alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Wow, Jembatan Trucuk Telan Biaya Rp 100 Miliar

- Advertisement -

BOJONEGORO – Proses pembangunan Jembatan Bojonegoro-Trucuk tahap akhir ini belum usai. Lantai jembatan juga belum beraspal. Pemerintah kabupaten (pemkab) setempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk pengerjaan sampai Desember nanti. 

Jika dikalkulasi, hingga tahun depan, pengerjaan jembatan membelah Sungai Bengawan Solo itu menelan biaya Rp 100 miliar. “Pengerjaan saat ini untuk pembangunan aspal lantai jembatan, jalan di kedua sisi jembatan, dan walk way (jalur pejalan kaki),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Andik Sudjarwo kemarin (5/11). 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, aktivitas pengerjaan proyek kembali berlangsung. Terutama perbaikan dua jalan di sisi timur dan barat jembatan. Alat berat mulai meratakan jalan belum beraspal tersebut. Dan, pengendara roda dua masih melintas di jembatan belum resmi dibuka tersebut.

Baca Juga :  Sudah Punya Anak dan Cucu, 38 Pasutri Ini Tak Kantongi Akta Nikah

Dia memastikan, tahun depan pembangunan harus sudah tuntas. Sehingga, bisa dilintasi roda dua maupun roda empat. Saat ini sejumlah kendaraan banyak melintasi jembatan. Namun, hanya roda dua. “Kalau roda dua kita biarkan melintas,” ucapnya.

Meskipun masih proses pengerjaan, menurut Andik, jembatan itu sudah aman dilintasi. Namun, hanya roda dua. Roda empat masih belum bisa melintas. “Kalau roda empat tahun depan. Kita targetkan tahun depan semua kendaraan bisa melintasi jembatan itu,” jelasnya.

- Advertisement -

Meskipun sudah bisa dilintasi, lanjut Andik, pengerjaan masih berlanjut tahun depan. Rencananya akan dibangun tembok penahan di kedua sisi jembatan. Baik dari Trucuk maupun Bojonegoro. Itu dilakukan supaya jembatan aman dan semakin kuat. Anggaran yang dibutuhkan tahun depan sekitar Rp 8 miliar. 

Baca Juga :  Sumber Air Ngringinrejo Dialirkan Tahun Depan

“Itu sudah final. Tidak ada lagi pembangunan lagi setelah itu,” terang dia.

Secara keseluruhan, sejak 2016 hingga tahun depan, jembatan itu sudah menelan biaya Rp 100 miliar. Padahal, awalnya jembatan itu hanya dianggarkan Rp 50 miliar. 

Pembangunan jembatan membentang Sungai Bengawan Solo itu tidak lancar. Banyak kendala harus dihadapi. Salah satunya keterlambatan pengerjaan selama hampir satu tahun. Itu membuat rekanan harus menanggung beban denda tidak sedikit. Sebab, denda dihitung per mil setiap harinya. 

BOJONEGORO – Proses pembangunan Jembatan Bojonegoro-Trucuk tahap akhir ini belum usai. Lantai jembatan juga belum beraspal. Pemerintah kabupaten (pemkab) setempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk pengerjaan sampai Desember nanti. 

Jika dikalkulasi, hingga tahun depan, pengerjaan jembatan membelah Sungai Bengawan Solo itu menelan biaya Rp 100 miliar. “Pengerjaan saat ini untuk pembangunan aspal lantai jembatan, jalan di kedua sisi jembatan, dan walk way (jalur pejalan kaki),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Andik Sudjarwo kemarin (5/11). 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, aktivitas pengerjaan proyek kembali berlangsung. Terutama perbaikan dua jalan di sisi timur dan barat jembatan. Alat berat mulai meratakan jalan belum beraspal tersebut. Dan, pengendara roda dua masih melintas di jembatan belum resmi dibuka tersebut.

Baca Juga :  Komisi B Pelajari Pengelolaan Pasar di Banjarmasin

Dia memastikan, tahun depan pembangunan harus sudah tuntas. Sehingga, bisa dilintasi roda dua maupun roda empat. Saat ini sejumlah kendaraan banyak melintasi jembatan. Namun, hanya roda dua. “Kalau roda dua kita biarkan melintas,” ucapnya.

Meskipun masih proses pengerjaan, menurut Andik, jembatan itu sudah aman dilintasi. Namun, hanya roda dua. Roda empat masih belum bisa melintas. “Kalau roda empat tahun depan. Kita targetkan tahun depan semua kendaraan bisa melintasi jembatan itu,” jelasnya.

- Advertisement -

Meskipun sudah bisa dilintasi, lanjut Andik, pengerjaan masih berlanjut tahun depan. Rencananya akan dibangun tembok penahan di kedua sisi jembatan. Baik dari Trucuk maupun Bojonegoro. Itu dilakukan supaya jembatan aman dan semakin kuat. Anggaran yang dibutuhkan tahun depan sekitar Rp 8 miliar. 

Baca Juga :  Penggembokan untuk Menjaga Kondusif

“Itu sudah final. Tidak ada lagi pembangunan lagi setelah itu,” terang dia.

Secara keseluruhan, sejak 2016 hingga tahun depan, jembatan itu sudah menelan biaya Rp 100 miliar. Padahal, awalnya jembatan itu hanya dianggarkan Rp 50 miliar. 

Pembangunan jembatan membentang Sungai Bengawan Solo itu tidak lancar. Banyak kendala harus dihadapi. Salah satunya keterlambatan pengerjaan selama hampir satu tahun. Itu membuat rekanan harus menanggung beban denda tidak sedikit. Sebab, denda dihitung per mil setiap harinya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/