alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Kunjungan Bupati di Desa Terdampak Kekeringan

TUBAN – Untuk melihat langsung kondisi warga terdampak kekeringan, beberapa hari terakhir bupati Fathul Huda terjun langsung dan ikut mendistribusikan air bersih di sejumlah desa terdampak kekeringan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menjamin kebutuhan air bersih di masing-masing desa terdampak kekeringan. Karena itu, warga diharapkan tidak panik terkait kekurangan air bersih selama berlangsung musim kemarau.

‘’Melalui BPBD (badan penanggulangan bencana daerah), kebutuhan air bersih bakal terus dipenuhi,’’ tutur dia yang kemudian disambut warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek dengan wajah berbinar-binar dan senyum sumringah. 

Selain memberikan kepastian tercukupinya kebutuhan air bersih, kehadiran bupati di tengah-tengah masyarakat juga untuk menunjukkan kepedulian seorang pemimpin terhadap warganya yang terdampak kekeringan.

Baca Juga :  Inflasi Tetap Terkendali di Tengah Meningkatnya Demand Manufaktur

Tak pelak, kehadiran bupati dua periode ini mendapat sambutan hangat dari warga. ‘’Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan air bersih di desa terdampak selalu tercukupi. Dan, alhamdulillah kebutuhan air bersih selalu terpenuhi,’’ ujarnya.

Pemkab Tuban, lanjut bupati, melalui sejumlah programnya berkomitmen mencari solusi memenuhi air bersih secara permanen di titik-titik wilayah terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Baik melalui program pengeboran sumber air bawah tanah (ABT) maupun pipanisasi.

Namun, diakuinya, pemenuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan dengan program pengeboran dan pipanisasi itu tidak semudah membalik telapak tangan.

‘’Ada yang sudah diuji dengan menggunakan geolistrik (alat mencari titik sumber air), tapi masih belum berhasil juga. Inilah yang menjadi kendala tidak adanya sumber mata air,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jajaki Investasi Air Bersih

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid mengatakan, peninjauan wilayah terdampak oleh bupati bakal terus berlanjut di sejumlah titik-titik terdampak kekeringan.

Sejumlah desa yang sudah dikunjungi, meliputi, Sidonganti, Kecamatan Kerek; Desa Nguluhan dan Maindu, Kecamatan Montong.

‘’Selain melihat langsung kondisi warga yang terdampak kekeringan, bupati juga menyampaikan sejumlah program pemkab kepada warga,’’ jelasnya.

Seperti di Sidonganti, lanjut dia, bupati menyampaikan rencana pipanisasi setelah berhasil melakukan pengeboran di desa setempat.

‘’Proses inilah yang diharapkan warga, bertemu langsung dengan bupati dan menyampaikan harapannya,’’ tandasnya.

TUBAN – Untuk melihat langsung kondisi warga terdampak kekeringan, beberapa hari terakhir bupati Fathul Huda terjun langsung dan ikut mendistribusikan air bersih di sejumlah desa terdampak kekeringan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menjamin kebutuhan air bersih di masing-masing desa terdampak kekeringan. Karena itu, warga diharapkan tidak panik terkait kekurangan air bersih selama berlangsung musim kemarau.

‘’Melalui BPBD (badan penanggulangan bencana daerah), kebutuhan air bersih bakal terus dipenuhi,’’ tutur dia yang kemudian disambut warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek dengan wajah berbinar-binar dan senyum sumringah. 

Selain memberikan kepastian tercukupinya kebutuhan air bersih, kehadiran bupati di tengah-tengah masyarakat juga untuk menunjukkan kepedulian seorang pemimpin terhadap warganya yang terdampak kekeringan.

Baca Juga :  Murah dan Mudah Didapatkan, Tren Parfum Meningkat

Tak pelak, kehadiran bupati dua periode ini mendapat sambutan hangat dari warga. ‘’Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan air bersih di desa terdampak selalu tercukupi. Dan, alhamdulillah kebutuhan air bersih selalu terpenuhi,’’ ujarnya.

Pemkab Tuban, lanjut bupati, melalui sejumlah programnya berkomitmen mencari solusi memenuhi air bersih secara permanen di titik-titik wilayah terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Baik melalui program pengeboran sumber air bawah tanah (ABT) maupun pipanisasi.

Namun, diakuinya, pemenuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan dengan program pengeboran dan pipanisasi itu tidak semudah membalik telapak tangan.

‘’Ada yang sudah diuji dengan menggunakan geolistrik (alat mencari titik sumber air), tapi masih belum berhasil juga. Inilah yang menjadi kendala tidak adanya sumber mata air,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih Meluas 65 Desa

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid mengatakan, peninjauan wilayah terdampak oleh bupati bakal terus berlanjut di sejumlah titik-titik terdampak kekeringan.

Sejumlah desa yang sudah dikunjungi, meliputi, Sidonganti, Kecamatan Kerek; Desa Nguluhan dan Maindu, Kecamatan Montong.

‘’Selain melihat langsung kondisi warga yang terdampak kekeringan, bupati juga menyampaikan sejumlah program pemkab kepada warga,’’ jelasnya.

Seperti di Sidonganti, lanjut dia, bupati menyampaikan rencana pipanisasi setelah berhasil melakukan pengeboran di desa setempat.

‘’Proses inilah yang diharapkan warga, bertemu langsung dengan bupati dan menyampaikan harapannya,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/