alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

83 Desa Berpotensi Konflik

LAMONGAN, Radar Lamongan – Polres Lamongan akhirnya membuka data terkait desa – desa berpotensi konflik saat pemilihan kepala desa (pilkades) serentak nanti (15/9). Dari 385 desa yang menggelar pilkades, menurut Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, saat ini pihaknya lebih fokus pada 83 desa.

Dia menjelaskan, setiap ada penyelenggaraan pesta demokrasi, satgas keamanan membuat pedoman utama. Aturan itu menjadi landasan untuk memetakan desa-desa yang memiliki potensi permasalahan.

‘’Kita punya acuan, tapi jumlah tersebut dinamis dan bisa berubah,” jelasnya.

Dia menambahkan, jajaran satgas keamanan memiliki indikator yang menjadi penilaian. Beberapa desa yang dianggap berpotensi itu segera ditemukan solusinya. Salah satu contohnya, desa yang terdapat calon dari salah satu dusun yang tidak lolos pendaftaran. Sementara calon dari dusun lain, lolos. Calon tidak lolos memaksa karena ada oknum yang memboncengi.

Baca Juga :  Jauh Dari Pantauan, PKL Membandel di Beberapa Area ini

Kapolres mengaku sudah mengantongi semua kemungkinan dan permasalahan tersebut. Penilaian yang dilakukan pihaknya obyektif dan tetap berpedoman pada aturan berlaku.

Asisten Tata Praja, M Nalikan, mengatakan, pilkades tahun ini tercatat jumlah desanya terbanyak. Dia berharap pilkades bisa lancar dan damai. Saat ini, tahapannya sudah memasuki pencetakan surat suara. Desa yang menyelenggarakan pilkades juga bisa mencairkan bantuan untuk kegiatan operasional dan sosialisasi.

Rencananya, kampanye serentak dilaksanakan Senin (9/9). “Nanti ada tiga hari masa kampanye dan difasilitasi desa,” ujarnya kemarin (5/9).

Pilkades yang digelar pada 385 desa tahun ini diikuti 897 calon. Dari jumlah tersebut, 303 calon incumbent, 41 calon mantan kades, dan 50 calon memiliki hubungan kekeluargaan.

Baca Juga :  Teka Teki Bustomi dan Demerson

Bupati Lamongan, Fadeli, menuturkan, pembangunan harus dimulai dari tingkat desa. Dia berharap pilkades tahun ini bisa melahirkan pemimpin yang memiliki pemikiran maju dan mampu mengelola dana desa dengan baik. Dia juga berharap agar pengelolaan itu tidak melulu soal fisik. Juga pemberdayaan ekonomi harus ditingkatkan. “Kalau ekonomi desa maju maka kabupaten ini juga bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Polres Lamongan akhirnya membuka data terkait desa – desa berpotensi konflik saat pemilihan kepala desa (pilkades) serentak nanti (15/9). Dari 385 desa yang menggelar pilkades, menurut Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, saat ini pihaknya lebih fokus pada 83 desa.

Dia menjelaskan, setiap ada penyelenggaraan pesta demokrasi, satgas keamanan membuat pedoman utama. Aturan itu menjadi landasan untuk memetakan desa-desa yang memiliki potensi permasalahan.

‘’Kita punya acuan, tapi jumlah tersebut dinamis dan bisa berubah,” jelasnya.

Dia menambahkan, jajaran satgas keamanan memiliki indikator yang menjadi penilaian. Beberapa desa yang dianggap berpotensi itu segera ditemukan solusinya. Salah satu contohnya, desa yang terdapat calon dari salah satu dusun yang tidak lolos pendaftaran. Sementara calon dari dusun lain, lolos. Calon tidak lolos memaksa karena ada oknum yang memboncengi.

Baca Juga :  Senang Abadikan Momen

Kapolres mengaku sudah mengantongi semua kemungkinan dan permasalahan tersebut. Penilaian yang dilakukan pihaknya obyektif dan tetap berpedoman pada aturan berlaku.

Asisten Tata Praja, M Nalikan, mengatakan, pilkades tahun ini tercatat jumlah desanya terbanyak. Dia berharap pilkades bisa lancar dan damai. Saat ini, tahapannya sudah memasuki pencetakan surat suara. Desa yang menyelenggarakan pilkades juga bisa mencairkan bantuan untuk kegiatan operasional dan sosialisasi.

Rencananya, kampanye serentak dilaksanakan Senin (9/9). “Nanti ada tiga hari masa kampanye dan difasilitasi desa,” ujarnya kemarin (5/9).

Pilkades yang digelar pada 385 desa tahun ini diikuti 897 calon. Dari jumlah tersebut, 303 calon incumbent, 41 calon mantan kades, dan 50 calon memiliki hubungan kekeluargaan.

Baca Juga :  Tahu dari Televisi, Tempuh 45 Km untuk Belajar

Bupati Lamongan, Fadeli, menuturkan, pembangunan harus dimulai dari tingkat desa. Dia berharap pilkades tahun ini bisa melahirkan pemimpin yang memiliki pemikiran maju dan mampu mengelola dana desa dengan baik. Dia juga berharap agar pengelolaan itu tidak melulu soal fisik. Juga pemberdayaan ekonomi harus ditingkatkan. “Kalau ekonomi desa maju maka kabupaten ini juga bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Gaji Jauh di Bawah UMK

Ditunggu, Surat Suara Pilpres 2019 

Pembangunan Gedung DPRD Molor

Artikel Terbaru


/