alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Pemalakan Atasnama Pers Kembali Terjadi 

BOJONEGORO –  Nama pers kembali tercoreng. Fenomena tahunan pemalak yang bermodus minta bantuan dan mengatasnamakan pers kembali terjadi. 

Sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro menerima pesan yang intinya meminta sumbangan atas nama pers kemarin (5/10). 

Beberapa pejabat teras Pemkab Bojonegoro sempat menelepon ke sejumlah redaksi Jawa Pos Bojonegoro untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut. 

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro, Pesan melalui SMS yang dikirim ke sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro tersebut meminta sumbangan untuk Ary Siswanto yang sedang di rawat di RS dr Soetomo Surabaya. 

”Menggunakan nama pers, ini sangat meresahkan,” kata salah seorang pegawai pemkab enggan disebut namanya. 

Apalagi pemalak mengaku atas nama  Zaki, dari staf pers  Jawa Pos. 

Baca Juga :  Tipu Calon Pekerja Rp 25 Juta

Si pengirim pesan atas nama Zaki ini menggunakan nomor 082330615935 dan 082144164495 untuk meminta pejabat mengirim uang nomor rekening Ary Siswanto.

Salah satu pejabat teras  Pemkab Bojonegoro juga mengungkapkan, pengirim pesan tersebut juga meminta nomor sejumlah pejabat ke dirinya.

Namun, dirinya curiga karena dia meminta hampir banyak nama pejabat Bojonegoro.  ”Saya akhirnya verifikasi apa benar ada wartawan Jawa Pos di Bojonegoro bernama Zaki, ternyata tidak ada,’’ujarnya.   

Sementara itu , Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro Anas AG menegaskan, wartawan tidak diperbolehkan meminta atau menerima uang dari pejabat dan narasumber.

”Apalagi meminta dengan paksaan, sangat dilarang,’’ujar Anas. Wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro tertera resmi di boks redaksi. Selain itu, juga ada wartawan magang yang dibekali surat tugas. 

Baca Juga :  DPRD Dorong Pers Menjadi Penyeimbang Demokrasi

Karena itu, Anas mengimbau kepada pejabat dan masyarakat jika ada yang mengatasnamakan pers meminta uang agar tak digubris. 

”Kasus SMS meminta uang kepada pejabat atas nama media tertentu seperti Jawa Pos atau Radar Bojonegoro  terjadi hampir tiap tahun.

Kalau ada SMS meminta uang seperti itu tak perlu diladeni,’’tegas ketua AJI Bojonegoro ini. 

BOJONEGORO –  Nama pers kembali tercoreng. Fenomena tahunan pemalak yang bermodus minta bantuan dan mengatasnamakan pers kembali terjadi. 

Sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro menerima pesan yang intinya meminta sumbangan atas nama pers kemarin (5/10). 

Beberapa pejabat teras Pemkab Bojonegoro sempat menelepon ke sejumlah redaksi Jawa Pos Bojonegoro untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut. 

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro, Pesan melalui SMS yang dikirim ke sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro tersebut meminta sumbangan untuk Ary Siswanto yang sedang di rawat di RS dr Soetomo Surabaya. 

”Menggunakan nama pers, ini sangat meresahkan,” kata salah seorang pegawai pemkab enggan disebut namanya. 

Apalagi pemalak mengaku atas nama  Zaki, dari staf pers  Jawa Pos. 

Baca Juga :  Masih Memungkinan Gagal , Perjuangan K-2 Mengikuti Seleksi PPPK

Si pengirim pesan atas nama Zaki ini menggunakan nomor 082330615935 dan 082144164495 untuk meminta pejabat mengirim uang nomor rekening Ary Siswanto.

Salah satu pejabat teras  Pemkab Bojonegoro juga mengungkapkan, pengirim pesan tersebut juga meminta nomor sejumlah pejabat ke dirinya.

Namun, dirinya curiga karena dia meminta hampir banyak nama pejabat Bojonegoro.  ”Saya akhirnya verifikasi apa benar ada wartawan Jawa Pos di Bojonegoro bernama Zaki, ternyata tidak ada,’’ujarnya.   

Sementara itu , Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro Anas AG menegaskan, wartawan tidak diperbolehkan meminta atau menerima uang dari pejabat dan narasumber.

”Apalagi meminta dengan paksaan, sangat dilarang,’’ujar Anas. Wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro tertera resmi di boks redaksi. Selain itu, juga ada wartawan magang yang dibekali surat tugas. 

Baca Juga :  Jangan Sembarangan Pilih Prodi

Karena itu, Anas mengimbau kepada pejabat dan masyarakat jika ada yang mengatasnamakan pers meminta uang agar tak digubris. 

”Kasus SMS meminta uang kepada pejabat atas nama media tertentu seperti Jawa Pos atau Radar Bojonegoro  terjadi hampir tiap tahun.

Kalau ada SMS meminta uang seperti itu tak perlu diladeni,’’tegas ketua AJI Bojonegoro ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/