alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Wah! Bahan Baku Rotan Sintetis Mulai Dilirik nih

BOJONEGORO – Bahan baku rotan sintetis mulai menjadi pengganti serat rotan. Para pelaku usaha aksesori dan handmade mulai membutuhkan rotan sintesis. Termasuk diminati pengusaha kafe dan kuliner untuk interior.Ali Mahfud, salah satu pengusaha, mengatakan, rotan sintetis mulai digandrungi semua kalangan masyarakat, khususnya pengusaha kafe. Kombinasi warna yang apik dan tak kalah awet seperti rotan asli. 

Rotan sintetis, kata dia, juga lebih ramah lingkungan. Tidak perlu menebang jenis tumbuhan rotan setiap kali ada permintaan. Dan, memiliki banyak pilihan tekstur, warna, dan bentuk.

Selisih harganya pun tak banyak. Contohnya satu set perabot berupa dua kursi dan meja rotan asli sekitar Rp 1,2 juta. Sedangkan bahan rotan sintetis sekitar Rp 1,5 juta.

Baca Juga :  Muncul Nama Siluman, Beralasan Salah Input Data

”Selisihnya sedikit, karena memang bahannya lebih mahal rotan sintetis,” tuturnya. 

Warna-warna natural pada anyaman dari rotan asli tak variatif. Adapun tiga kafe besar di Bojonegoro yang sudah menjadi langganannya.

Sehingga, produksi handmade mulai menggunakan rotan sintetis. Salah satunya karena warna yang bervariasi. 

Karena terbuat dari plastik yang diolah, pewarnaan rotan sintetis pun lebih beragam. ”Rotan alami cenderung monoton, hanya menemukan warna cokelat ataupun maroon.

Namun, jika mencari rotan sintetis, bisa menemukan warna-warna lain lebih bervariasi,” jelasnya. 

Indriani, salah satu konsumen, mengatakan, perabot berbahan rotan sintetis itu awet dan kombinasi warnanya manis. Meskipun harganya selisih sedikit, dia termasuk konsumen mulai bosan dengan warna rotan asli. 

Baca Juga :  Belum Ada Laporan Kampanye via Media Sosial

Tetapi tergantung konsep yang ingin diusung ketika beli perabot. ”Rumah saya kan didesain modern minimalis, tentunya butuh perabot rotan sintetis. Beda lagi kalau saya desain rumah kuno, tentu cocoknya perabot rotan asli,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Bahan baku rotan sintetis mulai menjadi pengganti serat rotan. Para pelaku usaha aksesori dan handmade mulai membutuhkan rotan sintesis. Termasuk diminati pengusaha kafe dan kuliner untuk interior.Ali Mahfud, salah satu pengusaha, mengatakan, rotan sintetis mulai digandrungi semua kalangan masyarakat, khususnya pengusaha kafe. Kombinasi warna yang apik dan tak kalah awet seperti rotan asli. 

Rotan sintetis, kata dia, juga lebih ramah lingkungan. Tidak perlu menebang jenis tumbuhan rotan setiap kali ada permintaan. Dan, memiliki banyak pilihan tekstur, warna, dan bentuk.

Selisih harganya pun tak banyak. Contohnya satu set perabot berupa dua kursi dan meja rotan asli sekitar Rp 1,2 juta. Sedangkan bahan rotan sintetis sekitar Rp 1,5 juta.

Baca Juga :  Belum Ada Laporan Kampanye via Media Sosial

”Selisihnya sedikit, karena memang bahannya lebih mahal rotan sintetis,” tuturnya. 

Warna-warna natural pada anyaman dari rotan asli tak variatif. Adapun tiga kafe besar di Bojonegoro yang sudah menjadi langganannya.

Sehingga, produksi handmade mulai menggunakan rotan sintetis. Salah satunya karena warna yang bervariasi. 

Karena terbuat dari plastik yang diolah, pewarnaan rotan sintetis pun lebih beragam. ”Rotan alami cenderung monoton, hanya menemukan warna cokelat ataupun maroon.

Namun, jika mencari rotan sintetis, bisa menemukan warna-warna lain lebih bervariasi,” jelasnya. 

Indriani, salah satu konsumen, mengatakan, perabot berbahan rotan sintetis itu awet dan kombinasi warnanya manis. Meskipun harganya selisih sedikit, dia termasuk konsumen mulai bosan dengan warna rotan asli. 

Baca Juga :  Gelar Aksi Solidaritas Mahasiswa di Mapolres

Tetapi tergantung konsep yang ingin diusung ketika beli perabot. ”Rumah saya kan didesain modern minimalis, tentunya butuh perabot rotan sintetis. Beda lagi kalau saya desain rumah kuno, tentu cocoknya perabot rotan asli,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/