alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Dewan Pengupahan Lamongan Usulkan UMK Naik 5 Persen

Radar Lamongan – Dewan Pengupahan Lamongan akhirnya memutuskan mengusulkan adanya kenaikan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lamongan tahun depan. ‘’Jadi Lamongan untuk UMK disepakati naik sebesar 5 persen dari tahun ini,’’ tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan Hamdani Azhari kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/11).

Besaran UMK Lamongan tahun ini Rp 2.423.724 per bulan. Dani, sapaan akrab Hamdani Azhari mengatakan, besaran UMK tahun depan diusulkan menjadi Rp 2.544.910 per bulan. ‘’Jadi besaran kenaikan UMK juga berdasarkan usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar kenaikannya tidak melebihi 5 persen,’’ tutur Dani saat dikonfirmasi via ponsel.

Seperti diberitakan, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengeluarkan SE yang meminta gubernur Jatim untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum 2021, sama dengan nilai upah minimum 2020. Dani menjelaskan, usulan kenaikan UMK Lamongan juga mengacu Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim yang naik sekitar Rp 100 ribu per bulan.

Baca Juga :  Wah! Bahan Baku Rotan Sintetis Mulai Dilirik nih

‘’Secara moderat itu sekitar 5,65 persen. Jadi kita juga mengusulkan yang tidak jauh dari kenaikan UMP Jatim,’’ ujar Dani. Dia menilai besaran kenaikan yang diusulkan masih dalam tahap proporsional. Di tengah pandemi covid-19, pemkab masih mampu mengusulkan kenaikan UMK.

‘’Jadi ini menurut kami win-win solution bersama. Bagi pengusaha tidak terlalu memberatkan, serta bagi pekerja masih merasa diperhatikan,’’ imbuhnya. Dani memrediksi tahun berikutnya, ketika ekonomi sudah membaik, maka para pekerja penghasilannya tidak terlalu rendah. Sehingga, masih mampu disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak (KHL) yang naik setiap tahunnya.

‘’Kalau tidak ada kenaikan, maka kasihan para pekerja di tahun berikutnya,’’ ujar Dani. Langkah berikutnya, lanjut dia, pihaknya akan membuat surat usulan kenaikan UMK tahun depan kepada bupati Lamongan. Setelah itu, usulan diteruskan kepada gubernur Jatim. ‘’Kalau mengacu tahun sebelumnya, penetapan UMK tidak jauh dari yang diusulkan,’’ kata Dani. 

Baca Juga :  Pelatihan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 2017

Radar Lamongan – Dewan Pengupahan Lamongan akhirnya memutuskan mengusulkan adanya kenaikan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lamongan tahun depan. ‘’Jadi Lamongan untuk UMK disepakati naik sebesar 5 persen dari tahun ini,’’ tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan Hamdani Azhari kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/11).

Besaran UMK Lamongan tahun ini Rp 2.423.724 per bulan. Dani, sapaan akrab Hamdani Azhari mengatakan, besaran UMK tahun depan diusulkan menjadi Rp 2.544.910 per bulan. ‘’Jadi besaran kenaikan UMK juga berdasarkan usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar kenaikannya tidak melebihi 5 persen,’’ tutur Dani saat dikonfirmasi via ponsel.

Seperti diberitakan, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengeluarkan SE yang meminta gubernur Jatim untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum 2021, sama dengan nilai upah minimum 2020. Dani menjelaskan, usulan kenaikan UMK Lamongan juga mengacu Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim yang naik sekitar Rp 100 ribu per bulan.

Baca Juga :  Wah! Bahan Baku Rotan Sintetis Mulai Dilirik nih

‘’Secara moderat itu sekitar 5,65 persen. Jadi kita juga mengusulkan yang tidak jauh dari kenaikan UMP Jatim,’’ ujar Dani. Dia menilai besaran kenaikan yang diusulkan masih dalam tahap proporsional. Di tengah pandemi covid-19, pemkab masih mampu mengusulkan kenaikan UMK.

‘’Jadi ini menurut kami win-win solution bersama. Bagi pengusaha tidak terlalu memberatkan, serta bagi pekerja masih merasa diperhatikan,’’ imbuhnya. Dani memrediksi tahun berikutnya, ketika ekonomi sudah membaik, maka para pekerja penghasilannya tidak terlalu rendah. Sehingga, masih mampu disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak (KHL) yang naik setiap tahunnya.

‘’Kalau tidak ada kenaikan, maka kasihan para pekerja di tahun berikutnya,’’ ujar Dani. Langkah berikutnya, lanjut dia, pihaknya akan membuat surat usulan kenaikan UMK tahun depan kepada bupati Lamongan. Setelah itu, usulan diteruskan kepada gubernur Jatim. ‘’Kalau mengacu tahun sebelumnya, penetapan UMK tidak jauh dari yang diusulkan,’’ kata Dani. 

Baca Juga :  DPC PKB TUBAN SIAP MENGEMBAN AMANAH PKB BANGKIT, SOLID, DAN MENANG

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/