alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Setahun 110 Nyawa Melayang di Jalan

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) serta korban tewas pada 2020 mengalami penurunan dibanding 2019. Namun, penurunan tidak signifikan. Pada 2020 telah terjadi 816 kejadian laka lantas, sedangkan pada 2019 ada 858 kejadian.

Pada 2020 ada 110 pengguna jalan meninggal dunia, sedangkan pada 2019 ada 117 meninggal dunia. Adapun pada 2020, jumlah luka berat ada 11 korban, sedangkan pada 2019 berjumlah 24 korban.

Lalu, jumlah luka ringan pada 2020 berjumlah 1.206 korban, sedangakn pada 2019 berjumlah 1.873 korban. Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, ada dua penyebab penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Bojonegoro selama 2020.

Baca Juga :  Djoko Lukito: Pejabat Muda Seharusnya Daftar Sekda

Pertama, naiknya tingkat kesadaran masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas. Serta dampak dari pandemi Covid-19 yang mana membuat masyarakat mengurangi mobilitas dan berkendara di jalan. “Juga ditunjang seringnya petugas berada di jalan turut mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” katanya.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Heru Sudjio Budi Santoso menambahkan, bahwa berdasar anatomi laka lantas selama 2020, korban didominasi berprofesi karyawan swasta dengan usia kisaran 21-30 tahun. Lalu waktu kejadian laka lantas paling banyak terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 15.00.

- Advertisement -

Kemudian, pada 2020 ada tiga titik rawan laka di Jalan Raya Padangan-Ngawi turut Desa Purworejo, Kecamatan Padangan; Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo; dan Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno.

Baca Juga :  Empat dari 15 Penderita Difteri Meninggal

“Selain itu, ada dua titik rawan macet di perlintasan kereta api Ketawang dan Bayeman turut Kecamatan Baureno. Di dua titik tersebut sering terjadi bus ngeblong,” terangnya.

Radar Bojonegoro – Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) serta korban tewas pada 2020 mengalami penurunan dibanding 2019. Namun, penurunan tidak signifikan. Pada 2020 telah terjadi 816 kejadian laka lantas, sedangkan pada 2019 ada 858 kejadian.

Pada 2020 ada 110 pengguna jalan meninggal dunia, sedangkan pada 2019 ada 117 meninggal dunia. Adapun pada 2020, jumlah luka berat ada 11 korban, sedangkan pada 2019 berjumlah 24 korban.

Lalu, jumlah luka ringan pada 2020 berjumlah 1.206 korban, sedangakn pada 2019 berjumlah 1.873 korban. Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, ada dua penyebab penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Bojonegoro selama 2020.

Baca Juga :  Sebulan, Tercatat 339 Perceraian

Pertama, naiknya tingkat kesadaran masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas. Serta dampak dari pandemi Covid-19 yang mana membuat masyarakat mengurangi mobilitas dan berkendara di jalan. “Juga ditunjang seringnya petugas berada di jalan turut mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” katanya.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Heru Sudjio Budi Santoso menambahkan, bahwa berdasar anatomi laka lantas selama 2020, korban didominasi berprofesi karyawan swasta dengan usia kisaran 21-30 tahun. Lalu waktu kejadian laka lantas paling banyak terjadi sekitar pukul 12.00 hingga 15.00.

- Advertisement -

Kemudian, pada 2020 ada tiga titik rawan laka di Jalan Raya Padangan-Ngawi turut Desa Purworejo, Kecamatan Padangan; Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo; dan Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno.

Baca Juga :  Empat dari 15 Penderita Difteri Meninggal

“Selain itu, ada dua titik rawan macet di perlintasan kereta api Ketawang dan Bayeman turut Kecamatan Baureno. Di dua titik tersebut sering terjadi bus ngeblong,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/