alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

SMP BAS: Bawa Dua Medali di Kompetisi Robotik Internasional

ADVERTORIAL – SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban kembali mengirimkan siswa terbaiknya di ajang kompetisi internasional. Selama empat hari pada 24–27 Januari, Charis Yusron Abadan dan Arva Aqilla Najmi berturut-turut mengikuti dua kompetisi robotik internasional di dua negara yang berbeda. Hasilnya dua siswa tersebut sukses mengharumkan nama Tuban di kancah internasional dengan membawa medali emas dan perunggu pada dua kategori lomba.

Charis Yusron Abadan atau yang akrab disapa Zudan pulang membawa medali emas pada kategori line followers analog. Sementara Arva Aqilla Najmi meraih medali perunggu pada kategori Sumo RC.

Kedua medali tersebut sukses dibawa pulang usai berkompetisi pada 1st Thailand Robotic Training and Competition pada 26-27 Januari 2018 di Yala Technical College, Thailand. Sementara di kompetisi Robotic Games 2018 dua hari sebelumnya di Annexe hall 1 Science Centre Singapore, kedua anak tersebut gagal mendapat predikat juara.

Baca Juga :  Rumah Arif Dilakukan Pemeluran oleh Satgas TMMD Cilacap

Kepala SMP BAS Tuban Dr. Suntari M.Pd mengatakan, sekolah mendukung penuh potensi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka. Terlebih skill di bidang robotic merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan di era modern beberapa tahun mendatang.

‘’Vocational skill harus terus dikembangkan. Kecakapan yang dibutuhkan pada abad 21 harus dimaksimalkan,’’ tutur lulusan S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Suntari mengatakan, bentuk dukungan sekolah terhadap skill non-akademik siswa dibuktikan dengan ekstrakurikuler yang mendatangkan pendidik profesional di bidangnya. Robotik merupakan salah satu ekstrakurikuler unggulan sekolah yang terbukti rutin melahirkan para siswa berprestasi Internasional.

‘’Pembelajaran tidak selalu textbook. Robotik juga bisa menjadi pembelajaran literasi secara digital,’’ ucap pendidik senior Tuban itu.

Baca Juga :  Jalan Sumberarum Tergenang, Dua Rumah di Pajeng Longsor

Pendidik asal Kelurahan Latsari itu mengatakan, paradigma pendidikan kehidupan abad 21 tak lepas dari 4C yang berarti creative, collaborative, critical, and communicative (kreatif, kolaboratif, kritis, dan komunikatif).

Salah satu fokus SMP BAS yaitu mengedepankan pendidikan masa depan dengan kecakapan berpikir tinggi. Sehingga media apapun dimaksimalkan agar bisa menjadi pembelajaran yang bisa bermanfaat bagi siswa. ‘’Prestasi ini karena dukungan semua pihak. Selain dari sekolah, juga dari orang tua dan siswa itu sendiri,’’ kata dia.

ADVERTORIAL – SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban kembali mengirimkan siswa terbaiknya di ajang kompetisi internasional. Selama empat hari pada 24–27 Januari, Charis Yusron Abadan dan Arva Aqilla Najmi berturut-turut mengikuti dua kompetisi robotik internasional di dua negara yang berbeda. Hasilnya dua siswa tersebut sukses mengharumkan nama Tuban di kancah internasional dengan membawa medali emas dan perunggu pada dua kategori lomba.

Charis Yusron Abadan atau yang akrab disapa Zudan pulang membawa medali emas pada kategori line followers analog. Sementara Arva Aqilla Najmi meraih medali perunggu pada kategori Sumo RC.

Kedua medali tersebut sukses dibawa pulang usai berkompetisi pada 1st Thailand Robotic Training and Competition pada 26-27 Januari 2018 di Yala Technical College, Thailand. Sementara di kompetisi Robotic Games 2018 dua hari sebelumnya di Annexe hall 1 Science Centre Singapore, kedua anak tersebut gagal mendapat predikat juara.

Baca Juga :  Marubeni dan Keidanren Apresiasi Upaya Pemerintah Mendorong Industri

Kepala SMP BAS Tuban Dr. Suntari M.Pd mengatakan, sekolah mendukung penuh potensi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka. Terlebih skill di bidang robotic merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan di era modern beberapa tahun mendatang.

‘’Vocational skill harus terus dikembangkan. Kecakapan yang dibutuhkan pada abad 21 harus dimaksimalkan,’’ tutur lulusan S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Suntari mengatakan, bentuk dukungan sekolah terhadap skill non-akademik siswa dibuktikan dengan ekstrakurikuler yang mendatangkan pendidik profesional di bidangnya. Robotik merupakan salah satu ekstrakurikuler unggulan sekolah yang terbukti rutin melahirkan para siswa berprestasi Internasional.

‘’Pembelajaran tidak selalu textbook. Robotik juga bisa menjadi pembelajaran literasi secara digital,’’ ucap pendidik senior Tuban itu.

Baca Juga :  PDIP Terusik Pesan WA 

Pendidik asal Kelurahan Latsari itu mengatakan, paradigma pendidikan kehidupan abad 21 tak lepas dari 4C yang berarti creative, collaborative, critical, and communicative (kreatif, kolaboratif, kritis, dan komunikatif).

Salah satu fokus SMP BAS yaitu mengedepankan pendidikan masa depan dengan kecakapan berpikir tinggi. Sehingga media apapun dimaksimalkan agar bisa menjadi pembelajaran yang bisa bermanfaat bagi siswa. ‘’Prestasi ini karena dukungan semua pihak. Selain dari sekolah, juga dari orang tua dan siswa itu sendiri,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/