alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Ahmad Izuddin, Gitaris Cilik Berbakat dari Bojonegoro

- Advertisement -

 Bermain gitar sejak TK dan kerap menjuarai berbagai festival band rock sejak SD, Ahmad Izuddin justru bercita-cita menjadi dokter. Bagaimana lelaki penggandrung pelajaran IPA itu membagi waktu antara musik rock dan belajar?Prelude lagu Welcome Home dari band Coheed And Cambria tiba-tiba melengking dan menebar gemuruh di tiap sudut ruangan di sebuah studio musik di Jalan KH Agus Salim Bojonegoro kemarin (6/2).

Dengan penuh saksama, seorang gitaris berseragam sekolah terlihat lihai memainkan gerak pada jemarinya. Tiba-tiba musik berhenti, kaki kanannya menginjak pedal pengatur efek suara, dan nada gahar kembali memekik, memenuhi ruangan.

Tak ada yang mengira jika prelude sulit dari band Progressive Rock asal Amerika itu dimainkan anak sekolah kelas 7 SMP. Ahmad Izuddin, begitu nama pemain gitar yang memainkan nada tersebut.

Usai melakukan latihan,  siswa SMPN 1 Bojonegoro itu langsung menemui Jawa Pos Radar Bojonegoro untuk berbagi kisah dan pengalaman bermain gitar. “Saya mengenal gitar sejak sekolah Taman Kanak-Kanak,” kata Izuddin membuka obrolan.

Awalnya, saat sekolah di TK, dia sangat tertarik mendengar musik-musik pop seperti Koes Plus. Sejak saat itu, dia ingin belajar bermain gitar. Namun, saat belajar bermain gitar itu, kecintaannya pada musik bergeser dari yang sebelumnya musik pop menjadi musik rock.

- Advertisement -

Dengan usia yang waktu itu masih sangat kecil, belajar memainkan notasi rock tentu sangat tidak umum. Tapi, Izuddin bisa melakukannya. Karena didukung orang tua, kecintaannya pada musik rock benar-benar berkembang.

Baca Juga :  237.700 Lahan di Bojonegoro Belum Bersertifikat

Terutama dalam hal memainkan senar gitar. Kini bukan lagi gitar akustik biasa, di usia TK, Izuddin sudah bisa memainkan gitar listrik, entah bagaimana cara dia memegangnya. Debut bermain gitarnya benar-benar teruji saat acara perpisahan TK, Izuddin mampu memainkan lagu Koes Plus.

“Waktu perspisahan TK itu menjadi momen pertama kali saya manggung serius,” kata lelaki 14 tahun tersebut. Memasuki sekolah dasar, kemampuannya bermain musik kian berkembang. Sejumlah tempat kursus musik pun mulai dia datangi.

Pada kelas 2 SD, Izuddin sudah mengikuti lomba festival band diadakan salah satu bank BUMN di Bojonegoro. Tak dinyana, band yang dia gitari justru menjadi juara favorit. Sejak saat itu, dia mulai intens bermain musik di sela-sela belajar di sekolah.

Bahkan, di usia SD itu pun, bersama teman-temannya dia sudah mendirikan sebuah band rock bernama Air Band. Kemenangannya menjuarai festival band tersebut memantik keberaniannya untuk kerap mengikuti berbagai festiva band.

Beberapa tahun setelah kemenangan itu, tepatnya pada kelas 5 SD, dia dan bandnya kembali mengikuti festival band dalam rangka Gempur Narkoba. Dia masih ingat, waktu itu, dia memainkan lagu Everything About You dari band Ugly Kid Joe dan menciptakan sebuah lagu sendiri berjudul Say No To Drugs.

“Waktu itu juga sempat bikin lagu sendiri yang sesuai tema lomba, judulnya Say No To Drugs dan kami kembali menjadi juara favorit,” kisahnya bangga. Bersama teman-temannya, band yang digawangi Izuddin itu kembali menjadi juara pertama favorit.

Baca Juga :  Istirahat Dulu, Jangan Buru-Buru Syukuran Haji

Padahal, peserta yang ikut dalam festival tersebut sangat banyak. Tidak hanya banyak, tapi usianya juga sudah banyak yang mahasiswa. Dia yang waktu itu masih kelas 5 SD tentu sangat bangga.

Apalagi, lagu yang mereka bawakan adalah lagu ciptaan Izuddin sendiri. Menang dari festival tersebut, dia mendapat hadiah berupa trofi hingga recording di studio rekaman profesional. Kecintaannya pada musik rock memang tidak pernah lekang oleh waktu.

Sebab, dari TK, SD bahkan hingga kini menginjak SMP tetap saja bertahan. Bahkan, pelajar asal Ngumpak Dalem Kecamatan Dander itu tak pernah lelah untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan dengan sering berlatih dan kerap mengikuti festival musik rock.

Kata dia, itu dia lakukan karena memang senang dan benar-benar hobi. Hebatnya, kecintaan Izuddin pada musik rock dan peningkatan kemampuan bermain gitar, tidak membuatnya lupa akan kewajiban belajar. Buktinya, meski sangat hobi bermain musik, dia tetap memprioritaskan belajar.

Belajar tetap menjadi yang utama. Musik rock, baginya hanya selingan dan hiburan. Namun selingan yang benar-benar ditekuni. Bahkan, meski sangat gandrung pada musik rock, lelaki yang sangat menyukai pelajaran IPA itu mengaku bercita-cita menjadi dokter.

“Tentu prioritas tetap belajar, soalnya cita-cita saya menjadi dokter,” tuturnya sambil malu-malu. 

