alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

896 ASN Jalani Tes Rapid, 1 Kabag Positif

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Sebanyak 896 aparatur sipil negara (ASN) menjalani rapid test kemarin (5/8). Tes digelar serentak di 19 organisasi perangkat daerah (OPD). Tes dalam skala besar ini memastikan ada enam pegawai hasilnya reaktif Covid-19.

Tes ini sebagai pencegahan awal agar virus korona tak menyebar di lingkup dinas pemkab. Apalagi, kekhawatiran setelah adanya satu pejabat pemkab yang terpapar Covid-19. Pejabat tersebut merupakan salah satu kepala bagian (kabag) di sekretariat daerah (setda) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ani Pujiningrum mengatakan, rapid test kali ini dilaksanakan di 19 OPD.

Tes dilakukan untuk melakukan skrining awal untuk mengetahui adanya penularan Covid-19 di jajaran ASN. ‘’Ini untuk skrining awal saja. Untuk mendeteksi ada dan tidaknya penularan Covid-19,’’ jelasnya. Sebelumnya, satu pejabat di Pemkab Bojonegoro dinyatakan positif Covid-19. Tidak hanya pejabat, sejumlah staf pejabat tersebut juga dinyatakan positif. Saat ini, pejabat itu tengah dalam perawatan intensif di RSUD dr Sosodoro Djatikoesomo.

Baca Juga :  129 Pohon Jati Belum Ditebang

‘’Ya memang benar ada satu pejabat pemkab yang positif. Tapi, dilakukannya rapid ini bukan karena itu. Ini hanya untuk skrining awal,’’ jelas mantan direktur RSUD Padangan itu. Ani menjelaskan, salah satu pejabat di lingkup pemkab itu kini kondisinya membaik.

Jika kondisi itu berlangsung terus, kemungkinan sembuh cukup tinggi. Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin mengatakan, satu pejabat yang positif Covid-19 itu ada di lingkup setda. Kini, pejabat itu tengah diisolasi di RSUD. ‘’Identitas tidak bisa disebutkan,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Masirin menjelaskan, rapid test kemarin dilaksanakan bukan karena adanya positif itu. Namun, karena selama ini sejumlah OPD memang ada yang belum pernah rapid test. ‘’Sehingga dilakukan rapid masal di sejumlah OPD itu,’’ jelasnya. Totalnya ada 19 OPD.

Baca Juga :  Waspadai Omicron, Siapkan Gedung Korpri

Jumlah ASN yang mengikuti rapid itu mencapai 896 orang. Dari jumlah itu ada enam yang dinyatakan reaktif. Enam pegawai yang reaktif itu di dinas kebudayaan dan pariwisata, dinas tenaga kerja dan transmigrasi, dinas perdagangan, dinas P3AKB, dinas PU bina marga dan tata ruang.

‘’Mereka yang dinyatakan reaktif langsung dilanjutkan swab test,’’ jelasnya. Saat ini jumlah pasien positif di Bojonegoro terus menurun. Hingga Selasa malam, jumlah yang positif hanya tersisa 24 orang. Jumlah itu bisa terus menurun jika jumlah yang positif tidak bertambah.

Radar Bojonegoro – Sebanyak 896 aparatur sipil negara (ASN) menjalani rapid test kemarin (5/8). Tes digelar serentak di 19 organisasi perangkat daerah (OPD). Tes dalam skala besar ini memastikan ada enam pegawai hasilnya reaktif Covid-19.

Tes ini sebagai pencegahan awal agar virus korona tak menyebar di lingkup dinas pemkab. Apalagi, kekhawatiran setelah adanya satu pejabat pemkab yang terpapar Covid-19. Pejabat tersebut merupakan salah satu kepala bagian (kabag) di sekretariat daerah (setda) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ani Pujiningrum mengatakan, rapid test kali ini dilaksanakan di 19 OPD.

Tes dilakukan untuk melakukan skrining awal untuk mengetahui adanya penularan Covid-19 di jajaran ASN. ‘’Ini untuk skrining awal saja. Untuk mendeteksi ada dan tidaknya penularan Covid-19,’’ jelasnya. Sebelumnya, satu pejabat di Pemkab Bojonegoro dinyatakan positif Covid-19. Tidak hanya pejabat, sejumlah staf pejabat tersebut juga dinyatakan positif. Saat ini, pejabat itu tengah dalam perawatan intensif di RSUD dr Sosodoro Djatikoesomo.

Baca Juga :  Pasien Isoman Bisa Pinjam Tabung Oksigen di Polres

‘’Ya memang benar ada satu pejabat pemkab yang positif. Tapi, dilakukannya rapid ini bukan karena itu. Ini hanya untuk skrining awal,’’ jelas mantan direktur RSUD Padangan itu. Ani menjelaskan, salah satu pejabat di lingkup pemkab itu kini kondisinya membaik.

Jika kondisi itu berlangsung terus, kemungkinan sembuh cukup tinggi. Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin mengatakan, satu pejabat yang positif Covid-19 itu ada di lingkup setda. Kini, pejabat itu tengah diisolasi di RSUD. ‘’Identitas tidak bisa disebutkan,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Masirin menjelaskan, rapid test kemarin dilaksanakan bukan karena adanya positif itu. Namun, karena selama ini sejumlah OPD memang ada yang belum pernah rapid test. ‘’Sehingga dilakukan rapid masal di sejumlah OPD itu,’’ jelasnya. Totalnya ada 19 OPD.

Baca Juga :  Pembuktian The Giant Killer

Jumlah ASN yang mengikuti rapid itu mencapai 896 orang. Dari jumlah itu ada enam yang dinyatakan reaktif. Enam pegawai yang reaktif itu di dinas kebudayaan dan pariwisata, dinas tenaga kerja dan transmigrasi, dinas perdagangan, dinas P3AKB, dinas PU bina marga dan tata ruang.

‘’Mereka yang dinyatakan reaktif langsung dilanjutkan swab test,’’ jelasnya. Saat ini jumlah pasien positif di Bojonegoro terus menurun. Hingga Selasa malam, jumlah yang positif hanya tersisa 24 orang. Jumlah itu bisa terus menurun jika jumlah yang positif tidak bertambah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/