alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Bantuan PKH Kembali Dicairkan Tiga Bulan Sekali

- Advertisement -

Radar Lamongan – Jumlah penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) berkurang 2.055 keluarga penerima manfaat (KPM). Jika tahun lalu terdata 50.061 KPM, maka tahun ini 48.006 KPM. Koordinator PKH Lamongan Dwi Hary Mulyono mengatakan,berkurangnya penerima bantuan tersebut karena sejumlah faktor.

Di antaranya, graduasi mandiri dan tidak memiliki komponen di keluarganya. “Setelah penyaluran selalu diverifikasi apakah masih berhak menerima bantuan atau tidak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, sesuai arahan Kementrian Sosial, bantuan harus tepat sasaran. Salah satu langkahnya, terus melakukan verifikasi data di lapangan. Jika keluarga tersebut tidak memiliki komponen, maka otomatis bantuan langsung dicabut. Mereka yang sudah mampu bisa melakukan graduasi mandiri agar bantuan bisa dialihkan ke penerima lain yang membutuhkan.

Baca Juga :  Relawan Sekolah Laut Hingga Tanam Seribu Pohon Vegetasi

Hary menjelaskan, penyaluran bantuan ini berbeda dari sebelumnya. Tahun lalu, bantuan diberikan setiap bulan. Tahun ini, kembali seperti awal, yakni setiap tiga bulan sekali. Dia mencontohkan komponen keluarga yang memiliki anak SMA. Setiap tiga bulan sekali mendapatkan bantuan Rp 500 ribu. “Bantuan diberikan secara nontunai melalui bank yang dipilih,” jelasnya.

Hery menuturkan, setiap tahun selalu ada penurunan penerima. Sebelumnya 705 KPM menyatakan graduasi mandiri. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Lamongan M Kamil menyatakan, untuk bantuan sembako tetap diberikan dalam bentuk barang.

- Advertisement -

Namun, dia masih menunggu petunjuk lebih lanjut apabila ada perubahan. Jumlah penerima bansos sembako terdata 88.106 KPM. Jumlah tersebut belum diperbarui karena data dari pusat disesuaikan basis data terpadu (BDT). Berbeda dengan PKH yang penerima di-update setelah menerima bantuan.

Baca Juga :  Sehari, Dua Rumah Ludes Terbakar

“Kita datanya dari pusat sesuai BDT. Selama belum ada verifikasi di lapangan jumlah penerima tetap sama,” ujarnya. Bantuan sembako itu dicairkan per bulan. Nilai bantuan Rp 200 ribu dibelanjakan ke agen yang ditunjuk. Komponen belanjanya biasanya beras, protein hewani seperti telur dan daging ayam, serta lauk dan buah.

Radar Lamongan – Jumlah penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) berkurang 2.055 keluarga penerima manfaat (KPM). Jika tahun lalu terdata 50.061 KPM, maka tahun ini 48.006 KPM. Koordinator PKH Lamongan Dwi Hary Mulyono mengatakan,berkurangnya penerima bantuan tersebut karena sejumlah faktor.

Di antaranya, graduasi mandiri dan tidak memiliki komponen di keluarganya. “Setelah penyaluran selalu diverifikasi apakah masih berhak menerima bantuan atau tidak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, sesuai arahan Kementrian Sosial, bantuan harus tepat sasaran. Salah satu langkahnya, terus melakukan verifikasi data di lapangan. Jika keluarga tersebut tidak memiliki komponen, maka otomatis bantuan langsung dicabut. Mereka yang sudah mampu bisa melakukan graduasi mandiri agar bantuan bisa dialihkan ke penerima lain yang membutuhkan.

Baca Juga :  108 Kades Incumbent Tumbang

Hary menjelaskan, penyaluran bantuan ini berbeda dari sebelumnya. Tahun lalu, bantuan diberikan setiap bulan. Tahun ini, kembali seperti awal, yakni setiap tiga bulan sekali. Dia mencontohkan komponen keluarga yang memiliki anak SMA. Setiap tiga bulan sekali mendapatkan bantuan Rp 500 ribu. “Bantuan diberikan secara nontunai melalui bank yang dipilih,” jelasnya.

Hery menuturkan, setiap tahun selalu ada penurunan penerima. Sebelumnya 705 KPM menyatakan graduasi mandiri. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Lamongan M Kamil menyatakan, untuk bantuan sembako tetap diberikan dalam bentuk barang.

- Advertisement -

Namun, dia masih menunggu petunjuk lebih lanjut apabila ada perubahan. Jumlah penerima bansos sembako terdata 88.106 KPM. Jumlah tersebut belum diperbarui karena data dari pusat disesuaikan basis data terpadu (BDT). Berbeda dengan PKH yang penerima di-update setelah menerima bantuan.

Baca Juga :  Tidur Tidak Nyenyak, Remaja ini Bikin Obat Nyamuk Ramah Lingkungan

“Kita datanya dari pusat sesuai BDT. Selama belum ada verifikasi di lapangan jumlah penerima tetap sama,” ujarnya. Bantuan sembako itu dicairkan per bulan. Nilai bantuan Rp 200 ribu dibelanjakan ke agen yang ditunjuk. Komponen belanjanya biasanya beras, protein hewani seperti telur dan daging ayam, serta lauk dan buah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/