alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Hanura Klaim Komunikasi dengan PDIP-PKB

TUBAN – Perkiraan peroleh kursi parlemen yang diraih sejumlah partai politik (parpol) sudah mendekati kenyataan. Meski belum ada penetapan dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, kasak-kusuk koalisi fraksi di parlemen sudah berkembang. Terlebih, bagi partai yang hanya meraih empat kursi atau di bawah jumlah komisi DPRD Tuban yang berjumlah empat komisi.

Seperti Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanah Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai NasDem.

‘’Masih penjajakan,’’ kata Ketua DPD PKS Tuban Syaiful Antariksa saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban. Pada pileg tahun ini, PKS diprediksi hanya meraih satu kursi dari dapil III. Jumlah tersebut berkurang dari periode 2014-2019 yang meraih 3  kursi parlemen. Pada periode 2014-2019, PKS memilih berkoalisi dengan Partai Golkar yang meraih 7 kursi di gedung dewan. Namanya Fraksi Partai Golkar dan Keadilan Sejahtera.

Senada disampaikan Ketua DPC PBB Tuban Sumantri. Menurut dia, persoalan koalisi masih lama. Meski demikian, partainya bakal meraba parpol yang gelem diajak koalisi. ‘’Penjajakan dulu,’’ ujar dia. 

Ya, dari hasil perkirakan, PBB meraih 1 kursi dari dapil V melalui calegnya Mukaffi Makki. Partai ini satu-satunya partai yang bisa merebut kembali kursi yang sempat hilang pada pileg 2014-2019. Sebab, pileg 2009, PBB meraih 1 kursi di parlemen. Pada pileg 2019, kepengurusan partai ini tidak tersebar di seluruh kecamatan di Tuban. Dari 20 kecamatan, PAC yang aktif hanya 13 PAC. Di antaranya, Tuban, Merakurak, Kerek Montong, Semanding, Grabagan, Rengel, Soko, Singgahan, Bangilan, Jatirogo, Palang, dan Plumpang.

Baca Juga :  Berkhidmat untuk Umat

Mukaffi Makki, caleg peraih suara terbanyak di dapil V mengakui kepengurusan partainya belum maksimal di seluruh Tuban. Beruntung, dia yang maju pada Pileg 2019 mempunyai kekuatan dari organisasinya, Pemuda Pancasila. ‘’Suara saya mayoritas diperoleh dari Pemuda Pancasila,’’ kata ketua MPC Pemuda Pancasila Tuban itu.

Disinggung terkait rencana koalisi, sampai saat ini belum ada pembicaraan. ‘’Barangkali nggak ada yang tertarik dengan PBB,’’ ujar dia. Sementara itu, Partai Hanura mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol untuk rencana koalisi fraksi. Itu dilakukan karena partainya hanya bisa mempertahankan satu kursi. ‘’Belum ada yang mengajak (koalisi). Namun di mana-mana siap. Dan, sudah komunikasi dengan PDIPdan PKB,’’ ujar M. Musa, caleg Hanura dari dapil III yang diprediksi berhasil duduk di kursi parlemen.

Ketua DPC PPP Tuban Aguk Sahabudin, partai yang dipastikan bertahan 2 kursi di parlemen mengaku belum melangkah jauh. ‘’Menunggu penetapan KPU,’’ kataa dia.

Begitu juga Ketua DPD PAN Tuban Agung Supriyanto. Dia mengatakan, partainya masih menunggu keputusan resmi hasil Pemilu 2019. ‘’Sekiranya nanti PAN membentuk koalisi tentu dengan garis perjuangan yang sama, yakni membawa masyarakat Tuban yang lebih baik,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Percantik Wajah Alun - Alun Lamongan¬†

Kondisi ini berbeda dengan partai yang diperkirakan meraih kursi lebih dari empat kursi. Seperti PKB, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PDIP. Maklum, kelima partai ini sudah bisa mendirikan fraksi sendiri karena kursinya melebihi jumlah komisi di DPRD Tuban. Praktis, partai-partai ini lebih enjoy dalam menentukan sikap. Seperti pada periode 2014-2019, 4 dari 5 partai di atas memilih berdiri sendiri. Yakni, Fraksi PKB, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PDIP, dan Fraksi Partai Demokrat. ‘’Belum ada pembicaraan,’’ ujar Ketua DPC Partai Gerindra Tuban Tri Astuti.

Senada disampaikan Sekretaris DPC PKB Tuban M. Miyadi. Partainya belum komunikasi dan lamaran dengan partai lain.  ‘’Belum. Karena belum ada penetapan calon jadi,’’ tutur Miyadi.

Ketua DPC Partai Demokrat Tuban M. Anwar mengaku belum memikirkan hal itu. Sebab, saat ini masih dalam suasana gembira setelah partai yang dipimpin diperkirakan meraih lima kursi serta bisa bertahan meraih kursi pimpinan DPRD Tuban. ‘’Belum, masih refreshing,’’ tutur pengusaha pupuk ini.

Begitu Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban Andhi Hartanto juga mengaku belum ada pembicaraan apa pun.

