarel di pasaran tidak bisa dipukul rata terindikasi mengandung cacing.

Tetapi, pihak BPOM telah memberikan daftar bets produk makarel yang memang dicurigai berbahaya,” tuturnya. Dia memastikan, wewenangnya hanya mengimbau sekaligus memberikan pembinaan agar tidak ada yang dirugikan antara penjual dan konsumen. Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati mengimbau kepada masyarakat ketika membeli makanan dan minuman kaleng atau kemasan lebih berhati-hati dan teliti mengecek tanggal kedaluwarsa. Dia menyarankan memilih kemasan atau kaleng yang masih bagus. “Sedangkan, kalau produk minuman kemasan pilih yang bagus kemasannya, masih segar, dan tidak berubah warna,” tambahnya.

Baca Juga :  Realisasi PKH Terlambat

KOTA – Hingga sekarang belum ada tindak lanjut terhadap temuan 27 merek produk makarel dalam negeri maupun luar negeri mengandung parasit cacing. Dinas kesehatan (dinkes) sekaligus dinas perdagangan (disdag) tidak memiliki wewenang melakukan penarikan produk-produk yang terindikasi mengandung cacing tersebut. Sebaliknya, penarikan menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, dalam waktu dekat, disdag bersama dinkes siap melakukan sidak makarel di pasar modern maupun tradisional.

Sebelumnya, BPOM memastikan 27 produk makarel dan sarden mengandung parasit cacing. Sekretaris Disdag dan Pasar Bojonegoro Agus Hariyana mengatakan, sejak Senin (2/4) lalu BPOM Jawa Timur memberikan surat edaran berupa jenis, merek, dan produk makarel harus ditarik dari pasaran. Surat edaran tersebut tembusannya juga kepada dinkes. Meski disdag menerima surat edaran tersebut, tetap saja tak punya wewenang menarik dari pasaran.

Baca Juga :  Realisasi PKH Terlambat

Hanya mampu memberikan imbauan kepada penjual, supplier, distributor, serta masyarakat sebagai konsumen agar lebih hati-hati memilih produk makanan. “Kami tentu perlu membuat kesepakatan dulu dengan dinkes agar bisa sama persepsinya ketika di lapangan,” tuturnya. Terkait penarikan produk-produk makarel, disdag dan dinkes harus cermat melihat produk makarel di pasaran. Karena, kata dia, tidak semua produk makarel terindikasi mengandung cacing. “Produk makarel di pasaran tidak bisa dipukul rata terindikasi mengandung cacing.

Tetapi, pihak BPOM telah memberikan daftar bets produk makarel yang memang dicurigai berbahaya,” tuturnya. Dia memastikan, wewenangnya hanya mengimbau sekaligus memberikan pembinaan agar tidak ada yang dirugikan antara penjual dan konsumen. Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati mengimbau kepada masyarakat ketika membeli makanan dan minuman kaleng atau kemasan lebih berhati-hati dan teliti mengecek tanggal kedaluwarsa. Dia menyarankan memilih kemasan atau kaleng yang masih bagus. “Sedangkan, kalau produk minuman kemasan pilih yang bagus kemasannya, masih segar, dan tidak berubah warna,” tambahnya.

Baca Juga :  Verifikasi Ulang Penerima Tunjangan Honorer

Artikel Terkait

Most Read

Perbaiki Dua Saluran Pembuangan

Persela Belum Aman

Data Diri Caleg Dianggap Formalitas

Artikel Terbaru


/