alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Minimarket Beralih Izin Toko Kelontong

LAMONGAN – Delapan minimarket atau toko modern mengajukan permohonan izin untuk beralih menjadi toko kelontong. Jumlah tersebut dari 16 toko modern yang sebelumnya dilakukan penutupan.

Akhir Agustus lalu, satpol PP menyegel 12 toko modern. Penyegelan dilanjutkan dengan mendatangi empat toko modern, Senin (4/9). Yakni, minimarket di Kecamatan Sugio dan Kecamatan Kedungpring. Serta, dua lokasi di Kecamatan Pucuk. 

Penyegelan 16 toko modern tersebut karena melanggar peraturan daerah (perda). Salah satunya karena lokasi toko minimarket itu dekat dengan pasar tradisional. ’’Sampai sekarang baru delapan tempat toko modern mengajukan surat beralih menjadi toko kelontong. Layaknya toko seperti pasar tradisional,’’ kata Kabid Penegakan Hukum Satpol PP Lamongan Sapari, kemarin (5/9).

Baca Juga :  Pagu 25 SMPN Belum Terpenuhi

Toko modern yang berubah menjadi toko kelontong, kata Sapari, tentu dengan sistem administrasi manual. Tak lagi menggunakan komputer. Serta, semua atribut dan logo minimarket tidak diperbolehkan sama sekali. 

Termasuk tidak boleh menjual barang-barang yang memiliki logo tersebut. Serta, karyawan juga tidak dibolehkan memakai seragam minimarket tersebut. ’’Billboard yang menunjukkan toko modern tetap tidak boleh dipasang. Semuanya harus bersih dari tanda-tanda (minimarket),’’ tegasnya.

Meski sudah menyegel 16 minimarket, namun barang-barangnya masih di dalam toko. Pengeluaran barang menunggu pihak pengelola sendiri. ’’Pembukaan segel tentunya harus datang ke kantor terlebih dahulu dengan memberikan surat pemberitahuan pengambilan barang yang ada di dalam,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pemilik minimarket sudah diberikan batasan waktu untuk memindahkan barang yang ada di dalam. Namun, tak menghiraukan dan tetap memaksa beroperasi. Akhirnya, satpol melakukan penutupan.

Baca Juga :  Fokus Tanaman Mengurangi Polusi Udara

Sesuai regulasi, pemilik minimarket itu melanggar Perda Nomor Tahun 2012. Salah satunya, pusat perbelanjaan pasar modern mendirikan minimarket minimal jarak dari pasar tradisional sekitar 500 meter. Penutupan juga karena surat izin mendirikan bangunan (IMB) atau TDP juga IUTM sudah mati, sehingga dilakukan penutupan. 

LAMONGAN – Delapan minimarket atau toko modern mengajukan permohonan izin untuk beralih menjadi toko kelontong. Jumlah tersebut dari 16 toko modern yang sebelumnya dilakukan penutupan.

Akhir Agustus lalu, satpol PP menyegel 12 toko modern. Penyegelan dilanjutkan dengan mendatangi empat toko modern, Senin (4/9). Yakni, minimarket di Kecamatan Sugio dan Kecamatan Kedungpring. Serta, dua lokasi di Kecamatan Pucuk. 

Penyegelan 16 toko modern tersebut karena melanggar peraturan daerah (perda). Salah satunya karena lokasi toko minimarket itu dekat dengan pasar tradisional. ’’Sampai sekarang baru delapan tempat toko modern mengajukan surat beralih menjadi toko kelontong. Layaknya toko seperti pasar tradisional,’’ kata Kabid Penegakan Hukum Satpol PP Lamongan Sapari, kemarin (5/9).

Baca Juga :  Tak Terawat, Pohon di Taman Rajekwesi Kering

Toko modern yang berubah menjadi toko kelontong, kata Sapari, tentu dengan sistem administrasi manual. Tak lagi menggunakan komputer. Serta, semua atribut dan logo minimarket tidak diperbolehkan sama sekali. 

Termasuk tidak boleh menjual barang-barang yang memiliki logo tersebut. Serta, karyawan juga tidak dibolehkan memakai seragam minimarket tersebut. ’’Billboard yang menunjukkan toko modern tetap tidak boleh dipasang. Semuanya harus bersih dari tanda-tanda (minimarket),’’ tegasnya.

Meski sudah menyegel 16 minimarket, namun barang-barangnya masih di dalam toko. Pengeluaran barang menunggu pihak pengelola sendiri. ’’Pembukaan segel tentunya harus datang ke kantor terlebih dahulu dengan memberikan surat pemberitahuan pengambilan barang yang ada di dalam,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pemilik minimarket sudah diberikan batasan waktu untuk memindahkan barang yang ada di dalam. Namun, tak menghiraukan dan tetap memaksa beroperasi. Akhirnya, satpol melakukan penutupan.

Baca Juga :  Tuban 3 v Banyuwangi 0

Sesuai regulasi, pemilik minimarket itu melanggar Perda Nomor Tahun 2012. Salah satunya, pusat perbelanjaan pasar modern mendirikan minimarket minimal jarak dari pasar tradisional sekitar 500 meter. Penutupan juga karena surat izin mendirikan bangunan (IMB) atau TDP juga IUTM sudah mati, sehingga dilakukan penutupan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/