alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

PKB 10 Kursi, Demokrat 9 Wakil

KOTA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan mengklaim menjadi pemenang pemilu legislatif DPRD kabupaten setempat. Partai ini yakin mendapatkan 10 kursi. Jumlah tersebut sesuai hasil penghitungan di internal DPC PKB sebelum pleno kabupaten lalu.

‘’Di dapil 3 kemarin, kita harapkan dapat 3 kursi, tapi ternyata hanya mendapatkan 2 kursi. Jadi total kita mendapatkan 10 kursi,’’ tutur Ketua DPC PKB Lamongan, Abdul Ghofur, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (5/5).

Kursi PKB diraih Muhammad Burnahudin, Mahfud Shodiq, Abdul Ghofur, Fatin Sufairoh, Mukhammad Freddy Wahyudi, Saifudin Zuhri, Kasdono, Aslichah, Ali Afandi, dan Nur Hasyim.

Hasil itu membuat PKB memiliki kans menduduki kursi ketua DPRD Lamongan periode mendatang. ‘’Pemilu tahun 2019 ini merupakan pemilu yang paling dahsyat. Saya pastikan PKB menjadi pemenang pemilu, karena PKB sudah punya data-data mulai C1 plano,’’ tutur Ghofur.

Sementara Demokrat yang periode ini menguasai kursi ketua DPRD, hanya mendapatkan sembilan kursi. Partai berlambang mercy itu meloloskan M Arif Ansori, Siti Maskamah Mursyid, Retno Wardhani, Sanditia Devis, Noor Fathonah, Sri Setyowati, Yanuar Yudha Prasetya, Sugeng Santoso, dan Nahdliyah Kartika Agustin.

‘’Kita tetap bersyukur mendapatkan 9 kursi,’’ tutur Ketua DPC Demokrat Lamongan, Debby Kurniawan.

Baca Juga :  Tidak Fokus di Satu Bidang

Lima tahun lalu, Demokrat meraih 10 kursi. Meski gagal memertahankan sepuluh kursi, Debby memberikan apresiasi terhadap semua bagian di Partai Demokrat. Dia menilai semua sudah berjuang keras untuk bisa memenangkan kursi.

‘’Kita tetap berada di posisi pimpinan, walaupun bukan ketua. Kalau aturan tidak berubah, di wakil ketua,’’ ujar Debby saat dikonfirmasi via ponsel.

Berdasarkan pengamatannya, pemilu legislatif yang berbarengan dengan pilpres memiliki efek yang besar. Itu yang menjadi indikator Partai Demokrat mengalami penurunan suara tahun ini. Berdasar pantauannya, suara PKB di Jatim terkerek naik, termasuk di Lamongan.

‘’Kita turun satu di antaranya adalah bersamaan dengan pilpres. Yang mana,  PKB dan PDIP memiliki efek yang luar biasa pada pencalonan Jokowi – Ma’ruf Amin,’’ imbuhnya.

Sementara itu, caleg PDIP dapil I, Abdul Somad, mengatakan, sesuai perhitungan di internal, PDIP mendapatkan 8 kursi di DPRD Lamongan. Sesuai data DB1, Somad meraih suara terbanyak di internal partainya.

Menurut dia, PDIP Lamongan memiliki kans menduduki kursi pimpinan DPRD sebagai wakil ketua. Somad menilai pemilu serentak memberikan efek yang cukup positif bagi calon legislatif seperti dirinya. ‘’Kalau mengacu pada UU MD 3, ya kita memiliki peluang (kembali menduduki kursi wakil ketua DPRD),’’ katanya.

Baca Juga :  Penggembokan untuk Menjaga Kondusif

Sementara itu, Ketua DPD PAN Lamongan, Husnul Aqib, mengatakan, perolehan PAN meningkat. Sebelumnya PAN hanya mendapatkan 6 kursi, pemilu ini mendapatkan 7 kursi.

‘’Sama seperti sebelumnya, kita memiliki peluang mendapatkan jabatan wakil ketua,’’ ujarnya.

Menurut Aqib, kunci keberhasilan menambah satu kursi terletak di dapil 2. Sebelumnya, dapil itu hanya terdapat satu kursi. Namun, dirinya yang turun dari DPRD provinsi dan mencalonkan diri di dapil 2, menyumbangkan suara terbanyak untuk DPD PAN Lamongan. ‘’Alhamdulillah masih bisa menjalankan amanah,’’ ujar Aqib.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Partai Gerindra Lamongan, Okta Rosadinata, membenarkan bahwa Gerindra memertahankan perolehan empat kursi di DPRD Lamongan. ‘’Sama, kita tahun ini sepertinya masih memperoleh empat kursi,’’ katanya.

Sekretaris DPC PPP Lamongan Mutoyo mengaku ada kemerosotan terhadap perolehan kursi PPP. Bukan hanya di Lamongan. Penurunan juga terlihat di Gresik dan Bojonegoro. ‘’Pengaruh Pilpres sangat luar biasa. Kita turun dari empat kursi menjadi tiga kursi saja,’’ ujarnya.

Ketua DPD Golkar Lamongan Kacung Purwanto mengatakan, perolehan kursi Golkar sesuai dengan prediksi, enam kursi. Perolehan tersebut mengulang pemilu sebelumnya. Namun, saat itu Golkar gagal meraih bangku pimpinan DPRD Lamongan karena kalah perolehan suara dari PAN.  ‘’Sama seperti penghitungan kita sebelumnya,’’ ujar Kacung.

