alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Kelulusan Siswa Seutuhnya Ditangan Sekolah

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro memberikan kewenangan kepada masing-masing sekolah terakait penentuan kelulusan siswa SD dan SMP. Termasuk keputusan menggelar ujian sekolah (US) atau menggunakan bentuk penilaian lain, untuk diakumulasikan dengan nilai rapor hingga nilai sikap.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto mengatakan penentuan kelulusan menjadi kewenangan sekolah. Sudah ada acuan juknisnya. Pihaknya sebatas memantau, menerima laporan pelaksanaan hingga evaluasinya.

‘’Semua bergantung sekolah. Salah satu acuannya SE Kemendikbud Nomor 1 Tahun 2021,” katanya kemarin (5/2). Menurut dia, sistem penilaian kelulusan tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu. Juga sama-sama tidak bergantung pada nilai ujian nasional (UN). Apalagi seiring kemudian kini telah dihapus. Menjadi wewenang dan keputusan sekolah.

Baca Juga :  Terpengaruh Miras, Dua Tewas Satunya Pelajar

Mengingat para guru dan sekolah lebih mengetahui keseharian siswa dalam menjalani pembelajaran. ‘’Tahun lalu juga sudah begitu (sistematika penentuan kelulusan siswa). Juga sama-sama di tengah pandemi,” imbuh dia.

Yanto menjelaskan, saat ini sekolah sudah berproses menyong song penetuan kelulusan. Menuntaskan tahun ajaran pembelajaran. Termasuk mulai merumuskan akan menggelar US atau sebaliknya. Namun, kelulusan siswa SD dan SMP berlangsung sekitar Mei atau awal Juni. ‘’Karena sekitar Juni dan Juli sudah masuk PPDB SMP,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menuturkan, aspek penilaian kelulusan siswa terdiri dari tiga hal. Menyelesaikan program pembelajaran dibuktikan dengan nilai rapor, minimal memperoleh nilai sikap baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan sekolah. ‘’Untuk poin ujian, bisa menggunakan portofolio, penugasan, menggelar ujian sekolah atau bentuk lainnya,” kata dia.

Baca Juga :  Perkuat Objek Swafoto

Dia menambahkan, jika mengge lar US atau semacam tes, tentu tetap berpedoman pada kebijakan pemkab setempat. Kalau belum diperkenankan menggelar tatap muka, sistem pelaksanaan US pun sama. Menggunakan sistem lain. ‘’Menyesuaikan kondisi sekolah. Kalau ada bentuk ujian (US), bisa dengan sistem full daring atau luring (mengambil atau mengantar soal),” tandasnya.

Radar Bojonegoro – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro memberikan kewenangan kepada masing-masing sekolah terakait penentuan kelulusan siswa SD dan SMP. Termasuk keputusan menggelar ujian sekolah (US) atau menggunakan bentuk penilaian lain, untuk diakumulasikan dengan nilai rapor hingga nilai sikap.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto mengatakan penentuan kelulusan menjadi kewenangan sekolah. Sudah ada acuan juknisnya. Pihaknya sebatas memantau, menerima laporan pelaksanaan hingga evaluasinya.

‘’Semua bergantung sekolah. Salah satu acuannya SE Kemendikbud Nomor 1 Tahun 2021,” katanya kemarin (5/2). Menurut dia, sistem penilaian kelulusan tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu. Juga sama-sama tidak bergantung pada nilai ujian nasional (UN). Apalagi seiring kemudian kini telah dihapus. Menjadi wewenang dan keputusan sekolah.

Baca Juga :  Perkuat Objek Swafoto

Mengingat para guru dan sekolah lebih mengetahui keseharian siswa dalam menjalani pembelajaran. ‘’Tahun lalu juga sudah begitu (sistematika penentuan kelulusan siswa). Juga sama-sama di tengah pandemi,” imbuh dia.

Yanto menjelaskan, saat ini sekolah sudah berproses menyong song penetuan kelulusan. Menuntaskan tahun ajaran pembelajaran. Termasuk mulai merumuskan akan menggelar US atau sebaliknya. Namun, kelulusan siswa SD dan SMP berlangsung sekitar Mei atau awal Juni. ‘’Karena sekitar Juni dan Juli sudah masuk PPDB SMP,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menuturkan, aspek penilaian kelulusan siswa terdiri dari tiga hal. Menyelesaikan program pembelajaran dibuktikan dengan nilai rapor, minimal memperoleh nilai sikap baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan sekolah. ‘’Untuk poin ujian, bisa menggunakan portofolio, penugasan, menggelar ujian sekolah atau bentuk lainnya,” kata dia.

Baca Juga :  12 Cabor Positif di Bojonegoro

Dia menambahkan, jika mengge lar US atau semacam tes, tentu tetap berpedoman pada kebijakan pemkab setempat. Kalau belum diperkenankan menggelar tatap muka, sistem pelaksanaan US pun sama. Menggunakan sistem lain. ‘’Menyesuaikan kondisi sekolah. Kalau ada bentuk ujian (US), bisa dengan sistem full daring atau luring (mengambil atau mengantar soal),” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/