alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pelestarian Cagar Budaya Fokus Candi Pataan dan Makam Mbah Lamong

Radar Lamongan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan tahun ini memrioritaskan pelestarian Candi Pataan di Kecamatan Sambeng dan makam Mbah Lamong di Lamongan. Pelestarian dua cagar budaya tersebut dianggarkan Rp 190 juta.

Menurut Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan Miftah Alamudin, program pelestarian terhadap Candi Pataan dimasukkan untuk melanjutkan proses ekskavasi tahap berikutnya. Sedangkan makam Mbah Lamong membutuhkan pemeliharaan rutin. ‘’Apalagi makam Mbah Lamong sering digunakan untuk prosesi saat HJL (Hari Jadi Lamongan),’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/1).

Pria yang akrab disapa Udin ini menuturkan, ekskavasi tahap kelima tahun ini harus dilanjutkan lagi. Pihaknya harus memilih salah satu bagian tertentu untuk diekskavasi. Pilihannya, memaksimalkan penggalian pada bangunan inti candi yang sudah terekskavasi sebelumnya, atau ekskavasi sisi luar pagar keliling yang sudah dibuka 2018.

Baca Juga :  Banjir Bengawan Jero Masih Meluas, Ancaman Gelombang Tinggi di Pantura

Menurut dia, disparbud masih menunggu kajian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur untuk menentukan titik utama ekskavasi mendatang. ‘’Nanti kita kaji dulu dengan tim BPCB. Mana yang benar-benar dibutuhkan untuk pengelolaan di Candi Pataan. Antara dua pilihan itu yang mana saja sebaiknya,’’ tuturnya.

Sementara itu, hasil analisis kajian terhadap program ekskavasi Candi Pataan tahap ke-4 September lalu, belum diterbitkan BPCB. Sesuai kesepakatan, hasil analisis kajian seharusnya sudah dirilis akhir tahun lalu. ‘’Awal bulan ini mudah-mudahan sudah terbit hasilnya,’’ harap Udin.

Di antara dua situs cagar budaya tersebut, biaya ekskavasi Candi Pataan dialokasikan Rp 150 juta. Sedangkan pemeliharaan makam Mbah Lamong hanya Rp 40 juta. Menurut Udin, instansinya masih melakukan efisiensi anggaran akibat pandemi Covid-19. ‘Kita masih ada keterbatasan anggaran yang masih belum normal. Maka kita fokus di Candi Pataan dan makam Mbah Lamong dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Beri Kartu Kuning Pemkab

Radar Lamongan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan tahun ini memrioritaskan pelestarian Candi Pataan di Kecamatan Sambeng dan makam Mbah Lamong di Lamongan. Pelestarian dua cagar budaya tersebut dianggarkan Rp 190 juta.

Menurut Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan Miftah Alamudin, program pelestarian terhadap Candi Pataan dimasukkan untuk melanjutkan proses ekskavasi tahap berikutnya. Sedangkan makam Mbah Lamong membutuhkan pemeliharaan rutin. ‘’Apalagi makam Mbah Lamong sering digunakan untuk prosesi saat HJL (Hari Jadi Lamongan),’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/1).

Pria yang akrab disapa Udin ini menuturkan, ekskavasi tahap kelima tahun ini harus dilanjutkan lagi. Pihaknya harus memilih salah satu bagian tertentu untuk diekskavasi. Pilihannya, memaksimalkan penggalian pada bangunan inti candi yang sudah terekskavasi sebelumnya, atau ekskavasi sisi luar pagar keliling yang sudah dibuka 2018.

Baca Juga :  Pelatih Persela Lamongan: Besok Gelar Seleksi Tertutup

Menurut dia, disparbud masih menunggu kajian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur untuk menentukan titik utama ekskavasi mendatang. ‘’Nanti kita kaji dulu dengan tim BPCB. Mana yang benar-benar dibutuhkan untuk pengelolaan di Candi Pataan. Antara dua pilihan itu yang mana saja sebaiknya,’’ tuturnya.

Sementara itu, hasil analisis kajian terhadap program ekskavasi Candi Pataan tahap ke-4 September lalu, belum diterbitkan BPCB. Sesuai kesepakatan, hasil analisis kajian seharusnya sudah dirilis akhir tahun lalu. ‘’Awal bulan ini mudah-mudahan sudah terbit hasilnya,’’ harap Udin.

Di antara dua situs cagar budaya tersebut, biaya ekskavasi Candi Pataan dialokasikan Rp 150 juta. Sedangkan pemeliharaan makam Mbah Lamong hanya Rp 40 juta. Menurut Udin, instansinya masih melakukan efisiensi anggaran akibat pandemi Covid-19. ‘Kita masih ada keterbatasan anggaran yang masih belum normal. Maka kita fokus di Candi Pataan dan makam Mbah Lamong dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Melambung Rp 60 Ribu

Artikel Terkait

Most Read

Toko Rajin Gelontor Ragam Tas Slempang

Sepakat Bubarkan Supplier BPNT

Butuh Militansi Pemain

Cair Jelang LebaranĀ 

Artikel Terbaru


/