KOTA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan mengklaim menjadi pemenang pemilu legislatif DPRD kabupaten setempat. Partai ini yakin mendapatkan 10 kursi. Jumlah tersebut sesuai hasil penghitungan di internal DPC PKB sebelum pleno kabupaten lalu.

‘’Di dapil 3 kemarin, kita harapkan dapat 3 kursi, tapi ternyata hanya mendapatkan 2 kursi. Jadi total kita mendapatkan 10 kursi,’’ tutur Ketua DPC PKB Lamongan, Abdul Ghofur, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (5/5).

Kursi PKB diraih Muhammad Burnahudin, Mahfud Shodiq, Abdul Ghofur, Fatin Sufairoh, Mukhammad Freddy Wahyudi, Saifudin Zuhri, Kasdono, Aslichah, Ali Afandi, dan Nur Hasyim.

Hasil itu membuat PKB memiliki kans menduduki kursi ketua DPRD Lamongan periode mendatang. ‘’Pemilu tahun 2019 ini merupakan pemilu yang paling dahsyat. Saya pastikan PKB menjadi pemenang pemilu, karena PKB sudah punya data-data mulai C1 plano,’’ tutur Ghofur.

Sementara Demokrat yang periode ini menguasai kursi ketua DPRD, hanya mendapatkan sembilan kursi. Partai berlambang mercy itu meloloskan M Arif Ansori, Siti Maskamah Mursyid, Retno Wardhani, Sanditia Devis, Noor Fathonah, Sri Setyowati, Yanuar Yudha Prasetya, Sugeng Santoso, dan Nahdliyah Kartika Agustin.

‘’Kita tetap bersyukur mendapatkan 9 kursi,’’ tutur Ketua DPC Demokrat Lamongan, Debby Kurniawan.

Baca Juga :  Rowobungkul Juara Voli Siswanto Cup IV

Lima tahun lalu, Demokrat meraih 10 kursi. Meski gagal memertahankan sepuluh kursi, Debby memberikan apresiasi terhadap semua bagian di Partai Demokrat. Dia menilai semua sudah berjuang keras untuk bisa memenangkan kursi.

‘’Kita tetap berada di posisi pimpinan, walaupun bukan ketua. Kalau aturan tidak berubah, di wakil ketua,’’ ujar Debby saat dikonfirmasi via ponsel.

Berdasarkan pengamatannya, pemilu legislatif yang berbarengan dengan pilpres memiliki efek yang besar. Itu yang menjadi indikator Partai Demokrat mengalami penurunan suara tahun ini. Berdasar pantauannya, suara PKB di Jatim terkerek naik, termasuk di Lamongan.

‘’Kita turun satu di antaranya adalah bersamaan dengan pilpres. Yang mana,  PKB dan PDIP memiliki efek yang luar biasa pada pencalonan Jokowi – Ma’ruf Amin,’’ imbuhnya.

Sementara itu, caleg PDIP dapil I, Abdul Somad, mengatakan, sesuai perhitungan di internal, PDIP mendapatkan 8 kursi di DPRD Lamongan. Sesuai data DB1, Somad meraih suara terbanyak di internal partainya.

Menurut dia, PDIP Lamongan memiliki kans menduduki kursi pimpinan DPRD sebagai wakil ketua. Somad menilai pemilu serentak memberikan efek yang cukup positif bagi calon legislatif seperti dirinya. ‘’Kalau mengacu pada UU MD 3, ya kita memiliki peluang (kembali menduduki kursi wakil ketua DPRD),’’ katanya.

Baca Juga :  Terancam, Tiga Kursi Caleg Incumbent DPR RI

Sementara itu, Ketua DPD PAN Lamongan, Husnul Aqib, mengatakan, perolehan PAN meningkat. Sebelumnya PAN hanya mendapatkan 6 kursi, pemilu ini mendapatkan 7 kursi.

‘’Sama seperti sebelumnya, kita memiliki peluang mendapatkan jabatan wakil ketua,’’ ujarnya.

Menurut Aqib, kunci keberhasilan menambah satu kursi terletak di dapil 2. Sebelumnya, dapil itu hanya terdapat satu kursi. Namun, dirinya yang turun dari DPRD provinsi dan mencalonkan diri di dapil 2, menyumbangkan suara terbanyak untuk DPD PAN Lamongan. ‘’Alhamdulillah masih bisa menjalankan amanah,’’ ujar Aqib.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC Partai Gerindra Lamongan, Okta Rosadinata, membenarkan bahwa Gerindra memertahankan perolehan empat kursi di DPRD Lamongan. ‘’Sama, kita tahun ini sepertinya masih memperoleh empat kursi,’’ katanya.

Sekretaris DPC PPP Lamongan Mutoyo mengaku ada kemerosotan terhadap perolehan kursi PPP. Bukan hanya di Lamongan. Penurunan juga terlihat di Gresik dan Bojonegoro. ‘’Pengaruh Pilpres sangat luar biasa. Kita turun dari empat kursi menjadi tiga kursi saja,’’ ujarnya.

Ketua DPD Golkar Lamongan Kacung Purwanto mengatakan, perolehan kursi Golkar sesuai dengan prediksi, enam kursi. Perolehan tersebut mengulang pemilu sebelumnya. Namun, saat itu Golkar gagal meraih bangku pimpinan DPRD Lamongan karena kalah perolehan suara dari PAN.  ‘’Sama seperti penghitungan kita sebelumnya,’’ ujar Kacung.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/