alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Kemenag Susun Penerapan KBM Tatap Muka

Radar Lamongan – Roadmap kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka menuju kenormalan baru juga mulai disusun. Kasi Penma Kemenag Lamongan Abdul Ghofur memiliki rencana penerapan protokoler pencegahan Covid-19 dengan edukasi yang nantinya menjadi sebuah budaya.

‘’Nantinya bisa di dalamnya satu lembaga terdapat tim gugus tugas pencegahan Covid-19. Ini menjadi tantangan bersama bagi kita,’’ katanya. Namun, sejumlah hal harus dipersiapkan dalam penerapan protokoler pencegahan Covid-19 dalam pembelajaran tatap muka. Termasuk anggaran untuk memersiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, penyemprot disinfektan, dan masker bagi siswa.

Ghofur menyatakan, biaya operasional madrasah selama ini cukup minim. Apalagi, mayoritas madrasah merupakan lembaga swasta, yang sebagian besar di antaranya dihidupi masyarakat.

‘’Saya harapkan peran sponsor, badan usaha, dan Pemkab Lamongan bisa hadir,’’ harap Ghofur. Dia kemarin (5/6) bersama perwakilan dinas pendidikan (disdik) setempat, menghadiri rapat koordinasi dengan komisi D DPRD Lamongan.

Baca Juga :  KBM Tatap Muka Tunggu Instruksi Dari Pusat

‘’Kami ingin melihat persiapan memasuki tahun akademik baru seperti apa saja,’’ tutur Ketua Komisi D DPRD Lamongan Abdul Shomad. Menurut dia, disdik memaparkan enam fase persiapan menuju pembelajaran tatap muka.

Disdik berencana bakal membuat kelas uji coba pelaksanaan dengan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Namun, road map tersebut nantinya tetap menunggu kebijakan dari pusat.

‘’Apakah masih menggunakan sistem pendidikan seperti yang tiga bulan kemarin secara online. Ataukah sudah ada keberanian untuk memulai tatap muka dengan jaga jarak,’’ ujarnya.

Shomad mengatakan, terdapat masukan terhadap klasifikasi sekolah yang bisa menerapkan pembelajaran tatap muka. Salah satunya, sekolah yang jumlah siswanya sedikit, bisa menerapkan pembelajaran tersebut.

Sekolah dengan siswa banyak harus dipertimbangkan lagi. ‘’Minggu depan akan kita agendakan diskusi dengan kawan-kawan kasek di tingkat bawah. Melihat secara langsung kesiapan-kesiapan di lapangan seperti apa,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Dua Bulan, Delapan Kali Tanah Longsor

Anggota komisi D, Imam Fadlli mengaku menampung aspirasi dari banyak wali murid yang menginginkan pembelajaran secara langsung dilaksanakan. ‘’Atau nanti bisa juga desa-desa yang masih zona hijau melaksanakan tatap muka terlebih dulu,’’ katanya.

Politisi Fraksi PKB Saifudin Zuhri, menyambut positif adanya rencana penerapan protokol terhadap pembelajaran tatap muka. Sebab, diakuinya, sejumlah masyarakat terkendala melaksanakan pembelajaran online karena sinyal yang buruk.

‘’Menurut saya harus ada sanksi jika memang ada yang tidak menerapkan protokoler. Jadi nanti dicari formulasinya seperti apa,’’ ujarnya. Sekretaris Disdik Lamongan Sodikin, mengaku menampung masukan dari anggota DPRD.

Namun, dia memastikan tidak akan menerapkan sanksi. Hanya menekankan penerapan edukasi protokoler pencegahan Covid-19 kepada siswa. ‘’Edukasi yang diberikan nantinya kita harapkan bisa menjadi budaya,’’ ujar Sodikin. 

Radar Lamongan – Roadmap kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka menuju kenormalan baru juga mulai disusun. Kasi Penma Kemenag Lamongan Abdul Ghofur memiliki rencana penerapan protokoler pencegahan Covid-19 dengan edukasi yang nantinya menjadi sebuah budaya.

‘’Nantinya bisa di dalamnya satu lembaga terdapat tim gugus tugas pencegahan Covid-19. Ini menjadi tantangan bersama bagi kita,’’ katanya. Namun, sejumlah hal harus dipersiapkan dalam penerapan protokoler pencegahan Covid-19 dalam pembelajaran tatap muka. Termasuk anggaran untuk memersiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, penyemprot disinfektan, dan masker bagi siswa.

Ghofur menyatakan, biaya operasional madrasah selama ini cukup minim. Apalagi, mayoritas madrasah merupakan lembaga swasta, yang sebagian besar di antaranya dihidupi masyarakat.

‘’Saya harapkan peran sponsor, badan usaha, dan Pemkab Lamongan bisa hadir,’’ harap Ghofur. Dia kemarin (5/6) bersama perwakilan dinas pendidikan (disdik) setempat, menghadiri rapat koordinasi dengan komisi D DPRD Lamongan.

Baca Juga :  Suka Menjadi Presenter

‘’Kami ingin melihat persiapan memasuki tahun akademik baru seperti apa saja,’’ tutur Ketua Komisi D DPRD Lamongan Abdul Shomad. Menurut dia, disdik memaparkan enam fase persiapan menuju pembelajaran tatap muka.

Disdik berencana bakal membuat kelas uji coba pelaksanaan dengan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Namun, road map tersebut nantinya tetap menunggu kebijakan dari pusat.

‘’Apakah masih menggunakan sistem pendidikan seperti yang tiga bulan kemarin secara online. Ataukah sudah ada keberanian untuk memulai tatap muka dengan jaga jarak,’’ ujarnya.

Shomad mengatakan, terdapat masukan terhadap klasifikasi sekolah yang bisa menerapkan pembelajaran tatap muka. Salah satunya, sekolah yang jumlah siswanya sedikit, bisa menerapkan pembelajaran tersebut.

Sekolah dengan siswa banyak harus dipertimbangkan lagi. ‘’Minggu depan akan kita agendakan diskusi dengan kawan-kawan kasek di tingkat bawah. Melihat secara langsung kesiapan-kesiapan di lapangan seperti apa,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Beli Alquran dengan Credit Card

Anggota komisi D, Imam Fadlli mengaku menampung aspirasi dari banyak wali murid yang menginginkan pembelajaran secara langsung dilaksanakan. ‘’Atau nanti bisa juga desa-desa yang masih zona hijau melaksanakan tatap muka terlebih dulu,’’ katanya.

Politisi Fraksi PKB Saifudin Zuhri, menyambut positif adanya rencana penerapan protokol terhadap pembelajaran tatap muka. Sebab, diakuinya, sejumlah masyarakat terkendala melaksanakan pembelajaran online karena sinyal yang buruk.

‘’Menurut saya harus ada sanksi jika memang ada yang tidak menerapkan protokoler. Jadi nanti dicari formulasinya seperti apa,’’ ujarnya. Sekretaris Disdik Lamongan Sodikin, mengaku menampung masukan dari anggota DPRD.

Namun, dia memastikan tidak akan menerapkan sanksi. Hanya menekankan penerapan edukasi protokoler pencegahan Covid-19 kepada siswa. ‘’Edukasi yang diberikan nantinya kita harapkan bisa menjadi budaya,’’ ujar Sodikin. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/