alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Stok Darah Meningkat

LAMONGAN – Jumlah ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lamongan meningkat 20 persen selama Februari – Maret. Jika sebelumnya rata – rata ketersediaan darah 1.000 kantong setiap bulan, maka periode waktu itu 1.200 kantong per bulan.

Teknisi Transfusi Darah PMI Lamongan, Eko Harjono, mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya event donor darah. Sebab, pendonor di unit hanya 6 – 8 orang per hari.

Bulan ini, terjadwal 18 kegiatan donor darah keliling. ‘’Setiap bulan menunjukkan peningkatan jumlah stok darah dan jumlah pendonor. Sehingga bisa mencukupi permintaan darah di Lamongan,’’ ujar Eko saat ditemui di ruangannya.

Hingga Jumat (5/4), tercatat 556 kantong darah yang tersedia di UTD PMI Lamongan. Rinciannya, 144 kantong golongan A, 108 kantong golongan B, 280 kantong golongan O, dan 24 kantong golongan darah AB. Jenis darah yang paling banyak dibutuhkan, golongan O. Sedangkan paling sedikit dibutuhkan, sekitar 7 persen, golongan AB.

Baca Juga :  Termotivasi Jadi Abdi Negara

Eko menambahkan, permintaan kantong darah didominasi dari RSUD dr R Soegiri dan RS Muhammadiyah Lamongan. Persentasenya masing-masing 30 persen. Sedangkan sisanya berasal dari rumah sakit lainnya.

Permintaan darah didominasi dari pasien penderita penyakit dalam karena berkurangnya kadar hemoglobin (HB) dalam tubuh. ‘’Karena RSUD dan RSML menggunakan BPJS. Klinik-klinik dan RS di tingkat kecamatan pasti selalu dirujuk ke Lamongan. Karena hanya di dua rumah sakit tersebut yang ada bank darahnya,’’ tambahnya.

Tugas bank darah sebagai tempat pendistribusian darah kepada pasien. Sedangkan proses skrining darah terhadap infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) tetap dilakukan di UTD PMI.

LAMONGAN – Jumlah ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lamongan meningkat 20 persen selama Februari – Maret. Jika sebelumnya rata – rata ketersediaan darah 1.000 kantong setiap bulan, maka periode waktu itu 1.200 kantong per bulan.

Teknisi Transfusi Darah PMI Lamongan, Eko Harjono, mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya event donor darah. Sebab, pendonor di unit hanya 6 – 8 orang per hari.

Bulan ini, terjadwal 18 kegiatan donor darah keliling. ‘’Setiap bulan menunjukkan peningkatan jumlah stok darah dan jumlah pendonor. Sehingga bisa mencukupi permintaan darah di Lamongan,’’ ujar Eko saat ditemui di ruangannya.

Hingga Jumat (5/4), tercatat 556 kantong darah yang tersedia di UTD PMI Lamongan. Rinciannya, 144 kantong golongan A, 108 kantong golongan B, 280 kantong golongan O, dan 24 kantong golongan darah AB. Jenis darah yang paling banyak dibutuhkan, golongan O. Sedangkan paling sedikit dibutuhkan, sekitar 7 persen, golongan AB.

Baca Juga :  Jalur Lingkar Utara Lamongan Tahap Review DED

Eko menambahkan, permintaan kantong darah didominasi dari RSUD dr R Soegiri dan RS Muhammadiyah Lamongan. Persentasenya masing-masing 30 persen. Sedangkan sisanya berasal dari rumah sakit lainnya.

Permintaan darah didominasi dari pasien penderita penyakit dalam karena berkurangnya kadar hemoglobin (HB) dalam tubuh. ‘’Karena RSUD dan RSML menggunakan BPJS. Klinik-klinik dan RS di tingkat kecamatan pasti selalu dirujuk ke Lamongan. Karena hanya di dua rumah sakit tersebut yang ada bank darahnya,’’ tambahnya.

Tugas bank darah sebagai tempat pendistribusian darah kepada pasien. Sedangkan proses skrining darah terhadap infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) tetap dilakukan di UTD PMI.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/