alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Oknum Guru Pukul Siswa, Berakhir Damai

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Seorang siswa SMAN Sugihwaras berinisial RA, 17, alami luka-luka bagian bibirnya kemarin (5/1). Akibat dipukul seorang oknum guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) berinisial MQ, 45, saat masuk gerbang sekolah. 

Orang tua korban pun tidak terima atas perbuatan oknum guru tersebut. Akhirnya melaporkan ke Polsek Sugihwaras. Tetapi, setelah dilakukan mediasi oleh Polsek Sugihwaras, antara korban, orang tuanya, dan pelaku sepakat untuk damai.

Kapolsek Sugihwaras Iptu Teguh Subagio membenarkan, bahwa ibu korban RA melaporkan kasus pemukulan dilakukan oknum guru SMAN Sugihwaras. Namun pihaknya melakukan upaya secara persuasif dan memediasi kedua pihak. “Akhirnya di Mapolsek Sugihwaras tadi (kemarin, Red) sudah ada kesepakatan damai,” tutur Kapolsek.

Baca Juga :  Pipa PDAM Bocor Akibat Proyek Trotoar, Jalan Mastrip Tergenang

Kapolsek menambahkan, karena kasus tersebut sudah ramai di media, akhirnya Kanit Reskrim Polsek Sugihwaras bersama korban, orang tuanya, dan pelaku dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Bojonegoro. “Sekarang (kemarin, Red) buat laporan polisi di polres, lalu gelar perkara dan diselesaikan secara RJ (restorative justice),” ucapnya.

Sementara itu, menurut keterangan orang tua korban RA, kejadian pemukulan terjadi sekitar pukul 06.45 kemarin. Saat itu, korban hendak masuk gerbang sekolah. Lalu diberhentikan anggota organisasi siswa intra sekolah (OSIS) karena salah memakai kaus kaki dan belum memasukkan seragamnya.

Kemudian, seorang oknum guru itu menghampiri dan menyuruh korban menuntun maju motornya. Lalu korban tak kunjung maju, karena masih memasukkan seragamnya, selang beberapa saat korban dipukul bibirnya. Akibatnya bibir korban luka-luka. Korban pulang ke rumah dan orang tua korban membawa ke Puskesmas Sugihwaras untuk mendapat perawatan. 

Baca Juga :  Klaim Tujuh Lampu Merah Bisa Tekan Laka dan Bus Ngeblong

Hingga berita ini ditulis, Jawa Pos Radar Bojonegoro berusaha menghubungi Kepala SMAN Sugihwaras Mokhamad Samsu melalui sambungan telepon. Namun belum ada respons. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno membenarkan ada pemukulan di SMAN Sugihwaras. Namun, sudah selesai secara damai dari di polsek. Pihaknya mengaku akan memanggil oknum guru untuk dimintai klarifikasi selanjutnya dilakukan pembinaan. 

Adi mengimbau kepala sekolah maupun guru tetap sabar menghadapi siswa. Sebab siswa masih anak-anak sehingga jajaran pendidik harus bersikap dewasa. (irv)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Seorang siswa SMAN Sugihwaras berinisial RA, 17, alami luka-luka bagian bibirnya kemarin (5/1). Akibat dipukul seorang oknum guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) berinisial MQ, 45, saat masuk gerbang sekolah. 

Orang tua korban pun tidak terima atas perbuatan oknum guru tersebut. Akhirnya melaporkan ke Polsek Sugihwaras. Tetapi, setelah dilakukan mediasi oleh Polsek Sugihwaras, antara korban, orang tuanya, dan pelaku sepakat untuk damai.

Kapolsek Sugihwaras Iptu Teguh Subagio membenarkan, bahwa ibu korban RA melaporkan kasus pemukulan dilakukan oknum guru SMAN Sugihwaras. Namun pihaknya melakukan upaya secara persuasif dan memediasi kedua pihak. “Akhirnya di Mapolsek Sugihwaras tadi (kemarin, Red) sudah ada kesepakatan damai,” tutur Kapolsek.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Masjid Nurul Ilmi SMPN 1 Lamongan

Kapolsek menambahkan, karena kasus tersebut sudah ramai di media, akhirnya Kanit Reskrim Polsek Sugihwaras bersama korban, orang tuanya, dan pelaku dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Bojonegoro. “Sekarang (kemarin, Red) buat laporan polisi di polres, lalu gelar perkara dan diselesaikan secara RJ (restorative justice),” ucapnya.

Sementara itu, menurut keterangan orang tua korban RA, kejadian pemukulan terjadi sekitar pukul 06.45 kemarin. Saat itu, korban hendak masuk gerbang sekolah. Lalu diberhentikan anggota organisasi siswa intra sekolah (OSIS) karena salah memakai kaus kaki dan belum memasukkan seragamnya.

Kemudian, seorang oknum guru itu menghampiri dan menyuruh korban menuntun maju motornya. Lalu korban tak kunjung maju, karena masih memasukkan seragamnya, selang beberapa saat korban dipukul bibirnya. Akibatnya bibir korban luka-luka. Korban pulang ke rumah dan orang tua korban membawa ke Puskesmas Sugihwaras untuk mendapat perawatan. 

Baca Juga :  Ajak Produsen Tas Hindari Memakai Kulit Hewan Reptil

Hingga berita ini ditulis, Jawa Pos Radar Bojonegoro berusaha menghubungi Kepala SMAN Sugihwaras Mokhamad Samsu melalui sambungan telepon. Namun belum ada respons. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno membenarkan ada pemukulan di SMAN Sugihwaras. Namun, sudah selesai secara damai dari di polsek. Pihaknya mengaku akan memanggil oknum guru untuk dimintai klarifikasi selanjutnya dilakukan pembinaan. 

Adi mengimbau kepala sekolah maupun guru tetap sabar menghadapi siswa. Sebab siswa masih anak-anak sehingga jajaran pendidik harus bersikap dewasa. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/