alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Launching Toserba Sigma, Kafe Edukasi, Edotel Sigma, dan Digilab Sigma

Radar Bojonegoro – Kondisi pandemi Covid-19 tak mengurungkan semangat SMK Negeri 1 Bojonegoro membuat aneka terobosan. Sekolah yang beralamat di Jalan Panglima Polim Nomor 50 itu baru saja me-launching beberapa produk. Di antarnaya Toserba Sigma, Kafe Edukasi, Edotel Sigma, dan Digilib Sigma.

Acara tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT. Pejabat lain yang juga hadir di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Jatim Wilayah Kabupaten Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S. Pd., M.M. dan Pengawas Pembina Drs. Teguh Supriyadi, M.M.

Wahid Wahyudi mengapresiasi produk-produk yang telah dibuat oleh SMK Negeri 1 Bojonegoro. Produk yang tentunya mampu menunjang keahlian para siswa. Dia juga telaah seluruh fasilitas sarana prasarana di SMK Negeri 1 Bojonegoro.

Dia juga menyarankan kepada SMK Negeri 1 Bojonegoro agar segera mengurus Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). “Seperti yang saya lihat tadi di sini sudah ada kitchen factory yang sudah produksi secara kontinyu, jadi saya harapkan jadi SMK BLUD,” tuturnya.

Baca Juga :  Aksi Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Dasar Masyarakat Marjinal

Dia juga menerangkan, bahwa di wilayah Jawa TImur sudah ada 20 SMK BLUD. Sehingga, sebaiknya segera mengurus legalitasnya. Agar nantinya apabila sudah menjadi BLUD, maka hasil usaha siswa bersama guru pembimbingnya bisa dimanfaatkan 100 persen untuk kepentingan sekolah. Jadi tidak harus disetor ke kas daerah.

“Produk-produk yang sudah dibuat SMKN 1 Bojonegoro ke depannya bisa membangkitkan jiwa-jiwa wirausaha,” tuturnya. Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Bojonegoro Fatkhurrokhim, M. Pd. menjelaskan, bahwa setiap produk yang dirilis tentunya untuk dimanfaatkan para siswanya mengimplementasikan ilmunya.

Selain itu, pihaknya juga menghidupkan ikatan alumni SMK Negeri 1 Bojonegoro. Karena ada banyak alumni yang sudah berwirausaha. “Sehingga seringkali para alumni menggandeng adik-adik tingkatnya untuk kerja bareng mereka,” bebernya.

Baca Juga :  Semua Cuci Mobil Belum Miliki IPAL

Toserba Sigma nantinya bergerak di bidang bisnis dan manajemen. Edotel bergerak di bidang akomodasi perhotelan. Lalu, Kafe Edukasi ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh jurusan. Karena sistemnya kafe tersebut akan menjadi ruang bertemunya alumni dan siswa-siswa yang akan lulus.

Pihaknya merangkul alumni untuk memberikan motivasi dan inspirasi di Kafe Edukasi tersebut. “Sedangkan Digilib Smea merupakan perpustakaan digital yang bisa diakses para siswa dari rumah. Hal ini menjawab kondisi pandemi Covid-19,” tambahnya.

Perlu diketahui, di SMK Negeri 1 Bojonegoro ada sembilan jurusan atau program studi. Di antaranya ; Tata Boga, Multimedia, Teknik Komputer Jaringan, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, Akuntasi dan Keuangan Lembaga, Perhotelan, Tata Busana, Dan Perbankan dan Keuangan Mikro. 

Radar Bojonegoro – Kondisi pandemi Covid-19 tak mengurungkan semangat SMK Negeri 1 Bojonegoro membuat aneka terobosan. Sekolah yang beralamat di Jalan Panglima Polim Nomor 50 itu baru saja me-launching beberapa produk. Di antarnaya Toserba Sigma, Kafe Edukasi, Edotel Sigma, dan Digilib Sigma.

Acara tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT. Pejabat lain yang juga hadir di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Jatim Wilayah Kabupaten Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S. Pd., M.M. dan Pengawas Pembina Drs. Teguh Supriyadi, M.M.

Wahid Wahyudi mengapresiasi produk-produk yang telah dibuat oleh SMK Negeri 1 Bojonegoro. Produk yang tentunya mampu menunjang keahlian para siswa. Dia juga telaah seluruh fasilitas sarana prasarana di SMK Negeri 1 Bojonegoro.

Dia juga menyarankan kepada SMK Negeri 1 Bojonegoro agar segera mengurus Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). “Seperti yang saya lihat tadi di sini sudah ada kitchen factory yang sudah produksi secara kontinyu, jadi saya harapkan jadi SMK BLUD,” tuturnya.

Baca Juga :  Sujud Syukur, Lakukan Ulang Tahun untuk Sapi

Dia juga menerangkan, bahwa di wilayah Jawa TImur sudah ada 20 SMK BLUD. Sehingga, sebaiknya segera mengurus legalitasnya. Agar nantinya apabila sudah menjadi BLUD, maka hasil usaha siswa bersama guru pembimbingnya bisa dimanfaatkan 100 persen untuk kepentingan sekolah. Jadi tidak harus disetor ke kas daerah.

“Produk-produk yang sudah dibuat SMKN 1 Bojonegoro ke depannya bisa membangkitkan jiwa-jiwa wirausaha,” tuturnya. Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Bojonegoro Fatkhurrokhim, M. Pd. menjelaskan, bahwa setiap produk yang dirilis tentunya untuk dimanfaatkan para siswanya mengimplementasikan ilmunya.

Selain itu, pihaknya juga menghidupkan ikatan alumni SMK Negeri 1 Bojonegoro. Karena ada banyak alumni yang sudah berwirausaha. “Sehingga seringkali para alumni menggandeng adik-adik tingkatnya untuk kerja bareng mereka,” bebernya.

Baca Juga :  Santunan Anak Yatim Diprediksi Cair September

Toserba Sigma nantinya bergerak di bidang bisnis dan manajemen. Edotel bergerak di bidang akomodasi perhotelan. Lalu, Kafe Edukasi ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh jurusan. Karena sistemnya kafe tersebut akan menjadi ruang bertemunya alumni dan siswa-siswa yang akan lulus.

Pihaknya merangkul alumni untuk memberikan motivasi dan inspirasi di Kafe Edukasi tersebut. “Sedangkan Digilib Smea merupakan perpustakaan digital yang bisa diakses para siswa dari rumah. Hal ini menjawab kondisi pandemi Covid-19,” tambahnya.

Perlu diketahui, di SMK Negeri 1 Bojonegoro ada sembilan jurusan atau program studi. Di antaranya ; Tata Boga, Multimedia, Teknik Komputer Jaringan, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, Akuntasi dan Keuangan Lembaga, Perhotelan, Tata Busana, Dan Perbankan dan Keuangan Mikro. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/