alexametrics
23 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Latihan sebelum Sekolah, Hafal Lagu Band Queen

BERAWAL main gitar saat pentas perpisahan TK, Rakyat Indonesia bersemangat menggeluti bermusik. Dilatih ayahnya sendiri, bocah 9 tahun itu makin lihai bermain musik klasik.

Suaranya terdengar lirih ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro wawancara di kediaman seorang gitaris cilik ini. Saat perkenalan, nama bocah tersebut cukup unik. Nama lengkapnya, Rakyat Indonesia. Kerap disapa Rakyat.

Gemuk dan berambut lurus. Awalnya malu-malu setiap menjawab pertanyaan. Namun, perlahan di sela-sela waktu bersamanya, Yuli Setiyanto, ayahnya, mengajak untuk memainkan gitar bolongnya.

Ketika memegang gitar, Rakyat mulai mengalir dan merasa nyaman saat diajak ngobrol. Ia memainkan lagu-lagu klasik sekitar 15 menit. Jari-jarinya begitu lihai memetik senar gitar. Rakyat sudah mampu membaca not-not balok saat memainkan musik klasik.

Tanpa melihat fret gitar, jemarinya begitu lincah geser ke sana-ke mari menyesuaikan not balok yang dibacanya. Rakyat percaya diri karena saat itu tak hanya ditemani ayahnya, namun juga ditemani Indrianti Kusuma, ibu dan adiknya yang juga memiliki nama tak kalah unik, yakni Biasa Saja.

Rakyat bercerita awal mengenal alat musik gitar saat duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Saat itu, ia ditawari gurunya tampil ketika ada acara perpisahan TK. Rakyat mengambil tawaran itu dan dilatih gurunya.

Akhirnya ia dilatih kunci-kunci dasar dan saat perpisahan mampu menampilkan beberapa lagu. “Belajarnya hanya beberapa bulan saja,” kata siswa kelas 5 SD Kepatihan Bojonegoro.

Baca Juga :  Kebut Perbaikan, Sisakan Empat Sekolah

Setelah lulus TK, Rakyat sempat vakum bermain gitar. Karena anak kecil tentu sering bergonta-ganti hobi. Ternyata saat duduk di bangku kelas 1 SD akhir, Rakyat ingin main gitar lagi dan minta ayahnya mengajarinya.

Sebab, ayahnya merupakan musisi kawakan asal Bojonegoro sekaligus gitaris band Praduga Tak Bersalah. “Akhirnya dibelikan ayah gitar untuk belajar,” ungkap bocah kelahiran 2010 itu.

Yuli, sapaan ayahnya, awalnya tidak memaksa anak sulungnya belajar gitar. Tapi, melihat ada potensi dan keseriusan, Yuli pun mengiyakan Rakyat bermain gitar. Yuli mengarahkan putranya belajar gitar secara bertahap, karena itu harus bisa musik klasik yang perlu membaca not balok.

“Tetapi sebelum memulai, saya latih dari tingkat dasar. Selama setahun saya latih dulu satu lagu klasik Pavane karya komposer asal Prancis Gabriel Faure,” ujar guru kesenian SMAN 2 Bojonegoro itu.

Yuli menerangkan, lagu Pavane tingkat kesulitannya cukup tinggi. Akhirnya, Rakyat sudah mahir memainkan setelah berlatih rutin setiap hari. Yuli membiasakan latihan tiap pagi sebelum berangkat sekolah. Biasanya, kalau sore atau malam senggang juga dimanfaatkan latihan.

“Karena lagu Pavane itu sulit, sehingga saat ini belajar dari tingkat dasar, Rakyat lebih lancar belajarnya,” terangnya.

Yuli menggunakan Suzuki Guitar School Volume 1-9 untuk melatih anaknya. Kurun waktu tiga tahun, Rakyat mampu menamatkan volume 1. Yuli melatih Rakyat tidak main-main, bahkan ia buatkan sendiri ujian saat menamatkan satu buku. Rakyat disuruh tampil memainkan semua lagu di volume 1.

Baca Juga :  Butuh Inovasi, Taman Rajekwesi Berharap Banyak Pengunjung

“Sekarang sudah berjalan ke volume 2, harapannya Rakyat tetap konsisten,” katanya.

Tak mudah mengajak Rakyat berlatih. Tentunya masalah semangat karena masih labil. Tetapi, Yuli punya banyak cara menghidupkan semangat Rakyat main gitar. Salah satu caranya, Rakyat diajak menonton film kartun berjudul Coco (2017). Film fiksi menceritakan Miguel, bocah ingin jadi gitaris legendaris seperti Ernesto De La Cruz.

“Setelah menonton Coco, Rakyat makin semangat bermain gitar,” ujar pria tinggal di Gang Makam Sedeng, Kelurahan Kepatihan itu.

Selain film Coco, Rakyat sangat mengagumi Queen, band asal Inggris. Personel yang ia kagumi, yaitu sang vokalis Freddie Mercury dan gitarisnya Brian May. Bahkan, ia hafal lagu-lagu Queen. Rakyat sempat menyanyikan beberapa lagu Queen di ruang tamunya. Di antaranya The Show Must Go On, Bohemian Rhapsody, dan Love of My Life.

“Saya terkadang kewalahan mengiringi Rakyat yang sangat suka lagu-lagu Queen. Dia sudah hafal lirik-liriknya, sedangkan saya harus mengulik dulu chord-chord-nya hehe,” bebernya.

Sementara itu, Rakyat sudah sering manggung di berbagai acara komunitas di Bojonegoro. Mentalnya makin terasah. Di sekolahnya tiap tahun pasti disuruh gurunya menampilkan aksi gitarnya.

