alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Media Massa Garda Menjaga Bahasa Indonesia

 BOJONEGORO – Kalangan media massa dituntut mengedepankan kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan berita. Sebab, media massa menjadi ujung tombak menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia.”Apabila bahasa media massa jelek. Tentu, bahasa publik akan mengikutinya. Jadi media massa perlu memberi contoh yang baik dan benar,” kata Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Mustakim saat penyuluhan bersama kalangan jurnalis, pers kampus, dan siswa pegiat literasi sekolah di Bojonegoro selama tiga hari berakhir sabtu (5/5).

Mustakim memberikan wawasan baru yang terkadang luput dari perhatian media massa. Padahal, media massa merupakan ujung tombak mengembangkan dan memperbaiki bahasa Indonesia. Dian Roesmiati pegawai Balai Bahasa Jawa Timur menambahkan, kalangan jurnalis tetap harus memahami bahasa Indonesia yang benar.

Baca Juga :  DPRD Dorong Pers Menjadi Penyeimbang Demokrasi

Apalagi, saat ini banyak berita memakai kata-kata serapan bahasa asing. ‘’Sebisa mungkin mengutamakan bahasa Indonesia,’’ ucapnya. Dia menambahkan, jurnalis setidaknya juga bisa mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Setidaknya, dengan UKBI ini bisa menjadi kompetensi jurnalis dalam penulisan berita sesuai tata bahasa.

 BOJONEGORO – Kalangan media massa dituntut mengedepankan kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan berita. Sebab, media massa menjadi ujung tombak menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia.”Apabila bahasa media massa jelek. Tentu, bahasa publik akan mengikutinya. Jadi media massa perlu memberi contoh yang baik dan benar,” kata Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Mustakim saat penyuluhan bersama kalangan jurnalis, pers kampus, dan siswa pegiat literasi sekolah di Bojonegoro selama tiga hari berakhir sabtu (5/5).

Mustakim memberikan wawasan baru yang terkadang luput dari perhatian media massa. Padahal, media massa merupakan ujung tombak mengembangkan dan memperbaiki bahasa Indonesia. Dian Roesmiati pegawai Balai Bahasa Jawa Timur menambahkan, kalangan jurnalis tetap harus memahami bahasa Indonesia yang benar.

Baca Juga :  Deg – degan di Atas 

Apalagi, saat ini banyak berita memakai kata-kata serapan bahasa asing. ‘’Sebisa mungkin mengutamakan bahasa Indonesia,’’ ucapnya. Dia menambahkan, jurnalis setidaknya juga bisa mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Setidaknya, dengan UKBI ini bisa menjadi kompetensi jurnalis dalam penulisan berita sesuai tata bahasa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/