 Bermain gitar sejak TK dan kerap menjuarai berbagai festival band rock sejak SD, Ahmad Izuddin justru bercita-cita menjadi dokter. Bagaimana lelaki penggandrung pelajaran IPA itu membagi waktu antara musik rock dan belajar?Prelude lagu Welcome Home dari band Coheed And Cambria tiba-tiba melengking dan menebar gemuruh di tiap sudut ruangan di sebuah studio musik di Jalan KH Agus Salim Bojonegoro kemarin (6/2).

Dengan penuh saksama, seorang gitaris berseragam sekolah terlihat lihai memainkan gerak pada jemarinya. Tiba-tiba musik berhenti, kaki kanannya menginjak pedal pengatur efek suara, dan nada gahar kembali memekik, memenuhi ruangan.

Tak ada yang mengira jika prelude sulit dari band Progressive Rock asal Amerika itu dimainkan anak sekolah kelas 7 SMP. Ahmad Izuddin, begitu nama pemain gitar yang memainkan nada tersebut.

Usai melakukan latihan,  siswa SMPN 1 Bojonegoro itu langsung menemui Jawa Pos Radar Bojonegoro untuk berbagi kisah dan pengalaman bermain gitar. “Saya mengenal gitar sejak sekolah Taman Kanak-Kanak,” kata Izuddin membuka obrolan.

Awalnya, saat sekolah di TK, dia sangat tertarik mendengar musik-musik pop seperti Koes Plus. Sejak saat itu, dia ingin belajar bermain gitar. Namun, saat belajar bermain gitar itu, kecintaannya pada musik bergeser dari yang sebelumnya musik pop menjadi musik rock.

- Advertisement -

Dengan usia yang waktu itu masih sangat kecil, belajar memainkan notasi rock tentu sangat tidak umum. Tapi, Izuddin bisa melakukannya. Karena didukung orang tua, kecintaannya pada musik rock benar-benar berkembang.

Baca Juga :  237.700 Lahan di Bojonegoro Belum Bersertifikat

Terutama dalam hal memainkan senar gitar. Kini bukan lagi gitar akustik biasa, di usia TK, Izuddin sudah bisa memainkan gitar listrik, entah bagaimana cara dia memegangnya. Debut bermain gitarnya benar-benar teruji saat acara perpisahan TK, Izuddin mampu memainkan lagu Koes Plus.

“Waktu perspisahan TK itu menjadi momen pertama kali saya manggung serius,” kata lelaki 14 tahun tersebut. Memasuki sekolah dasar, kemampuannya bermain musik kian berkembang. Sejumlah tempat kursus musik pun mulai dia datangi.

Pada kelas 2 SD, Izuddin sudah mengikuti lomba festival band diadakan salah satu bank BUMN di Bojonegoro. Tak dinyana, band yang dia gitari justru menjadi juara favorit. Sejak saat itu, dia mulai intens bermain musik di sela-sela belajar di sekolah.

Bahkan, di usia SD itu pun, bersama teman-temannya dia sudah mendirikan sebuah band rock bernama Air Band. Kemenangannya menjuarai festival band tersebut memantik keberaniannya untuk kerap mengikuti berbagai festiva band.

Beberapa tahun setelah kemenangan itu, tepatnya pada kelas 5 SD, dia dan bandnya kembali mengikuti festival band dalam rangka Gempur Narkoba. Dia masih ingat, waktu itu, dia memainkan lagu Everything About You dari band Ugly Kid Joe dan menciptakan sebuah lagu sendiri berjudul Say No To Drugs.

“Waktu itu juga sempat bikin lagu sendiri yang sesuai tema lomba, judulnya Say No To Drugs dan kami kembali menjadi juara favorit,” kisahnya bangga. Bersama teman-temannya, band yang digawangi Izuddin itu kembali menjadi juara pertama favorit.

Baca Juga :  Latihan sebelum Sekolah, Hafal Lagu Band Queen

Padahal, peserta yang ikut dalam festival tersebut sangat banyak. Tidak hanya banyak, tapi usianya juga sudah banyak yang mahasiswa. Dia yang waktu itu masih kelas 5 SD tentu sangat bangga.

Apalagi, lagu yang mereka bawakan adalah lagu ciptaan Izuddin sendiri. Menang dari festival tersebut, dia mendapat hadiah berupa trofi hingga recording di studio rekaman profesional. Kecintaannya pada musik rock memang tidak pernah lekang oleh waktu.

Sebab, dari TK, SD bahkan hingga kini menginjak SMP tetap saja bertahan. Bahkan, pelajar asal Ngumpak Dalem Kecamatan Dander itu tak pernah lelah untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan dengan sering berlatih dan kerap mengikuti festival musik rock.

Kata dia, itu dia lakukan karena memang senang dan benar-benar hobi. Hebatnya, kecintaan Izuddin pada musik rock dan peningkatan kemampuan bermain gitar, tidak membuatnya lupa akan kewajiban belajar. Buktinya, meski sangat hobi bermain musik, dia tetap memprioritaskan belajar.

Belajar tetap menjadi yang utama. Musik rock, baginya hanya selingan dan hiburan. Namun selingan yang benar-benar ditekuni. Bahkan, meski sangat gandrung pada musik rock, lelaki yang sangat menyukai pelajaran IPA itu mengaku bercita-cita menjadi dokter.

“Tentu prioritas tetap belajar, soalnya cita-cita saya menjadi dokter,” tuturnya sambil malu-malu. 

Artikel Terkait

Most Read

Pikap Varia Usaha Terbakar

SMI Membuka Vokasi Setara Diploma 2

Tanam Sendiri Bebas Kimia

Artikel Terbaru


/