BERAWAL main gitar saat pentas perpisahan TK, Rakyat Indonesia bersemangat menggeluti bermusik. Dilatih ayahnya sendiri, bocah 9 tahun itu makin lihai bermain musik klasik.

Suaranya terdengar lirih ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro wawancara di kediaman seorang gitaris cilik ini. Saat perkenalan, nama bocah tersebut cukup unik. Nama lengkapnya, Rakyat Indonesia. Kerap disapa Rakyat.

Gemuk dan berambut lurus. Awalnya malu-malu setiap menjawab pertanyaan. Namun, perlahan di sela-sela waktu bersamanya, Yuli Setiyanto, ayahnya, mengajak untuk memainkan gitar bolongnya.

Ketika memegang gitar, Rakyat mulai mengalir dan merasa nyaman saat diajak ngobrol. Ia memainkan lagu-lagu klasik sekitar 15 menit. Jari-jarinya begitu lihai memetik senar gitar. Rakyat sudah mampu membaca not-not balok saat memainkan musik klasik.

Tanpa melihat fret gitar, jemarinya begitu lincah geser ke sana-ke mari menyesuaikan not balok yang dibacanya. Rakyat percaya diri karena saat itu tak hanya ditemani ayahnya, namun juga ditemani Indrianti Kusuma, ibu dan adiknya yang juga memiliki nama tak kalah unik, yakni Biasa Saja.

Rakyat bercerita awal mengenal alat musik gitar saat duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Saat itu, ia ditawari gurunya tampil ketika ada acara perpisahan TK. Rakyat mengambil tawaran itu dan dilatih gurunya.

Akhirnya ia dilatih kunci-kunci dasar dan saat perpisahan mampu menampilkan beberapa lagu. “Belajarnya hanya beberapa bulan saja,” kata siswa kelas 5 SD Kepatihan Bojonegoro.

Baca Juga :  Subsidi Berkurang, Anggaran Universal Health Coverage Membengkak

Setelah lulus TK, Rakyat sempat vakum bermain gitar. Karena anak kecil tentu sering bergonta-ganti hobi. Ternyata saat duduk di bangku kelas 1 SD akhir, Rakyat ingin main gitar lagi dan minta ayahnya mengajarinya.

Sebab, ayahnya merupakan musisi kawakan asal Bojonegoro sekaligus gitaris band Praduga Tak Bersalah. “Akhirnya dibelikan ayah gitar untuk belajar,” ungkap bocah kelahiran 2010 itu.

Yuli, sapaan ayahnya, awalnya tidak memaksa anak sulungnya belajar gitar. Tapi, melihat ada potensi dan keseriusan, Yuli pun mengiyakan Rakyat bermain gitar. Yuli mengarahkan putranya belajar gitar secara bertahap, karena itu harus bisa musik klasik yang perlu membaca not balok.

“Tetapi sebelum memulai, saya latih dari tingkat dasar. Selama setahun saya latih dulu satu lagu klasik Pavane karya komposer asal Prancis Gabriel Faure,” ujar guru kesenian SMAN 2 Bojonegoro itu.

Yuli menerangkan, lagu Pavane tingkat kesulitannya cukup tinggi. Akhirnya, Rakyat sudah mahir memainkan setelah berlatih rutin setiap hari. Yuli membiasakan latihan tiap pagi sebelum berangkat sekolah. Biasanya, kalau sore atau malam senggang juga dimanfaatkan latihan.

“Karena lagu Pavane itu sulit, sehingga saat ini belajar dari tingkat dasar, Rakyat lebih lancar belajarnya,” terangnya.

Yuli menggunakan Suzuki Guitar School Volume 1-9 untuk melatih anaknya. Kurun waktu tiga tahun, Rakyat mampu menamatkan volume 1. Yuli melatih Rakyat tidak main-main, bahkan ia buatkan sendiri ujian saat menamatkan satu buku. Rakyat disuruh tampil memainkan semua lagu di volume 1.

Baca Juga :  Ngaji Bareng Cak Nun : Kupas Pancasila Hingga Sindir 'Drama' Setnov

“Sekarang sudah berjalan ke volume 2, harapannya Rakyat tetap konsisten,” katanya.

Tak mudah mengajak Rakyat berlatih. Tentunya masalah semangat karena masih labil. Tetapi, Yuli punya banyak cara menghidupkan semangat Rakyat main gitar. Salah satu caranya, Rakyat diajak menonton film kartun berjudul Coco (2017). Film fiksi menceritakan Miguel, bocah ingin jadi gitaris legendaris seperti Ernesto De La Cruz.

“Setelah menonton Coco, Rakyat makin semangat bermain gitar,” ujar pria tinggal di Gang Makam Sedeng, Kelurahan Kepatihan itu.

Selain film Coco, Rakyat sangat mengagumi Queen, band asal Inggris. Personel yang ia kagumi, yaitu sang vokalis Freddie Mercury dan gitarisnya Brian May. Bahkan, ia hafal lagu-lagu Queen. Rakyat sempat menyanyikan beberapa lagu Queen di ruang tamunya. Di antaranya The Show Must Go On, Bohemian Rhapsody, dan Love of My Life.

“Saya terkadang kewalahan mengiringi Rakyat yang sangat suka lagu-lagu Queen. Dia sudah hafal lirik-liriknya, sedangkan saya harus mengulik dulu chord-chord-nya hehe,” bebernya.

Sementara itu, Rakyat sudah sering manggung di berbagai acara komunitas di Bojonegoro. Mentalnya makin terasah. Di sekolahnya tiap tahun pasti disuruh gurunya menampilkan aksi gitarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Dua Pesawat Dua Kejadian

Meriah, Masyarakat Antusias

Artikel Terbaru


/