alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Ratusan Nakes di Lamongan Terpapar Covid-19

Radar Lamongan – Tidak hanya masyarakat umum, para tenaga medis (nakes) juga banyak yang terpapar Covid-19. Karena mereka harus berjibaku menangani dan berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19 yang melonjak drastis dalam sebulan terakhir.

Di Lamongan diperkirakan ratusan nakes yang terpapar virus korona tersebut. Mereka tidak hanya berlatar belakang dokter dan perawat, tetapi juga bidan, analis laboratorium, radiografer, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, hingga tenaga non kesehatan.

Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Moh Chaidir Annas menyatakan, kurang lebih 60 nakesnya terpapar Covid-19. Saking banyaknya nakes yang terpapar, sehingga harus dilakukan penggeseran nakes dari unit lain ke layanan isolasi Covid-19 yang mengalami lonjakan.

‘’Nakes yang digeser hanya perawat. Kalau dokter, sejak awal sudah masuk tim penanganan Covid-19. Juga dilakukan perbantuan nakes di unit penyakit dalam dan bedah untuk penanganan Covid-19. Cukup terbantu juga oleh adanya penambahan satu dokter obgyn dan satu dokter paru,’’ ungkapnya.

Dia melanjutkan, sejak 28 Juni Ruang Tulip di bagian selatan yang berkapasitas 60 tempat tidur (TT) difungsikan untuk isolasi. Ruang Kemuning juga kembali difungsikan untuk perawatan pasien Covid-19, setelah sempat dikembalikan untuk pasien umum. Sehingga total kapasitas TT yang tersedia untuk layanan isolasi Covid-19 di RSUD dr Soegiri Lamongan sebanyak 266 TT.

Baca Juga :  Jalan Bergelombang, Pengendara Motor

‘’Otomatis nakesnya banyak yang bertugas di layanan isolasi sisi selatan. Tapi berapapun TT yang kami siapkan, kalau di hulu (masyarakat) tidak taat prokes, itu tetap tidak cukup. Kita berupaya maksimal supaya masyarakat yang membutuhkan layanan bisa tercover,’’ tutur Annas.

Di RS rujukan Covid-19 lainnya, RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) mencatat Juni 2020 hingga 4 Juli 2021 ada 282 karyawan dari unsur perawat, dokter, bidan, analis laboratorium, radiografer, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, serta tenaga non kesehatan yang terpapar Covid-19.

Menurut Bagian Umum RSML, Novi, pada Maret hingga Mei lalau sempat ada penurunan signifikan nakes yang terpapar Covid-19, yakni hanya empat karyawan. ‘’Namun di bulan Juni sampai 4 Juli kemarin terjadi lonjakan yang signifikan. Sekitar 72 karyawan RSML dilaporkan terpapar Covid-19,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dewan Pers: Radar Bojonegoro Media Profesional

Sedangkan di RS rujukan Covid-19 wilayah selatan, RSUD Ngimbang tercatat ada 50 nakes yang terpapar. Sebagian di antaranya menyelesaikan masa isolasinya dan bisa kembali bekerja. Direktur RSUD Ngimbang, dr Aini Mas’idha menuturkan, karyawan yang terpapar dari berbagai unsur. Termasuk cleaning service dan security.

Karena jumlah pasien non Covid-19 terhitung sedikit, beberapa nakes dialihtugaskan untuk menangani Covid-19 menggantikan rekannya yang sedang menjalani isolasi. ‘’Jadi kami tetap berusaha mendistribusikan komposisi tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum pelayanan juga belum terganggu. Sehingga tidak perlu ada perekrutan,’’ terangnya.

Koordinator Bidang Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat mengakui banyaknya nakes yang terpapar Covid-19. Namun pihaknya tidak memiliki data riil seKabupaten Lamongan. ‘’Data khusus nakes yang terpapar Covid-19 tidak ada. Yang ada data semua kasus. Meskipun ada nakes yang terpapar, kami belum ada rencana merekrut nakes baru,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Radar Lamongan – Tidak hanya masyarakat umum, para tenaga medis (nakes) juga banyak yang terpapar Covid-19. Karena mereka harus berjibaku menangani dan berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19 yang melonjak drastis dalam sebulan terakhir.

