alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Start Proyek Jembatan Kanor – Rengel Belum Jelas

Radar Bojonegoro – Pembangunan jembatan NgrahoBlora sudah dimulai. Sebaliknya untuk jembatan Kanor-Rengel, Tuban, belum ada kepastian akan dimulai.

Sebaliknya, masih proses pembebasan lahan di tepi Sungai Bengawan Solo. Karena itu, Pemkab Bojonegoro belum berani memasang target deadline waktu pembebasan lahan. Karena saat ini masih terjadi tarikulur terkait besaran harga dengan warga setempat.

‘’Kami belum berani memulai karena masih proses pembebasan lahan,’’ kata Kabid Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Wardi.

Menurut dia, pembebasan lahan jembatan ini ditangani bagian umum pemkab setempat. Sehingga, belum bisa menjelaskan secara detail perkembangan pembebasan lahan milik warga di wilayah Kecamatan Kanor, yang terimbas rencana proyek jembatan melintas di atas Sungai Bengawan Solo itu.

Baca Juga :  Kuota CJH Belum Bertambah

Saat ini, menurut Wardi, masih fokus pembangunan proyek jembatan Ngraho-Blora. Karena waktu pengerjaanya hanya lima bulan. Sehingga, sisa waktu tersedia ini digunakan dengan maksimal.

‘’Fokus jembatan Ngraho-Blora dulu,’’ ujar Wardi. Sesuai rencananya, pembangunan jemabatan itu berbeda dengan jembatan Trucuk-Bojonegoro.

Sebaliknya, desain mirip jembatan Padangan-Kasiman. Alasannya, jika terjadi kerusakan, lebih mudah diperbaiki. Jembatan Ngraho-Blora panjanganya sekitar 220 meter dengan lebar 9 meter. Anggaran total sekitar Rp 97 miliar. Saat ini masih proses pengurukan dan dalam waktu dekat akan segera didatangkan alat berat.

‘’Harus dikebut, karena waktunya mepet,’’ tegasnya. Sementara itu, rekanan dari penyedia barang dan jasa jembatan masih belum bisa dikonfirmasi. Pimpinan PT. Dwi Ponggo Seto ASAL Ponorogo sedang di luar kota. ‘’Rekanannya masih di Jogjakarta,’’ ungkap Wardi.

Baca Juga :  Dengan Waterfall Pertama Di Jantung Kota Surabaya

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah berharap pem bangunan jembatan Ngraho-Bloira harus tuntas dalam waktu lima bulan. Karena jembatan itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat setempat. ‘’Kami targetkan lima bulan harus tuntas,’’ tegasnya.

Radar Bojonegoro – Pembangunan jembatan NgrahoBlora sudah dimulai. Sebaliknya untuk jembatan Kanor-Rengel, Tuban, belum ada kepastian akan dimulai.

Sebaliknya, masih proses pembebasan lahan di tepi Sungai Bengawan Solo. Karena itu, Pemkab Bojonegoro belum berani memasang target deadline waktu pembebasan lahan. Karena saat ini masih terjadi tarikulur terkait besaran harga dengan warga setempat.

‘’Kami belum berani memulai karena masih proses pembebasan lahan,’’ kata Kabid Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro Wardi.

Menurut dia, pembebasan lahan jembatan ini ditangani bagian umum pemkab setempat. Sehingga, belum bisa menjelaskan secara detail perkembangan pembebasan lahan milik warga di wilayah Kecamatan Kanor, yang terimbas rencana proyek jembatan melintas di atas Sungai Bengawan Solo itu.

Baca Juga :  Gembleng Fisik Pemain di Dataran Tinggi

Saat ini, menurut Wardi, masih fokus pembangunan proyek jembatan Ngraho-Blora. Karena waktu pengerjaanya hanya lima bulan. Sehingga, sisa waktu tersedia ini digunakan dengan maksimal.

‘’Fokus jembatan Ngraho-Blora dulu,’’ ujar Wardi. Sesuai rencananya, pembangunan jemabatan itu berbeda dengan jembatan Trucuk-Bojonegoro.

Sebaliknya, desain mirip jembatan Padangan-Kasiman. Alasannya, jika terjadi kerusakan, lebih mudah diperbaiki. Jembatan Ngraho-Blora panjanganya sekitar 220 meter dengan lebar 9 meter. Anggaran total sekitar Rp 97 miliar. Saat ini masih proses pengurukan dan dalam waktu dekat akan segera didatangkan alat berat.

‘’Harus dikebut, karena waktunya mepet,’’ tegasnya. Sementara itu, rekanan dari penyedia barang dan jasa jembatan masih belum bisa dikonfirmasi. Pimpinan PT. Dwi Ponggo Seto ASAL Ponorogo sedang di luar kota. ‘’Rekanannya masih di Jogjakarta,’’ ungkap Wardi.

Baca Juga :  UMKM Masih Terkendala Pemasaran

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah berharap pem bangunan jembatan Ngraho-Bloira harus tuntas dalam waktu lima bulan. Karena jembatan itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat setempat. ‘’Kami targetkan lima bulan harus tuntas,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Bus Terguling, Satu Pemotor Tewas

Berharap DPRD yang Baru Lebih Baik

Artikel Terbaru


/