alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Satpol Bawa PKL Bandel ke Pengadilan

BOJONEGORO – Kegeraman satpol PP terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang bandel hingga dibawa ke ranah pengadilan. selasa (6/2), seorang PKL berjualan buah di Jalan Teuku Umar, Bojonegoro disidang tindak pidana ringan (tipiring). Berdasar putusan majelis hakim, PKL divonis pidana denda Rp 250.000 subsider 5 hari kuru­ngan. Vonis ini setelah PKL tersebut melanggar pasal 15 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Putusan ini agar PKL lebih patuh pada aturan saat berjualan.  

Kepala Satpol PP Achmad Gunawan mengata­kan, tipiring menjadi salah satu cara penindakan tegas para PKL atau siapapun yang melanggar perda. “Ini salah satu cara penindakan atas pelanggaran perda,” katanya. Petugas satpol sering merazia terhadap PKL bandel. Tapi, untuk PKL yang disidang tipiring baru kali ini. Penyebabnya, karena PKL tersebut sangat bandel. Dia mencontohkan, banyak kawasan dilarang untuk dijadikan tempat berjualan. 

Baca Juga :  Dosen dan Mahasiswa Unirow Penuh Prestasi

Terutama di kawasan trotoar dan bahu jalan. Itu pun, satpol masih memberikan kelonggaran dengan memberlakukan zona waktu (jam berjualan) pukul 15.00 hingga 00.00. Sayangnya, itu pun banyak yang dilanggar PKL. Dari berbagai tindakan itu, Gunawan berharap agar para PKL lebih paham terhadap aturan. Setidaknya, kalau berjualan di kawasan larangan, tetap memperhatikan waktu yang dibolehkan. Dia mengaku masih sangat banyak PKL tidak hanya melanggar aturan tempat, tapi juga melanggar jam berjualan. “Agar para PKL lebih patuh terhadap aturan,” tegasnya.

BOJONEGORO – Kegeraman satpol PP terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang bandel hingga dibawa ke ranah pengadilan. selasa (6/2), seorang PKL berjualan buah di Jalan Teuku Umar, Bojonegoro disidang tindak pidana ringan (tipiring). Berdasar putusan majelis hakim, PKL divonis pidana denda Rp 250.000 subsider 5 hari kuru­ngan. Vonis ini setelah PKL tersebut melanggar pasal 15 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Putusan ini agar PKL lebih patuh pada aturan saat berjualan.  

Kepala Satpol PP Achmad Gunawan mengata­kan, tipiring menjadi salah satu cara penindakan tegas para PKL atau siapapun yang melanggar perda. “Ini salah satu cara penindakan atas pelanggaran perda,” katanya. Petugas satpol sering merazia terhadap PKL bandel. Tapi, untuk PKL yang disidang tipiring baru kali ini. Penyebabnya, karena PKL tersebut sangat bandel. Dia mencontohkan, banyak kawasan dilarang untuk dijadikan tempat berjualan. 

Baca Juga :  Satgas TMMD Lakukan Finishing Pengecetan Di Rumah Penerima RTLH

Terutama di kawasan trotoar dan bahu jalan. Itu pun, satpol masih memberikan kelonggaran dengan memberlakukan zona waktu (jam berjualan) pukul 15.00 hingga 00.00. Sayangnya, itu pun banyak yang dilanggar PKL. Dari berbagai tindakan itu, Gunawan berharap agar para PKL lebih paham terhadap aturan. Setidaknya, kalau berjualan di kawasan larangan, tetap memperhatikan waktu yang dibolehkan. Dia mengaku masih sangat banyak PKL tidak hanya melanggar aturan tempat, tapi juga melanggar jam berjualan. “Agar para PKL lebih patuh terhadap aturan,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Wisata Bisa Bernapas Tahun Depan

Kang Yudi Kukuh di Puncak

Fatigon Dukung Mudha Tama Cup II 2019

Artikel Terbaru


/