alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Dua Bulan Bengawan Tercemar, Bakorwil Janji Tinjau Lokasi

Radar Bojonegoro – Pencemaran air Bengawan Solo sudah terjadi sejak akhir Juli lalu. Namun, hingga kemarin (5/9) masih terus terjadi. Dampaknya banyak ikan mati dan membuat warga di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo resah. Khususnya nelayan di Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo.

Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani mengatakan, pencemaran Benga wan Solo sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu. Pencemaran terjadi karena pembungan limbah di hulu sungai. “Banjir limbah lagi Jumat (3/9) malam, dan sudah kesekian kalinya,” ungkapnya kemarin (5/9).

Kasmani menjelaskan, limbah yang mencemari Bengawan Solo merusak habibat ikan. Akibatnya banyak ditemukan ikan kecil mati di tepi aliran bengawan. Dan akan mengancam populasi ikan.

Baca Juga :  Hobi ''Gila'' yang Dikonteskan

“Banyak (ikan kecil mati), itu baru yang menyangkut di bebatuan, belum lagi yang terbawa arus,” terangnya.

Menurut Kasmani, pencemaran yang membuat ikan-ikan mati meresahkan warga Desa Kalangan. Khususnya yang berprofesi sebagai nelayan. Sebab tangkapan ikan berkurang, dan khawatir jika pencemaran terus terjadi, mengancam populasi ikan di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Selain banyak ikan kecil mati, ikan berukuran lebih besar juga mabuk. Sehingga dimanfaatkan warga untuk menangkap hanya dengan seser. Bahkan warga Kabupaten Ngawi menyerbu Bengawan Solo di area Desa Kalangan demi mendapatkan ikan. “Ada yang naik mobil maupun motor,” ujarnya.

Kasmani meminta pihak-pihak terkait segera melakukan penanganan. Sehingga pencemaran tidak terjadi terus-menerus. Kasubbid Sarana dan Prasarana Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan akan melaporkan pencemaran Bengawan Solo ke pimpinan terlebih dulu. Kemudian baru ditindaklajuti dengan meninjau lokasi secara langsung. “Kami laporkan ke Kepala Bakorwil dulu,” ungkapnya. (irv)

Baca Juga :  Dua Periode Kepemimpinan Huda-Noor, Sukses Menurunkan Angka Kemiskinan

Radar Bojonegoro – Pencemaran air Bengawan Solo sudah terjadi sejak akhir Juli lalu. Namun, hingga kemarin (5/9) masih terus terjadi. Dampaknya banyak ikan mati dan membuat warga di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo resah. Khususnya nelayan di Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo.

Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani mengatakan, pencemaran Benga wan Solo sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu. Pencemaran terjadi karena pembungan limbah di hulu sungai. “Banjir limbah lagi Jumat (3/9) malam, dan sudah kesekian kalinya,” ungkapnya kemarin (5/9).

Kasmani menjelaskan, limbah yang mencemari Bengawan Solo merusak habibat ikan. Akibatnya banyak ditemukan ikan kecil mati di tepi aliran bengawan. Dan akan mengancam populasi ikan.

Baca Juga :  Gadis ini Miliki Obsesi Mengabdi sebagai Bidan di Papua

“Banyak (ikan kecil mati), itu baru yang menyangkut di bebatuan, belum lagi yang terbawa arus,” terangnya.

Menurut Kasmani, pencemaran yang membuat ikan-ikan mati meresahkan warga Desa Kalangan. Khususnya yang berprofesi sebagai nelayan. Sebab tangkapan ikan berkurang, dan khawatir jika pencemaran terus terjadi, mengancam populasi ikan di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Selain banyak ikan kecil mati, ikan berukuran lebih besar juga mabuk. Sehingga dimanfaatkan warga untuk menangkap hanya dengan seser. Bahkan warga Kabupaten Ngawi menyerbu Bengawan Solo di area Desa Kalangan demi mendapatkan ikan. “Ada yang naik mobil maupun motor,” ujarnya.

Kasmani meminta pihak-pihak terkait segera melakukan penanganan. Sehingga pencemaran tidak terjadi terus-menerus. Kasubbid Sarana dan Prasarana Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan akan melaporkan pencemaran Bengawan Solo ke pimpinan terlebih dulu. Kemudian baru ditindaklajuti dengan meninjau lokasi secara langsung. “Kami laporkan ke Kepala Bakorwil dulu,” ungkapnya. (irv)

Baca Juga :  Selidiki Pekerja Tewas Terjepit Mesin Penggiling

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/