alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pagu 25 SMPN Belum Terpenuhi

TUBAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi di Tuban tak banyak menolong sekolah di pinggiran untuk mendapatkan siswa. Terdata, 886 kursi pada 25 SMPN masih melompong. Dua puluh lima lembaga pendidikan negeri tersebut memiliki daya tampung 8.657 kursi, namun baru terisi 7.771 kursi. Sekolah yang masih kekurangan siswa seluruhnya SMPN di kawasan pinggiran.

Terbanyak SMPN 2 Parengan kurang 118 siswa dan SMPN 2 Plumpang kurang 101 siswa. Kemudian, SMPN 3 Singgahan kurang 62 siswa, SMPN 3 Kerek kurang 56 siswa, SMPN 1 Bancar kurang 52 siswa, dan SMPN 3 Jatirogo kurang 42 siswa. Selanjutnya, SMPN 3 Kerek dan SMPN 2 Montong masing-masing  kekurangan 27 siswa.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, kekurangan pagu tersebut berdasarkan database hasil seleksi akhir melalui website PPDB. Hasil belum sepenuhnya final hingga proses daftar ulang selesai. Kemungkinan pergeseran posisi siswa masih bisa terjadi jika ada pendaftar yang mengundurkan diri. ‘’Untuk sekolah yang masih kekurangan siswa akan dibuka gelombang kedua setelah daftar ulang,’’ kata Nur Khamid.

Baca Juga :  APK Diserahkan, Titik Pemasangan Belum Rampung

Melalui PPDB gelombang dua, dia optimistis akan menambah pagu sekolah-sekolah tersebut. Menurut mantan sekretaris disdik setempat ini, pemicu kekurangan siswa di SMPN karena jumlah masyarakatnya yang sedikit. Sebagian lain mendaftar ke madrasah tsanawiyah (MTs) dan sekolah swasta yang terdekat dengan rumahnya. ‘’Sekolah yang kekurangan siswa memang lokasinya berada di kawasan yang minim penduduk,’’ terang dia.

Mantan kepala SMAN 1 Soko ini menegaskan, daftar sekolah yang kekurangan pagu hampir sama tiap tahunnya. Satu-satunya yang merasakan perbedaan PPDB zonasi adalah SMPN 2 Jenu. Pagu sekolah di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu pada PPDB tahun ini menerima 64 siswa atau memenuhi pagu. Biasanya, SMPN 2 Jenu hanya menerima siswa kurang dari 20. ‘’Karena itu sejak awal ditegaskan tidak ada penambahan pagu, agar sekolah di pinggiran pagunya terpenuhi’’ tegas dia.

Baca Juga :  SMPN 1 dan SMPN 5 di Bojonegoro Terbanyak di Perkotaan

Nur Khamid lebih lanjut mengatakan, PPDB gelombang dua akan dibuka Rabu (10/7) hingga Jumat (12/7). Pembukaan PPDB susulan tersebut hanya untuk sekolah yang masih kekurangan siswa. Pendidik yang juga pelatih gulat ini mengatakan, tiap tahun, PPDB susulan selalu menerima siswa cukup banyak. Sebagian sekolah mendapat tambahan pendaftar dari santri pondok yang saat PPDB gelombang pertama masih pulang kampung.

PPDB gelombang dua, terang Nur Khamid, dibuat dengan tujuan memberi kesempatan sekolah untuk kembali menjaring siswa. Jika pada akhirnya sekolah tersebut masih kekurangan siswa, kegiatan belajar mengajar akan tetap jalan. Berapa pun jumlah siswa yang berhasil direkrut, hari pertama masuk tetap dijadwalkan Senin (15/7).

TUBAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi di Tuban tak banyak menolong sekolah di pinggiran untuk mendapatkan siswa. Terdata, 886 kursi pada 25 SMPN masih melompong. Dua puluh lima lembaga pendidikan negeri tersebut memiliki daya tampung 8.657 kursi, namun baru terisi 7.771 kursi. Sekolah yang masih kekurangan siswa seluruhnya SMPN di kawasan pinggiran.

Terbanyak SMPN 2 Parengan kurang 118 siswa dan SMPN 2 Plumpang kurang 101 siswa. Kemudian, SMPN 3 Singgahan kurang 62 siswa, SMPN 3 Kerek kurang 56 siswa, SMPN 1 Bancar kurang 52 siswa, dan SMPN 3 Jatirogo kurang 42 siswa. Selanjutnya, SMPN 3 Kerek dan SMPN 2 Montong masing-masing  kekurangan 27 siswa.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, kekurangan pagu tersebut berdasarkan database hasil seleksi akhir melalui website PPDB. Hasil belum sepenuhnya final hingga proses daftar ulang selesai. Kemungkinan pergeseran posisi siswa masih bisa terjadi jika ada pendaftar yang mengundurkan diri. ‘’Untuk sekolah yang masih kekurangan siswa akan dibuka gelombang kedua setelah daftar ulang,’’ kata Nur Khamid.

Baca Juga :  Berkhidmat untuk Umat

Melalui PPDB gelombang dua, dia optimistis akan menambah pagu sekolah-sekolah tersebut. Menurut mantan sekretaris disdik setempat ini, pemicu kekurangan siswa di SMPN karena jumlah masyarakatnya yang sedikit. Sebagian lain mendaftar ke madrasah tsanawiyah (MTs) dan sekolah swasta yang terdekat dengan rumahnya. ‘’Sekolah yang kekurangan siswa memang lokasinya berada di kawasan yang minim penduduk,’’ terang dia.

Mantan kepala SMAN 1 Soko ini menegaskan, daftar sekolah yang kekurangan pagu hampir sama tiap tahunnya. Satu-satunya yang merasakan perbedaan PPDB zonasi adalah SMPN 2 Jenu. Pagu sekolah di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu pada PPDB tahun ini menerima 64 siswa atau memenuhi pagu. Biasanya, SMPN 2 Jenu hanya menerima siswa kurang dari 20. ‘’Karena itu sejak awal ditegaskan tidak ada penambahan pagu, agar sekolah di pinggiran pagunya terpenuhi’’ tegas dia.

Baca Juga :  Kenaikan Gaji PNS Belum Jelas

Nur Khamid lebih lanjut mengatakan, PPDB gelombang dua akan dibuka Rabu (10/7) hingga Jumat (12/7). Pembukaan PPDB susulan tersebut hanya untuk sekolah yang masih kekurangan siswa. Pendidik yang juga pelatih gulat ini mengatakan, tiap tahun, PPDB susulan selalu menerima siswa cukup banyak. Sebagian sekolah mendapat tambahan pendaftar dari santri pondok yang saat PPDB gelombang pertama masih pulang kampung.

PPDB gelombang dua, terang Nur Khamid, dibuat dengan tujuan memberi kesempatan sekolah untuk kembali menjaring siswa. Jika pada akhirnya sekolah tersebut masih kekurangan siswa, kegiatan belajar mengajar akan tetap jalan. Berapa pun jumlah siswa yang berhasil direkrut, hari pertama masuk tetap dijadwalkan Senin (15/7).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/