alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Pohon Tumbang, Pemotor Dibawa ke RSUD

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hujan deras sekitar pukul 14.35 kemarin (5/1) mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa pemotor. Marjuni, 32, warga Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, berboncengan dengan istri dan anaknya berusia tiga tahun, mengalaki luka-luka. 

Sontak, warga dan pengendara lain bergegas menyelamatkan tiga korban. Pohon tumbang di Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, itu mengakibatkan jalan terhenti dan macet sekitar 30 menit. Pohon persis melintang di jalan. 

Ketiga korban dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. “Korban dievakuasi warga setempat bersama tim reaksi cepat (TRC) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro,” tutur Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro, Yudi Hendro.

Baca Juga :  Pelanggaran Pilgub, Terlapor Bukan Pendamping PKH

Berdasar prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih tinggi dan disertai angin kencang sekaligus petir. Hal itu tentu tak hanya berdampak pohon tumbang. Tetapi juga banjir sungai-sungai penyuplai Bengawan Solo.

Kejadian angin kencang sudah terjadi sejak November 2019 lalu. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat lebih waspada. Sebaiknya para pengguna jalan raya menepi terlebih dahulu apabila hujan disertai angin kencang. Sebab, biasanya jarak pandang kurang dari 100 meter dan pohon-pohon pinggir jalan tentu sangat rawan tumbang.

“Angin kencang sejak November 2019 itu tak hanya menumbangkan pohon, tetapi juga merobohkan rumah warga,” katanya.

Sementara itu, masyararakat juga perlu waspada terhadap petir. Ia mengimbau agar masyarakat menghindari tanah lapang seperti sawah atau lapangan. Jangan berlindung di bahwa pohon, karena pohon yang tersambar petir bisa melompat ke tubuh dan jauhi tiang listrik.

Baca Juga :  Khidmat Rayakan Misa Natal

“Lebih baik berlindung di dalam ruangan, bangunan, atau mobil,” imbuhnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hujan deras sekitar pukul 14.35 kemarin (5/1) mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa pemotor. Marjuni, 32, warga Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, berboncengan dengan istri dan anaknya berusia tiga tahun, mengalaki luka-luka. 

Sontak, warga dan pengendara lain bergegas menyelamatkan tiga korban. Pohon tumbang di Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, itu mengakibatkan jalan terhenti dan macet sekitar 30 menit. Pohon persis melintang di jalan. 

Ketiga korban dibawa ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. “Korban dievakuasi warga setempat bersama tim reaksi cepat (TRC) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro,” tutur Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro, Yudi Hendro.

Baca Juga :  PKL Dipusatkan di Enam Jalan

Berdasar prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih tinggi dan disertai angin kencang sekaligus petir. Hal itu tentu tak hanya berdampak pohon tumbang. Tetapi juga banjir sungai-sungai penyuplai Bengawan Solo.

Kejadian angin kencang sudah terjadi sejak November 2019 lalu. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat lebih waspada. Sebaiknya para pengguna jalan raya menepi terlebih dahulu apabila hujan disertai angin kencang. Sebab, biasanya jarak pandang kurang dari 100 meter dan pohon-pohon pinggir jalan tentu sangat rawan tumbang.

“Angin kencang sejak November 2019 itu tak hanya menumbangkan pohon, tetapi juga merobohkan rumah warga,” katanya.

Sementara itu, masyararakat juga perlu waspada terhadap petir. Ia mengimbau agar masyarakat menghindari tanah lapang seperti sawah atau lapangan. Jangan berlindung di bahwa pohon, karena pohon yang tersambar petir bisa melompat ke tubuh dan jauhi tiang listrik.

Baca Juga :  Amankan Pengedar Ganja

“Lebih baik berlindung di dalam ruangan, bangunan, atau mobil,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/