alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Cuaca Buruk, Penutupan Dimajukan Sehari

DANDER – Penutupan perkemahan pramuka yang dihelat di Bumi Perkemahan Taman Tirtawana Dander dimajukan sehari. Seharusnya, perkemahan bakti saka bhayangkara daerah (pertikarada) ditutup tadi malam (5/3), namun dimajukan sehari, yakni Minggu malam (4/3).

Alasannya, kondisi alam sedang tidak kondusif. Selain itu, sebanyak 34 peserta pingsan akibat kedinginan dan angin kencang. “Kondisi alamnya memang tidak memungkinkan, jadi harus dievakuasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo kemarin (5/3).

Dia mengatakan, awalnya mendapat informasi Minggu pukul 22.00, ada banjir dan angin deras di lingkungan perkemahan. Karena banyak yang harus dievakuasi, pihaknya menurunkan delapan personel untuk melakukan evakuasi. Derasnya angin dan hujan membuat daya tahan tubuh peserta menurun.

Baca Juga :  Suami Aniaya Isteri Gara Gara HP

Dia menjelaskan, memang ada kabar ada dua peserta hilang. Namun, setelah dilakukan pencarian, peserta tersebut tidur di salah satu musala di kawasan tersebut. Terkait adanya sejumlah peserta yang kesurupan. Dia mengatakan, secara ilmiah mereka pingsan karena kedinginan.

Dari data yang dia miliki, sebanyak 34 peserta dari berbagai daerah pingsan dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Penyebabnya, menurut dia, sejauh ini karena derasnya hujan dan angin yang memicu peserta kedinginan. Ke-34 peserta tersebut, dibawa ke tiga rumah sakit berbeda.

Yakni, RS Bhayangkara sebanyak 30 peserta, dua peserta di Puskesmas Ngumpakdalem, dan empat peserta dirawat di klinik swasta. Selain dari Bojonegoro, sejumlah peserta yang mengalami pingsan juga datang dari Mojokerto, Malang, Jombang, Pacitan, Sampang, Kediri, Gresik, dan Situbondo.

Baca Juga :  Angger Bilal Prakoso, Pelatih Cabor Rugby sekaligus Anggar

Hingga kemarin, peserta dari luar kota sudah mulai dipulangkan. Andik mengatakan, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang kondisi ekstrem terjadi hingga akhir Maret. Karena itu, bulan ini masih berpotensi terjadi hujan deras dan angin. Dia mengimbau agar masyarakat mulai mengurangi agenda-agenda outdoor di luar rumah.

Sebab, hujan deras dan angin kencang bakal lebih sering terjadi. “Perkiraan BMKG sampai akhir Maret masih terjadi hujan deras disertai angin,” imbuh dia.

DANDER – Penutupan perkemahan pramuka yang dihelat di Bumi Perkemahan Taman Tirtawana Dander dimajukan sehari. Seharusnya, perkemahan bakti saka bhayangkara daerah (pertikarada) ditutup tadi malam (5/3), namun dimajukan sehari, yakni Minggu malam (4/3).

Alasannya, kondisi alam sedang tidak kondusif. Selain itu, sebanyak 34 peserta pingsan akibat kedinginan dan angin kencang. “Kondisi alamnya memang tidak memungkinkan, jadi harus dievakuasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo kemarin (5/3).

Dia mengatakan, awalnya mendapat informasi Minggu pukul 22.00, ada banjir dan angin deras di lingkungan perkemahan. Karena banyak yang harus dievakuasi, pihaknya menurunkan delapan personel untuk melakukan evakuasi. Derasnya angin dan hujan membuat daya tahan tubuh peserta menurun.

Baca Juga :  Persela Lamongan Menanti Poin Perdana

Dia menjelaskan, memang ada kabar ada dua peserta hilang. Namun, setelah dilakukan pencarian, peserta tersebut tidur di salah satu musala di kawasan tersebut. Terkait adanya sejumlah peserta yang kesurupan. Dia mengatakan, secara ilmiah mereka pingsan karena kedinginan.

Dari data yang dia miliki, sebanyak 34 peserta dari berbagai daerah pingsan dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Penyebabnya, menurut dia, sejauh ini karena derasnya hujan dan angin yang memicu peserta kedinginan. Ke-34 peserta tersebut, dibawa ke tiga rumah sakit berbeda.

Yakni, RS Bhayangkara sebanyak 30 peserta, dua peserta di Puskesmas Ngumpakdalem, dan empat peserta dirawat di klinik swasta. Selain dari Bojonegoro, sejumlah peserta yang mengalami pingsan juga datang dari Mojokerto, Malang, Jombang, Pacitan, Sampang, Kediri, Gresik, dan Situbondo.

Baca Juga :  Dunia Kesehatan Sambut Positif Kehadiran Vaksin COVID-19

Hingga kemarin, peserta dari luar kota sudah mulai dipulangkan. Andik mengatakan, prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang kondisi ekstrem terjadi hingga akhir Maret. Karena itu, bulan ini masih berpotensi terjadi hujan deras dan angin. Dia mengimbau agar masyarakat mulai mengurangi agenda-agenda outdoor di luar rumah.

Sebab, hujan deras dan angin kencang bakal lebih sering terjadi. “Perkiraan BMKG sampai akhir Maret masih terjadi hujan deras disertai angin,” imbuh dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/