alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Segera Lelang Mobdin Tua

BOJONEGORO – Mobil dinas (mobdin) tidak terpakai segera dilelang. Kondisinya semakin rusak karena lama tidak terpakai. Namun, proses lelang butuh waktu lama, termasuk penaksiran harga.‘‘Jumlah yang diserahkan kami baru delapan. Sebenarnya lebih,“ kata Kepala Dinas Pe­ngelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi selasa (6/2).

Dia menjelaskan, mobdin tak terpakai yang ada di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut akan segera didata. Sehingga, bisa dilakukan penaksiran harga secepatnya. “Setelah itu akan dilakukan lelang,” jelasnya. Pihaknya tidak tahu persis berapa jumlah mobdin yang kini tidak terpakai tersebut. Namun, pihaknya akan segera melakukan pendataan supaya bisa tahu jumlahnya.

Namun, untuk melelang mobdin tersebut, kata dia, masih diperlukan tahap yang lama. Yaitu, harus ditaksir terlebih dulu. Penaksiran dilakukan petugas dari Surabaya. Setelah itu, baru dilakukan proses lelang. “Lelangnya akan dilakukan secara online,” jelasnya.

Baca Juga :  Beri Perhatian Nasib Buruh Tembakau

Pelelangan secara online dilakukan supaya semua masyarakat bisa ikut. Selain itu, juga mengetahui, mobdin pemkab saat ini dalam proses lelang. “Untuk menghindari adanya oknum yang main-main, pihaknya akan memberlakukan syarat,“ jelasnya.

Syaratnya diantaranya mengisi formulir data diri dan menyetorkan uang panjar. Dengan cara itu, oknum yang hanya main-main bisa dihindari. “Sebab, tidak mungkin ada oknum mau memberikan uang panjar jika hanya main-main,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Ibnu, ada sejumlah kepala OPD masih belum memiliki mobdin di­antaranya kepala satpol PP. Sehingga, setelah itu pemkab akan mengadakan mobdin lagi.Tahun lalu, pemkab baru menerima mobdin dari DPRD. Sebab, sejumlah mobdin DPRD diserahkan lagi ke pemkab setelah tunjangan mereka dinaikkan. Kini DPRD memiliki mobdin adalah unsur ketua.

Baca Juga :  Tugu Cane Jadi Pengingat Spirit Pendahulu

BOJONEGORO – Mobil dinas (mobdin) tidak terpakai segera dilelang. Kondisinya semakin rusak karena lama tidak terpakai. Namun, proses lelang butuh waktu lama, termasuk penaksiran harga.‘‘Jumlah yang diserahkan kami baru delapan. Sebenarnya lebih,“ kata Kepala Dinas Pe­ngelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi selasa (6/2).

Dia menjelaskan, mobdin tak terpakai yang ada di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut akan segera didata. Sehingga, bisa dilakukan penaksiran harga secepatnya. “Setelah itu akan dilakukan lelang,” jelasnya. Pihaknya tidak tahu persis berapa jumlah mobdin yang kini tidak terpakai tersebut. Namun, pihaknya akan segera melakukan pendataan supaya bisa tahu jumlahnya.

Namun, untuk melelang mobdin tersebut, kata dia, masih diperlukan tahap yang lama. Yaitu, harus ditaksir terlebih dulu. Penaksiran dilakukan petugas dari Surabaya. Setelah itu, baru dilakukan proses lelang. “Lelangnya akan dilakukan secara online,” jelasnya.

Baca Juga :  Sterilkan PKL di Kompleks Gedung PemkabĀ 

Pelelangan secara online dilakukan supaya semua masyarakat bisa ikut. Selain itu, juga mengetahui, mobdin pemkab saat ini dalam proses lelang. “Untuk menghindari adanya oknum yang main-main, pihaknya akan memberlakukan syarat,“ jelasnya.

Syaratnya diantaranya mengisi formulir data diri dan menyetorkan uang panjar. Dengan cara itu, oknum yang hanya main-main bisa dihindari. “Sebab, tidak mungkin ada oknum mau memberikan uang panjar jika hanya main-main,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Ibnu, ada sejumlah kepala OPD masih belum memiliki mobdin di­antaranya kepala satpol PP. Sehingga, setelah itu pemkab akan mengadakan mobdin lagi.Tahun lalu, pemkab baru menerima mobdin dari DPRD. Sebab, sejumlah mobdin DPRD diserahkan lagi ke pemkab setelah tunjangan mereka dinaikkan. Kini DPRD memiliki mobdin adalah unsur ketua.

Baca Juga :  Antusias Warga Sambut Bintang Satu di Lokasi TMMD

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/