alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Kepolisian Duga Motor Balap Liar Bodong

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Motor yang disita dari balap liar belum semua diambil pemiliknya. Kepolisian menduga motor balap liar yang tak diambil bisa karena bodong atau tak memiliki surat kendaraan lengkap. 

Dari 50 motor, hingga kemarin (5/8) baru 10 kendaraan yang diambil di Satlantas Polres Bojonegoro. “Kami masih menunggu para pelanggar segera mengambil motornya, karena tidak menutup kemungkinan kendaraan yang tidak segera diambil karena surat tidak lengkap,” ujar Kapolres AKBP Ary Fadli. 

Dia mengungkapkan, saat ini dari 50 motor yang disita, sudah ada 10 motor diambil pemiliknya. Syaratnya harus menunjukkan surat  kendaraan lengkap. Kapolres mengatakan, usai razia Sabtu (3/8) malam, pihaknya memerintahkan anggotanya tiap malam patroli di Jalan Veteran. 

Baca Juga :  Empat Desa di Bojonegoro Diwacanakan Pemekaran

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Dandi Suprayitno mengatakan, hingga saat ini belum ada wadah khusus bagi para pemuda hobi balapan motor. Sebab, di Bojonegoro belum ada Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai wadah pegiat balapan.

Sebaliknya, selama ini sepengetahuannya komunitas-komunitas motor berada di bawah pengawasan satlantas. “Saya pikir kita bisa duduk bareng suatu ketika dengan satlantas kalau sudah jadi sebuah  kerawanan. Kita coba programkan agar hobi mereka tersalurkan,” ungkap Dandi, sapaan akrabnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro Ali Mahmudi belum bisa banyak berkomentar terkait keberadaan IMI. “Saya belum bisa menjawabnya, karena fokus kami pada olahraga prestasi,” katanya.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, pendataan komunitas-komunitas motor berada di bawah pengawasan Forum Komunikasi Otomotif Bojonegoro (FKOB). Menurutnya, hobi otomotif sebaiknya disalurkan secara benar seperti klub otomotif yang memiliki kegiatan sosial membantu sesama atau kegiatan silaturahmi. 

Baca Juga :  Warga Miskin Disiapkan Dana Rp 45 Miliar

“Bukan berkumpul untuk balap liar yang bisa mengakibatkan terganggunya pengguna jalan lain. Bahkan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Motor yang disita dari balap liar belum semua diambil pemiliknya. Kepolisian menduga motor balap liar yang tak diambil bisa karena bodong atau tak memiliki surat kendaraan lengkap. 

Dari 50 motor, hingga kemarin (5/8) baru 10 kendaraan yang diambil di Satlantas Polres Bojonegoro. “Kami masih menunggu para pelanggar segera mengambil motornya, karena tidak menutup kemungkinan kendaraan yang tidak segera diambil karena surat tidak lengkap,” ujar Kapolres AKBP Ary Fadli. 

Dia mengungkapkan, saat ini dari 50 motor yang disita, sudah ada 10 motor diambil pemiliknya. Syaratnya harus menunjukkan surat  kendaraan lengkap. Kapolres mengatakan, usai razia Sabtu (3/8) malam, pihaknya memerintahkan anggotanya tiap malam patroli di Jalan Veteran. 

Baca Juga :  15 Pengedar Narkoba Lamongan Dibekuk

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Dandi Suprayitno mengatakan, hingga saat ini belum ada wadah khusus bagi para pemuda hobi balapan motor. Sebab, di Bojonegoro belum ada Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai wadah pegiat balapan.

Sebaliknya, selama ini sepengetahuannya komunitas-komunitas motor berada di bawah pengawasan satlantas. “Saya pikir kita bisa duduk bareng suatu ketika dengan satlantas kalau sudah jadi sebuah  kerawanan. Kita coba programkan agar hobi mereka tersalurkan,” ungkap Dandi, sapaan akrabnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro Ali Mahmudi belum bisa banyak berkomentar terkait keberadaan IMI. “Saya belum bisa menjawabnya, karena fokus kami pada olahraga prestasi,” katanya.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, pendataan komunitas-komunitas motor berada di bawah pengawasan Forum Komunikasi Otomotif Bojonegoro (FKOB). Menurutnya, hobi otomotif sebaiknya disalurkan secara benar seperti klub otomotif yang memiliki kegiatan sosial membantu sesama atau kegiatan silaturahmi. 

Baca Juga :  Jalan Bergelombang, Pengendara Motor

“Bukan berkumpul untuk balap liar yang bisa mengakibatkan terganggunya pengguna jalan lain. Bahkan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/