alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Tiga Hari, Enam Desa Baru Terpapar Covid-19

Radar Lamongan – Angka persebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan terhitung fluktuaktif. Setiap hari jumlah pasien yang terkonfirmasi aktif dan sembuh bisa bertambah maupun berkurang. Namun, statusnya tetap sama, zona kuning. Sejak Senin hingga Rabu (4/11), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mendapati ada enam desa baru yang terpapar Covid-19. Yakni Desa Tugu, Kecamatan Mantup; Desa Kendalkemlagi dan Latukan, Kecamatan Karanggeneng; Desa Kebalankulon.

Kecamatan Sekaran, Desa Kebet, Kecamatan Lamongan; serta Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat. Jika ditotal, maka terdata 292 desa yang terpapar per 4 November. Dari jumlah tersebut, 229 desa pulih (78,24 persen).

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamongan dr. Abdullah Wasian, desa-desa yang baru terpapar tersebut turut menyumbangkan 19 kasus baru. Di antaranya, empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan pelaku perjalanan. ‘’Dalam tiga hari ini ada 19 kasus. Empat di antaranya pelaku perjalanan. Satu karyawan pabrik, yang lainnya masih belum jelas penularannya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/11).

Baca Juga :  Batata-Brian Terbang ke Indonesia, Ivan Carlos Ketinggalan Pesawat

Dia menuturkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini didominasi kategori tanpa gejala (KTG) dengan usia di bawah 50 tahun. Sebagian mereka merupakan pelaku perjalanan yang terpapar virus Corona saat pergi-pulang kerja serta memiliki riwayat kontak erat dengan pasien lain. Untuk perawatannya, pasien KTG banyak yang memilih melakukan isolasi mandiri.

‘’Banyak yang isolasi rumah, rusunawa, dan isolasi gedung lain. Isolasi gedung lain itu maksudnya isolasi mandiri di luar Kabupaten Lamongan. Jadi untuk yang terpapar itu bisa terjadi di semua umur, tapi yang banyak usia produktif. Untuk yang kasus meninggal lebih banyak lansia dan memiliki kormobid,’’ kata pria yang juga Plt Kepala Puskesmas Lamongan ini.

Baca Juga :  Respons Survei Kapal Van der Wijck, Rakor Lintas Sektor

Agar tidak muncul lagi desa baru terpapar, Wasian terus mewanti-wanti semua pihak untuk menaati protokol kesehatan di mana pun berada. Selain itu, keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 juga harus melakukan karantina mandiri agar tidak semakin banyak warga yang terpapar. 

Radar Lamongan – Angka persebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan terhitung fluktuaktif. Setiap hari jumlah pasien yang terkonfirmasi aktif dan sembuh bisa bertambah maupun berkurang. Namun, statusnya tetap sama, zona kuning. Sejak Senin hingga Rabu (4/11), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mendapati ada enam desa baru yang terpapar Covid-19. Yakni Desa Tugu, Kecamatan Mantup; Desa Kendalkemlagi dan Latukan, Kecamatan Karanggeneng; Desa Kebalankulon.

Kecamatan Sekaran, Desa Kebet, Kecamatan Lamongan; serta Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat. Jika ditotal, maka terdata 292 desa yang terpapar per 4 November. Dari jumlah tersebut, 229 desa pulih (78,24 persen).

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamongan dr. Abdullah Wasian, desa-desa yang baru terpapar tersebut turut menyumbangkan 19 kasus baru. Di antaranya, empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan pelaku perjalanan. ‘’Dalam tiga hari ini ada 19 kasus. Empat di antaranya pelaku perjalanan. Satu karyawan pabrik, yang lainnya masih belum jelas penularannya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/11).

Baca Juga :  Ujung Tombak Kebersihan Kota¬†

Dia menuturkan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini didominasi kategori tanpa gejala (KTG) dengan usia di bawah 50 tahun. Sebagian mereka merupakan pelaku perjalanan yang terpapar virus Corona saat pergi-pulang kerja serta memiliki riwayat kontak erat dengan pasien lain. Untuk perawatannya, pasien KTG banyak yang memilih melakukan isolasi mandiri.

‘’Banyak yang isolasi rumah, rusunawa, dan isolasi gedung lain. Isolasi gedung lain itu maksudnya isolasi mandiri di luar Kabupaten Lamongan. Jadi untuk yang terpapar itu bisa terjadi di semua umur, tapi yang banyak usia produktif. Untuk yang kasus meninggal lebih banyak lansia dan memiliki kormobid,’’ kata pria yang juga Plt Kepala Puskesmas Lamongan ini.

Baca Juga :  Tak Ada Perekrutan CPNS di Lamongan Tahun Ini

Agar tidak muncul lagi desa baru terpapar, Wasian terus mewanti-wanti semua pihak untuk menaati protokol kesehatan di mana pun berada. Selain itu, keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 juga harus melakukan karantina mandiri agar tidak semakin banyak warga yang terpapar. 

Artikel Terkait

Most Read

Ujian Susulan Minggu

Jamur Janggel Kesulitan Pemasaran

Hore, Dapat Jatah 538 CPNS

Artikel Terbaru


/