alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Panen Dongkrak Penjualan Pikap

 BISNIS – Selama masa panen, kebutuhan kendaraan niaga atau pikap ada tren pertumbuhan. Hal itu karena segmentasi penjualan kendaraan ini bertambah. Selain untuk kebutuhan operasional petani dan pengusaha, pengguna kendaraan ini banyak dari kalangan pedagang.Ayu utami, karyawan salah satu diler mengatakan, permintaan pikap bulan ini tumbuh.

Selain pedagang, konsumen dari kalangan petani mulai menyerap daya beli. Mereka berpikir kendaraan niaga bisa menjadi tabungan ketika kondisi pertaniannya kurang produktif.

Sehingga, mereka memilih kendaraan niaga untuk investasi jangka panjangnya. Dia menambahkan, mengenai harga masih terjangkau dan tidak terjadi kenaikan signifikan. Karena kendaraan kenaikannya berkala setiap tahun dan konsumen sudah mengetahuinya.

Selain itu, pembelian kendaraan rata-rata semakin mudah dengan adanya down payment (DP) murah.  “Tapi kalau panen rata-rata pembelian kontan,” ucapnya.Penjualan kendaraan niaga lebih dominan dibanding lainnya.

Baca Juga :  Optimalkan Vaksinasi Booster, dan Lanjutkan Program PEN

Bulan lalu penjualan mencapai 15 unit, biasanya satu bulan hanya mampu menjual 10 unit. Bahkan, kemungkinan bulan ini penjualan bisa lebih baik. Karena belum ada sepekan, penjualan sudah dua unit.

Restu marketing diler lainnya mengatakan, penjualan kendaraan niaga memang tinggi. Apalagi musim panen, karena kebanyakan masyarakat Lamongan lebih suka berdagang. Sehingga, kendaraan niaga lebih diminati dibandingkan kendaraan passanger.

Selain itu, market share kendaraan ini memang tumbuh sejak tahun lalu. Bahkan di beberapa wilayah menunjukkan tren sama. “Mungkin karena kendaraan ini multifungsi, jadi peminatnya banyak,” tuturnya. 

 

 

 

 BISNIS – Selama masa panen, kebutuhan kendaraan niaga atau pikap ada tren pertumbuhan. Hal itu karena segmentasi penjualan kendaraan ini bertambah. Selain untuk kebutuhan operasional petani dan pengusaha, pengguna kendaraan ini banyak dari kalangan pedagang.Ayu utami, karyawan salah satu diler mengatakan, permintaan pikap bulan ini tumbuh.

Selain pedagang, konsumen dari kalangan petani mulai menyerap daya beli. Mereka berpikir kendaraan niaga bisa menjadi tabungan ketika kondisi pertaniannya kurang produktif.

Sehingga, mereka memilih kendaraan niaga untuk investasi jangka panjangnya. Dia menambahkan, mengenai harga masih terjangkau dan tidak terjadi kenaikan signifikan. Karena kendaraan kenaikannya berkala setiap tahun dan konsumen sudah mengetahuinya.

Selain itu, pembelian kendaraan rata-rata semakin mudah dengan adanya down payment (DP) murah.  “Tapi kalau panen rata-rata pembelian kontan,” ucapnya.Penjualan kendaraan niaga lebih dominan dibanding lainnya.

Baca Juga :  Pelatihan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 2017

Bulan lalu penjualan mencapai 15 unit, biasanya satu bulan hanya mampu menjual 10 unit. Bahkan, kemungkinan bulan ini penjualan bisa lebih baik. Karena belum ada sepekan, penjualan sudah dua unit.

Restu marketing diler lainnya mengatakan, penjualan kendaraan niaga memang tinggi. Apalagi musim panen, karena kebanyakan masyarakat Lamongan lebih suka berdagang. Sehingga, kendaraan niaga lebih diminati dibandingkan kendaraan passanger.

Selain itu, market share kendaraan ini memang tumbuh sejak tahun lalu. Bahkan di beberapa wilayah menunjukkan tren sama. “Mungkin karena kendaraan ini multifungsi, jadi peminatnya banyak,” tuturnya. 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/