alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Miliki Karya itu Tidak Bisa Diukur Kebahagiaannya

Indah Sany berhasil membuat buku cerita kearifan lokal tiga dimensi. Buku itu disusun dengan harapan bisa menyajikan cerita menarik bagi anak-anak PAUD. 

ANAK – anak lebih senang membaca buku cerita yang dikemas dengan gambar. Indah tertarik dengan suasana Maharani Zoo dan Goa. Ada banyak fauna yang bisa dikenalkan sebagai bahan edukasi anak usia dini. Dia lalu mengangkat tema karyanya berlibur ke Maharani Zoo dan Goa. 

Pengenalan hewan dia tulis dengan kemasan bahasa ringan. Agar lebih mudah dibaca dan dimengerti, font huruf dicetak dengan ukuran lebih besar daripada tulisan pada umumnya. Buku cerita itu dikonsep pop-up seperti tiga dimensi. Karya itu tidak dijilid ke percetakan. Indah sendiri yang melakukan finishing buku itu dengan cara menggunakan alat perekat lem. 

Baca Juga :  Cetak Rekor Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir

“Saya butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan buku dengan tebal delapan halaman ini,” ujar Kepala TK Muslimat NU Bunga Harapan Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng itu. 

Indah harus pandai mengatur waktu agar penyusunan bukunya bisa rampung. Dia harus mengajar, menjadi ibu rumah tangga, dan penulis buku tersebut. Apalagi, gambarnya buatan sendiri, mewarnai sendiri, dan semua proses pembuatannya lainnya. Kerangka buku dari bahan kardus bisa didapatkan dengan mudah. Saat mencari kertas tebal, Indah merasa kesulitan.

“Kalau kardus mudah, tapi kertas tebalnya ini harus dipilih khusus dan tidak ada di sekitar rumah,” tutur guru asal Kecamatan Laren itu. 

Buku tiga dimensi tersebut menjadi karya pertamanya. Karya itu pula yang disetorkan untuk program satu guru satu buku bagi guru PAUD. 

Baca Juga :  Sering Bermain Lego, Ingin Jadi Arsitektur

Karya Indah ternyata mendapat banyak apresiasi. Dia dinyatakan sebagai pemenang PAUD Awards One Teacher PAUD One Book. Selain menerima penghargaan dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Bunda PAUD Lamongan Anis Kartika, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga memberikan apresiasi saat festival bulan bahasa Jatim, November lalu.

Setelah berhasil membuat karya pertama, Indah memiliki keinginan menghasilkan karya-karya lagi untuk anak-anak Lamongan. Dia sudah memiliki sejumlah ide. Sebagai guru PAUD, TK, dia dituntut harus aktif dan kreatif supaya generasi emas Lamongan semakin nyaman dalam proses belajarnya. “Pasti ingin berkarya karena ternyata memiliki karya itu sebuah pencapaian yang tidak bisa diukur kebahagiaannya,” tandasnya.

Indah Sany berhasil membuat buku cerita kearifan lokal tiga dimensi. Buku itu disusun dengan harapan bisa menyajikan cerita menarik bagi anak-anak PAUD. 

ANAK – anak lebih senang membaca buku cerita yang dikemas dengan gambar. Indah tertarik dengan suasana Maharani Zoo dan Goa. Ada banyak fauna yang bisa dikenalkan sebagai bahan edukasi anak usia dini. Dia lalu mengangkat tema karyanya berlibur ke Maharani Zoo dan Goa. 

Pengenalan hewan dia tulis dengan kemasan bahasa ringan. Agar lebih mudah dibaca dan dimengerti, font huruf dicetak dengan ukuran lebih besar daripada tulisan pada umumnya. Buku cerita itu dikonsep pop-up seperti tiga dimensi. Karya itu tidak dijilid ke percetakan. Indah sendiri yang melakukan finishing buku itu dengan cara menggunakan alat perekat lem. 

Baca Juga :  Suka Cerita Lucu, Bisa Mengibur Orang

“Saya butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan buku dengan tebal delapan halaman ini,” ujar Kepala TK Muslimat NU Bunga Harapan Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng itu. 

Indah harus pandai mengatur waktu agar penyusunan bukunya bisa rampung. Dia harus mengajar, menjadi ibu rumah tangga, dan penulis buku tersebut. Apalagi, gambarnya buatan sendiri, mewarnai sendiri, dan semua proses pembuatannya lainnya. Kerangka buku dari bahan kardus bisa didapatkan dengan mudah. Saat mencari kertas tebal, Indah merasa kesulitan.

“Kalau kardus mudah, tapi kertas tebalnya ini harus dipilih khusus dan tidak ada di sekitar rumah,” tutur guru asal Kecamatan Laren itu. 

Buku tiga dimensi tersebut menjadi karya pertamanya. Karya itu pula yang disetorkan untuk program satu guru satu buku bagi guru PAUD. 

Baca Juga :  Kampus Kembangkan Budaya Mutu 

Karya Indah ternyata mendapat banyak apresiasi. Dia dinyatakan sebagai pemenang PAUD Awards One Teacher PAUD One Book. Selain menerima penghargaan dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Bunda PAUD Lamongan Anis Kartika, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga memberikan apresiasi saat festival bulan bahasa Jatim, November lalu.

Setelah berhasil membuat karya pertama, Indah memiliki keinginan menghasilkan karya-karya lagi untuk anak-anak Lamongan. Dia sudah memiliki sejumlah ide. Sebagai guru PAUD, TK, dia dituntut harus aktif dan kreatif supaya generasi emas Lamongan semakin nyaman dalam proses belajarnya. “Pasti ingin berkarya karena ternyata memiliki karya itu sebuah pencapaian yang tidak bisa diukur kebahagiaannya,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/