alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Sembilan Kades Terancam Diberhentikan

BOJONEGORO – Pemkab akhirnya melayangkan surat peringatan (SP) kedua untuk sembilan kepala desa (kades). Itu dilakukan setelah SP pertama tidak diindahkan oleh para kades tersebut.”Hari ini (kemarin) kita layangkan suratnya. Semoga mereka mau memerhatikannya,” kata Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan DPMPD Bojonegoro Sugeng Firmanto kemarin.

Sugeng menjelaskan, SP diberikan karena sembilan kades tersebut tidak mengindahkan peringatan secara lisan. Bahkan, peringatan secara lisan sudah diberikan sejak lama. Namun, upaya itu tidak berhasil. 

SP tersebut berlaku selama 14 hari ke depan. Dalam waktu 14 hari,  sembilan kades tersebut tetap tidak mengindahkan, maka akan terbit SP ke-3. Jika tetap tidak mengindahkan, maka kades akan diberhentikan.

Baca Juga :  Tak Kenal Tanggal Merah

”Aturannya demikian,” ujar Sugeng.Proses pemberhentian tersebut tidak dilakukan secara langsung. Namun, lebih dulu kades akan diperiksa oleh Inspektorat.

Pemeriksaan berkaitan dengan alasan kades hingga kini masih belum melantik. Jika alasan yang diberikan tidak berdasar, maka kades bisa kena sanksi pemberhentian.

”Itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa,” jelasnya.Berdasarkan informasi dari camat, kades yang belum merampungkan proses pengisian perangkat disebabkan banyak hal.

Mulai adanya proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, ada juga yang sengaja tidak melanjutkan proses karena menganggap rekrutmen perangkat desa cacat hukum. ”Alasannya beragam,” jelasnya. 

Dia mencontohkan, di Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu permasalahan yang terjadi adalah rekom yang diajukan ke camat tidak sesuai dengan hasil ujian. Karena itu, ada dua tidak direkomendasi camat.

Baca Juga :  Pasar Kota Ditutup Dua Hari

” Sehingga,  tidak bisa dilantik,” jelasnya. Hingga kini ada tujuh desa yang tidak mengajukan rekomendasi ke camat dan dua desa belum melantik. Totalnya ada sembilan desa yang belum melantik perangkat baru.

Yaitu, Desa Wotanngare  Kecamatan Kalitidu, Desa Kedungrejo, Sukorejo, dan Sumberejo Kecamatan Malo. Desa Kuniran Kecamatan Purwosari, Ngampel Kecamatan Kapas, Desa/Kecamatan Sukosewu, Balongdowo Kecamatan Kepohbaru, dan Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo.

”Seharusnya proses pengisian perangkat selesai pada 21 Desember lalu,” jelasnya.

BOJONEGORO – Pemkab akhirnya melayangkan surat peringatan (SP) kedua untuk sembilan kepala desa (kades). Itu dilakukan setelah SP pertama tidak diindahkan oleh para kades tersebut.”Hari ini (kemarin) kita layangkan suratnya. Semoga mereka mau memerhatikannya,” kata Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan DPMPD Bojonegoro Sugeng Firmanto kemarin.

Sugeng menjelaskan, SP diberikan karena sembilan kades tersebut tidak mengindahkan peringatan secara lisan. Bahkan, peringatan secara lisan sudah diberikan sejak lama. Namun, upaya itu tidak berhasil. 

SP tersebut berlaku selama 14 hari ke depan. Dalam waktu 14 hari,  sembilan kades tersebut tetap tidak mengindahkan, maka akan terbit SP ke-3. Jika tetap tidak mengindahkan, maka kades akan diberhentikan.

Baca Juga :  Persela Minta Kepastian

”Aturannya demikian,” ujar Sugeng.Proses pemberhentian tersebut tidak dilakukan secara langsung. Namun, lebih dulu kades akan diperiksa oleh Inspektorat.

Pemeriksaan berkaitan dengan alasan kades hingga kini masih belum melantik. Jika alasan yang diberikan tidak berdasar, maka kades bisa kena sanksi pemberhentian.

”Itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa,” jelasnya.Berdasarkan informasi dari camat, kades yang belum merampungkan proses pengisian perangkat disebabkan banyak hal.

Mulai adanya proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, ada juga yang sengaja tidak melanjutkan proses karena menganggap rekrutmen perangkat desa cacat hukum. ”Alasannya beragam,” jelasnya. 

Dia mencontohkan, di Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu permasalahan yang terjadi adalah rekom yang diajukan ke camat tidak sesuai dengan hasil ujian. Karena itu, ada dua tidak direkomendasi camat.

Baca Juga :  dr Endah Wahyu Utami Berpulang dengan Tenang

” Sehingga,  tidak bisa dilantik,” jelasnya. Hingga kini ada tujuh desa yang tidak mengajukan rekomendasi ke camat dan dua desa belum melantik. Totalnya ada sembilan desa yang belum melantik perangkat baru.

Yaitu, Desa Wotanngare  Kecamatan Kalitidu, Desa Kedungrejo, Sukorejo, dan Sumberejo Kecamatan Malo. Desa Kuniran Kecamatan Purwosari, Ngampel Kecamatan Kapas, Desa/Kecamatan Sukosewu, Balongdowo Kecamatan Kepohbaru, dan Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo.

”Seharusnya proses pengisian perangkat selesai pada 21 Desember lalu,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/