alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kunker Ditunda, DPRD Fokus Awasi Kinerja OPD

Radar Bojonegoro – Kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Bojonegoro ke luar daerah ditunda sejak empat bulan lalu. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum kondusif. Para wakil rakyat kini fokus mengoptimalkan fungsi kontrol dan pengawasan mengawal program-program tiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengungkapkan, bahwa sebenarnya diagendakan kunker ke Kementerian Pertanian kemarin (5/8). Namun karena adanya perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), agenda tersebut ditunda. Karena adanya penundaan kunker lagi, pihaknya mengaku akan fokus mengawal penyerapan anggaran refocusing Covid-19.

Menurutnya penyerapan anggaran refocusing sebesar Rp 156 miliar masih cukup lamban. Laporan terakhir dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Bojonegoro, anggaran baru terserap Rp 36 miliar. “Kami fokus mengawal penyerapan anggaran refocusing Covid-19. Tentu agar eksekutif mampu menyerap anggaran itu secara optimal,” tuturnya.

Baca Juga :  Dewan Pengupahan Lamongan Usulkan UMK Naik 5 Persen

Wakil Ketua DPRD Bojo negoro Sukur Priyanto menga takan, memang pimpinan DPRD Bojonegoro sudah menyepakati menunda agenda kunker ke luar daerah bulan ini. Sehingga kemungkinan terkait penjadwalan agenda bulan ini akan dirapatkan kembali oleh badan musya warah (bamus).

“Kemungkinan minggu depan akan dilakukan reschedule untuk agenda selama satu bulan ini oleh bamus,” kata Sukur. Pihaknya akan mengoptimalkan diskusi, rapat, dan koordinasi dengan tiap OPD terus berjalan. Ia juga menambahkan, minggu depan di komisi C DPRD juga menggelar rapat hearing dengan para OPD terkait.

Radar Bojonegoro – Kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Bojonegoro ke luar daerah ditunda sejak empat bulan lalu. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum kondusif. Para wakil rakyat kini fokus mengoptimalkan fungsi kontrol dan pengawasan mengawal program-program tiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengungkapkan, bahwa sebenarnya diagendakan kunker ke Kementerian Pertanian kemarin (5/8). Namun karena adanya perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), agenda tersebut ditunda. Karena adanya penundaan kunker lagi, pihaknya mengaku akan fokus mengawal penyerapan anggaran refocusing Covid-19.

Menurutnya penyerapan anggaran refocusing sebesar Rp 156 miliar masih cukup lamban. Laporan terakhir dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Bojonegoro, anggaran baru terserap Rp 36 miliar. “Kami fokus mengawal penyerapan anggaran refocusing Covid-19. Tentu agar eksekutif mampu menyerap anggaran itu secara optimal,” tuturnya.

Baca Juga :  Misi Amankan Lolos Fase Grup

Wakil Ketua DPRD Bojo negoro Sukur Priyanto menga takan, memang pimpinan DPRD Bojonegoro sudah menyepakati menunda agenda kunker ke luar daerah bulan ini. Sehingga kemungkinan terkait penjadwalan agenda bulan ini akan dirapatkan kembali oleh badan musya warah (bamus).

“Kemungkinan minggu depan akan dilakukan reschedule untuk agenda selama satu bulan ini oleh bamus,” kata Sukur. Pihaknya akan mengoptimalkan diskusi, rapat, dan koordinasi dengan tiap OPD terus berjalan. Ia juga menambahkan, minggu depan di komisi C DPRD juga menggelar rapat hearing dengan para OPD terkait.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/