alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Duh, Belum Ada Kabar Regulasi SPBU Mini

BOJONEGORO – Regulasi mengatur saluran pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini hingga kini masih belum jelas. Sedangkan, jumlah SPBU mini di Bojonegoro justru semakin menjamur. Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Bojonegoro Agus Hariana mengatakan, jumlah SPBU mini saat ini tidak terhitung lagi.

Jumlahnya hampir sama dengan pedagang bensin eceran memakai botol. ‘’Jaraknya juga tidak ada batasnya,’’ katanya.

Menurut Agus, pemerintah pusat berencana membuat regulasi mengenai legalitas SPBU mini tersebut. Namun, hingga kini wacana mengenai regulasi sudah tidak terdengar lagi. Pihaknya, juga tidak mengetahui apakah regulasi itu akan dibuatkan atau tidak. 

‘’Saya tidak tahu. Saya juga menunggu kabar lebih jauh,’’ ujar mantan sekretaris badan lingkungan hidup (BLH) itu. 

Baca Juga :  Puluhan Aktivis Keluhkan Kenaikan┬áPajak Bangunan

Agus mengatakan, kebedaraan SPBU mini harus diatur. Sebab, belum ada standar keselamatananya. Jika ada regulasi jelas, tentu SPBU mini akan dilegalkan dengan aturan tertentu.

Misalnya, memakai pompa standarnya harus dari Pertamina dan sabagainya. ‘’Saat ini pompa digunakan tidak jelas,’’ jelasnya.  

Selain itu, jarak juga harus diatur. Jika setiap depan rumah warga ada, iklim usaha tidak bagus. Akan terjadi persaingan tidak sehat. Sehingga, diperlukan pengaturan jarak. Terpenting,  lanjut Agus, adalah tera pompa yang digunakan. 

Jika pompa ditera, ukurannya akan jelas. Apakah satu liter sesuai ada di angka nominal atau ada kekurangan. ‘’Ini yang paling utama. Selama ini SPBU mini tidak ada yang ditera,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Menurun, Tapi Jumlah Pom Mini Masih Tinggi

Saat ini, lanjut Agus, SPBU mini masih dikategorikan ilegal. Sehingga, belum bisa dilakukan tera atau pengaturan jarak.

Disdag juga tidak melakukan tera karena tidak ada legal formalnya. ‘’Kalau sudah legal bisa kita tera,’’ ucapnya.

BOJONEGORO – Regulasi mengatur saluran pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini hingga kini masih belum jelas. Sedangkan, jumlah SPBU mini di Bojonegoro justru semakin menjamur. Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Bojonegoro Agus Hariana mengatakan, jumlah SPBU mini saat ini tidak terhitung lagi.

Jumlahnya hampir sama dengan pedagang bensin eceran memakai botol. ‘’Jaraknya juga tidak ada batasnya,’’ katanya.

Menurut Agus, pemerintah pusat berencana membuat regulasi mengenai legalitas SPBU mini tersebut. Namun, hingga kini wacana mengenai regulasi sudah tidak terdengar lagi. Pihaknya, juga tidak mengetahui apakah regulasi itu akan dibuatkan atau tidak. 

‘’Saya tidak tahu. Saya juga menunggu kabar lebih jauh,’’ ujar mantan sekretaris badan lingkungan hidup (BLH) itu. 

Baca Juga :  Disdag Pastikan Tak Bertanggung Jawab

Agus mengatakan, kebedaraan SPBU mini harus diatur. Sebab, belum ada standar keselamatananya. Jika ada regulasi jelas, tentu SPBU mini akan dilegalkan dengan aturan tertentu.

Misalnya, memakai pompa standarnya harus dari Pertamina dan sabagainya. ‘’Saat ini pompa digunakan tidak jelas,’’ jelasnya.  

Selain itu, jarak juga harus diatur. Jika setiap depan rumah warga ada, iklim usaha tidak bagus. Akan terjadi persaingan tidak sehat. Sehingga, diperlukan pengaturan jarak. Terpenting,  lanjut Agus, adalah tera pompa yang digunakan. 

Jika pompa ditera, ukurannya akan jelas. Apakah satu liter sesuai ada di angka nominal atau ada kekurangan. ‘’Ini yang paling utama. Selama ini SPBU mini tidak ada yang ditera,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Malam Ini Kirab Tumpeng Koyo Projo

Saat ini, lanjut Agus, SPBU mini masih dikategorikan ilegal. Sehingga, belum bisa dilakukan tera atau pengaturan jarak.

Disdag juga tidak melakukan tera karena tidak ada legal formalnya. ‘’Kalau sudah legal bisa kita tera,’’ ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/