TUBAN – Perkiraan peroleh kursi parlemen yang diraih sejumlah partai politik (parpol) sudah mendekati kenyataan. Meski belum ada penetapan dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, kasak-kusuk koalisi fraksi di parlemen sudah berkembang. Terlebih, bagi partai yang hanya meraih empat kursi atau di bawah jumlah komisi DPRD Tuban yang berjumlah empat komisi.

Seperti Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanah Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai NasDem.

‘’Masih penjajakan,’’ kata Ketua DPD PKS Tuban Syaiful Antariksa saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban. Pada pileg tahun ini, PKS diprediksi hanya meraih satu kursi dari dapil III. Jumlah tersebut berkurang dari periode 2014-2019 yang meraih 3  kursi parlemen. Pada periode 2014-2019, PKS memilih berkoalisi dengan Partai Golkar yang meraih 7 kursi di gedung dewan. Namanya Fraksi Partai Golkar dan Keadilan Sejahtera.

Senada disampaikan Ketua DPC PBB Tuban Sumantri. Menurut dia, persoalan koalisi masih lama. Meski demikian, partainya bakal meraba parpol yang gelem diajak koalisi. ‘’Penjajakan dulu,’’ ujar dia. 

Ya, dari hasil perkirakan, PBB meraih 1 kursi dari dapil V melalui calegnya Mukaffi Makki. Partai ini satu-satunya partai yang bisa merebut kembali kursi yang sempat hilang pada pileg 2014-2019. Sebab, pileg 2009, PBB meraih 1 kursi di parlemen. Pada pileg 2019, kepengurusan partai ini tidak tersebar di seluruh kecamatan di Tuban. Dari 20 kecamatan, PAC yang aktif hanya 13 PAC. Di antaranya, Tuban, Merakurak, Kerek Montong, Semanding, Grabagan, Rengel, Soko, Singgahan, Bangilan, Jatirogo, Palang, dan Plumpang.

Baca Juga :  Berkhidmat untuk Umat

Mukaffi Makki, caleg peraih suara terbanyak di dapil V mengakui kepengurusan partainya belum maksimal di seluruh Tuban. Beruntung, dia yang maju pada Pileg 2019 mempunyai kekuatan dari organisasinya, Pemuda Pancasila. ‘’Suara saya mayoritas diperoleh dari Pemuda Pancasila,’’ kata ketua MPC Pemuda Pancasila Tuban itu.

Disinggung terkait rencana koalisi, sampai saat ini belum ada pembicaraan. ‘’Barangkali nggak ada yang tertarik dengan PBB,’’ ujar dia. Sementara itu, Partai Hanura mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol untuk rencana koalisi fraksi. Itu dilakukan karena partainya hanya bisa mempertahankan satu kursi. ‘’Belum ada yang mengajak (koalisi). Namun di mana-mana siap. Dan, sudah komunikasi dengan PDIPdan PKB,’’ ujar M. Musa, caleg Hanura dari dapil III yang diprediksi berhasil duduk di kursi parlemen.

Ketua DPC PPP Tuban Aguk Sahabudin, partai yang dipastikan bertahan 2 kursi di parlemen mengaku belum melangkah jauh. ‘’Menunggu penetapan KPU,’’ kataa dia.

Begitu juga Ketua DPD PAN Tuban Agung Supriyanto. Dia mengatakan, partainya masih menunggu keputusan resmi hasil Pemilu 2019. ‘’Sekiranya nanti PAN membentuk koalisi tentu dengan garis perjuangan yang sama, yakni membawa masyarakat Tuban yang lebih baik,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dinilai Lambat Input Sistem Hitung

Kondisi ini berbeda dengan partai yang diperkirakan meraih kursi lebih dari empat kursi. Seperti PKB, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PDIP. Maklum, kelima partai ini sudah bisa mendirikan fraksi sendiri karena kursinya melebihi jumlah komisi di DPRD Tuban. Praktis, partai-partai ini lebih enjoy dalam menentukan sikap. Seperti pada periode 2014-2019, 4 dari 5 partai di atas memilih berdiri sendiri. Yakni, Fraksi PKB, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PDIP, dan Fraksi Partai Demokrat. ‘’Belum ada pembicaraan,’’ ujar Ketua DPC Partai Gerindra Tuban Tri Astuti.

Senada disampaikan Sekretaris DPC PKB Tuban M. Miyadi. Partainya belum komunikasi dan lamaran dengan partai lain.  ‘’Belum. Karena belum ada penetapan calon jadi,’’ tutur Miyadi.

Ketua DPC Partai Demokrat Tuban M. Anwar mengaku belum memikirkan hal itu. Sebab, saat ini masih dalam suasana gembira setelah partai yang dipimpin diperkirakan meraih lima kursi serta bisa bertahan meraih kursi pimpinan DPRD Tuban. ‘’Belum, masih refreshing,’’ tutur pengusaha pupuk ini.

Begitu Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban Andhi Hartanto juga mengaku belum ada pembicaraan apa pun.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/