alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Vaksin Kedua Sasarannya Tenaga Medis dan Tokoh Masyarakat

Radar Bojonegoro – Vaksinasi dosis kedua dijadwalkan mulai 11 Februari mendatang. Sasarannya, penerima sutikan dosis pertama di gelombang pertama. Yakni, tenaga medis dan tokoh masyarakat. Sesuai pengakuan penerima vaksinasi, setelah disuntik tidak mengalami efek samping serius, hanya mengantuk dan sedikit pegal-pegal.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Bojonegoro Imam Wahyudi mengatakan bahwa vaksinasi tahap kedua dilaksanakan pada 11 Februari mendatang. Terhitung 14 hari setelah disuntik dosis pertama. Namun, bagi mereka yang penyuntikan vaksinnya belum 14 hari, dosis kedua menunggu hingga waktu 14 hari. ‘’Intinya dihitung 14 hari setelah penyuntikan pertama,’’ katanya.

Menurut dia, ada sejumlah penerima vaksin pertama yang belum disuntik, karena saat proses skrining tidak memenuhi syarat. Namun, tetap dijadwalkan ulang menerima vaksin. Tentunya, setelah kondisinya dinyatakan siap divaksin. ‘’Mereka yang tertunda, saat ini sudah ada yang disuntik,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Satu CPNS Tidak Bisa Dilantik

Imam menambahkan, belum dipastikan waktu pengiriman vaksin tahap kedua, yang direncanakan untuk aparatur pelayanan masyarakat. Mulai PNS, Polisi, TNI, Polri, dan wartawan. Kiriman vaksin pekan lalu adalah dosis kedua dari vaksin tahap pertama. ‘’Kalau yang tahap kedua kami belum tahu,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin salah satu penerima vaksin tahap pertama menga takan, setelah disuntik vaksin mengalami gejala ringan seperti mengantuk dan lelah. Itu berlangsung selama satu hingga dua hari. Setelah itu kondisi kembali normal.

‘’Usai disuntik itu rasanya mengantuk terus. Tapi setelah dua hari sudah normal,’’ katanya terpisah. Menurut Imam, selain mengantuk, bahu yang disuntik juga terasa kram dan pegal-pegal. Namun, itu juga hanya berlangsung dua hari. Efek samping dianggap biasa. Semua yang divaksin mengalami hal yang sama. Sehingga, tidak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga :  Lelang Tuntas, Empat Trotoar Digarap Minggu Depan

Radar Bojonegoro – Vaksinasi dosis kedua dijadwalkan mulai 11 Februari mendatang. Sasarannya, penerima sutikan dosis pertama di gelombang pertama. Yakni, tenaga medis dan tokoh masyarakat. Sesuai pengakuan penerima vaksinasi, setelah disuntik tidak mengalami efek samping serius, hanya mengantuk dan sedikit pegal-pegal.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Bojonegoro Imam Wahyudi mengatakan bahwa vaksinasi tahap kedua dilaksanakan pada 11 Februari mendatang. Terhitung 14 hari setelah disuntik dosis pertama. Namun, bagi mereka yang penyuntikan vaksinnya belum 14 hari, dosis kedua menunggu hingga waktu 14 hari. ‘’Intinya dihitung 14 hari setelah penyuntikan pertama,’’ katanya.

Menurut dia, ada sejumlah penerima vaksin pertama yang belum disuntik, karena saat proses skrining tidak memenuhi syarat. Namun, tetap dijadwalkan ulang menerima vaksin. Tentunya, setelah kondisinya dinyatakan siap divaksin. ‘’Mereka yang tertunda, saat ini sudah ada yang disuntik,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Oktober Rekrut Banyak Proyek JTB

Imam menambahkan, belum dipastikan waktu pengiriman vaksin tahap kedua, yang direncanakan untuk aparatur pelayanan masyarakat. Mulai PNS, Polisi, TNI, Polri, dan wartawan. Kiriman vaksin pekan lalu adalah dosis kedua dari vaksin tahap pertama. ‘’Kalau yang tahap kedua kami belum tahu,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin salah satu penerima vaksin tahap pertama menga takan, setelah disuntik vaksin mengalami gejala ringan seperti mengantuk dan lelah. Itu berlangsung selama satu hingga dua hari. Setelah itu kondisi kembali normal.

‘’Usai disuntik itu rasanya mengantuk terus. Tapi setelah dua hari sudah normal,’’ katanya terpisah. Menurut Imam, selain mengantuk, bahu yang disuntik juga terasa kram dan pegal-pegal. Namun, itu juga hanya berlangsung dua hari. Efek samping dianggap biasa. Semua yang divaksin mengalami hal yang sama. Sehingga, tidak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga :  Sedih Teringat Perjuangan Ortu Belikan Sepatu

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/