Di Lamongan diperkirakan ratusan nakes yang terpapar virus korona tersebut. Mereka tidak hanya berlatar belakang dokter dan perawat, tetapi juga bidan, analis laboratorium, radiografer, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, hingga tenaga non kesehatan.

Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Moh Chaidir Annas menyatakan, kurang lebih 60 nakesnya terpapar Covid-19. Saking banyaknya nakes yang terpapar, sehingga harus dilakukan penggeseran nakes dari unit lain ke layanan isolasi Covid-19 yang mengalami lonjakan.

‘’Nakes yang digeser hanya perawat. Kalau dokter, sejak awal sudah masuk tim penanganan Covid-19. Juga dilakukan perbantuan nakes di unit penyakit dalam dan bedah untuk penanganan Covid-19. Cukup terbantu juga oleh adanya penambahan satu dokter obgyn dan satu dokter paru,’’ ungkapnya.

Dia melanjutkan, sejak 28 Juni Ruang Tulip di bagian selatan yang berkapasitas 60 tempat tidur (TT) difungsikan untuk isolasi. Ruang Kemuning juga kembali difungsikan untuk perawatan pasien Covid-19, setelah sempat dikembalikan untuk pasien umum. Sehingga total kapasitas TT yang tersedia untuk layanan isolasi Covid-19 di RSUD dr Soegiri Lamongan sebanyak 266 TT.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Remaja, Bentuk PIK-R

‘’Otomatis nakesnya banyak yang bertugas di layanan isolasi sisi selatan. Tapi berapapun TT yang kami siapkan, kalau di hulu (masyarakat) tidak taat prokes, itu tetap tidak cukup. Kita berupaya maksimal supaya masyarakat yang membutuhkan layanan bisa tercover,’’ tutur Annas.

Di RS rujukan Covid-19 lainnya, RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) mencatat Juni 2020 hingga 4 Juli 2021 ada 282 karyawan dari unsur perawat, dokter, bidan, analis laboratorium, radiografer, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, serta tenaga non kesehatan yang terpapar Covid-19.

Menurut Bagian Umum RSML, Novi, pada Maret hingga Mei lalau sempat ada penurunan signifikan nakes yang terpapar Covid-19, yakni hanya empat karyawan. ‘’Namun di bulan Juni sampai 4 Juli kemarin terjadi lonjakan yang signifikan. Sekitar 72 karyawan RSML dilaporkan terpapar Covid-19,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pasar Jadi ‘’Kanvas’’ Grafiti 

Sedangkan di RS rujukan Covid-19 wilayah selatan, RSUD Ngimbang tercatat ada 50 nakes yang terpapar. Sebagian di antaranya menyelesaikan masa isolasinya dan bisa kembali bekerja. Direktur RSUD Ngimbang, dr Aini Mas’idha menuturkan, karyawan yang terpapar dari berbagai unsur. Termasuk cleaning service dan security.

Karena jumlah pasien non Covid-19 terhitung sedikit, beberapa nakes dialihtugaskan untuk menangani Covid-19 menggantikan rekannya yang sedang menjalani isolasi. ‘’Jadi kami tetap berusaha mendistribusikan komposisi tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum pelayanan juga belum terganggu. Sehingga tidak perlu ada perekrutan,’’ terangnya.

Koordinator Bidang Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat mengakui banyaknya nakes yang terpapar Covid-19. Namun pihaknya tidak memiliki data riil seKabupaten Lamongan. ‘’Data khusus nakes yang terpapar Covid-19 tidak ada. Yang ada data semua kasus. Meskipun ada nakes yang terpapar, kami belum ada rencana merekrut nakes baru,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Artikel Terkait

Most Read

Jaga Malam Lebih Supersibuk

Manjakan Pengunjung dengan Perahu Naga

Artikel Terbaru


/