alexametrics
25 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Vaksinasi Covid-19 Tunggu Distribusi dari Dinkes Pemprov Jatim

Radar Lamongan – Rencana vaksinasi untuk mencegah Covid-19 segera terealisasi. Koordinator Bidang Promotif dan Preventif Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat menyatakan, droping vaksin saat ini sudah sampai di Dinas Provinsi Jawa Timur. Jika tidak ada kendala, maka pekan depan didistribusikan ke kabupaten.

“Maksimal Rabu kita sudah bisa pelaksanaan vaksinasi serentak,” klaimnya kemarin (5/1). Dia berharap Sinovac yang bakal dikirimkan tersebut, bisa meminimalisasi penularan covid-19. Menurut Taufik, sasaran penerima vaksinasi tahap awal adalah tenaga kesehatan, personel TNI, Polri, Pol PP, dan lanjut usia (lansia).

Terkait jatah vaksin, Taufik mengatakan, semuanya diatur dari pusat. Daerah hanya melaksanakan sesuai petunjuk yang diberikan. Jika tidak berubah, maka sasaran tahap awal di Lamongan 3.216 orang. Sasaran tersebut membutuhkan 6.432 dosis. Sebab, satu orang minimal dua kali vaksinasi periode 14 hari. “Masalah teknisnya menyusul, tapi sekarang masih melengkapi data,” kata pria yang juga menjabat kepala Dinas Kesehatan Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Pedoman Baru, Petugas Mulai Kurangi Pemakaian APD

Taufik menjelaskan, pasokan vaksin tidak segera tersedia dalam jumlah cukup untuk mengimunisasi wilayah satu negara. Sehingga, tahapan penerima vaksin dikelompokkan menjadi tiga skenario. Tahap pertama, 1-10 persen dari total populasi. Tahap kedua, 11-20 persen dari populasi dan tahap ketiga 21-50 persen dari populasi suatu negara.

Petugas kesehatan, kelompok dengan resiko kematian atau penyakit berat (komorbid), dan kelompok sosial atau pekerjaan yang beresiko tinggi serta tidak bisa melakukan jaga jarak yang menjadi prioritas untuk diimunisasi. “Kalau klasifikasi umurnya antara 18 – 59 tahun yang bisa diberikan vaksin,” jelasnya.

Taufik berharap adanya vaksinasi bisa menekan pertumbuhan kasus. Saat ini kondisi Lamongan berstatus zona merah dengan resiko tinggi. Penyebabnya beragam. Dia meminta mereka yang memiliki mobilitas tinggi agar menjaga kesehatan dengan terus mengonsumsi makanan sehat dan istirahat cukup. Selain itu, tidak pernah melupakan protokol kesehatan yang benar karena gelombang kedua covid-19 sedang terjadi.

Baca Juga :  Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Radar Lamongan – Rencana vaksinasi untuk mencegah Covid-19 segera terealisasi. Koordinator Bidang Promotif dan Preventif Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat menyatakan, droping vaksin saat ini sudah sampai di Dinas Provinsi Jawa Timur. Jika tidak ada kendala, maka pekan depan didistribusikan ke kabupaten.

“Maksimal Rabu kita sudah bisa pelaksanaan vaksinasi serentak,” klaimnya kemarin (5/1). Dia berharap Sinovac yang bakal dikirimkan tersebut, bisa meminimalisasi penularan covid-19. Menurut Taufik, sasaran penerima vaksinasi tahap awal adalah tenaga kesehatan, personel TNI, Polri, Pol PP, dan lanjut usia (lansia).

Terkait jatah vaksin, Taufik mengatakan, semuanya diatur dari pusat. Daerah hanya melaksanakan sesuai petunjuk yang diberikan. Jika tidak berubah, maka sasaran tahap awal di Lamongan 3.216 orang. Sasaran tersebut membutuhkan 6.432 dosis. Sebab, satu orang minimal dua kali vaksinasi periode 14 hari. “Masalah teknisnya menyusul, tapi sekarang masih melengkapi data,” kata pria yang juga menjabat kepala Dinas Kesehatan Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Rencanakan Perbaikan Mulai November

Taufik menjelaskan, pasokan vaksin tidak segera tersedia dalam jumlah cukup untuk mengimunisasi wilayah satu negara. Sehingga, tahapan penerima vaksin dikelompokkan menjadi tiga skenario. Tahap pertama, 1-10 persen dari total populasi. Tahap kedua, 11-20 persen dari populasi dan tahap ketiga 21-50 persen dari populasi suatu negara.

Petugas kesehatan, kelompok dengan resiko kematian atau penyakit berat (komorbid), dan kelompok sosial atau pekerjaan yang beresiko tinggi serta tidak bisa melakukan jaga jarak yang menjadi prioritas untuk diimunisasi. “Kalau klasifikasi umurnya antara 18 – 59 tahun yang bisa diberikan vaksin,” jelasnya.

Taufik berharap adanya vaksinasi bisa menekan pertumbuhan kasus. Saat ini kondisi Lamongan berstatus zona merah dengan resiko tinggi. Penyebabnya beragam. Dia meminta mereka yang memiliki mobilitas tinggi agar menjaga kesehatan dengan terus mengonsumsi makanan sehat dan istirahat cukup. Selain itu, tidak pernah melupakan protokol kesehatan yang benar karena gelombang kedua covid-19 sedang terjadi.

Baca Juga :  Amankan Dua Pengedar Carnopen

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/