alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Diduga Ada Pejabat Pemkab Terpapar, 52 Kadin – Kabag Jalani Tes Swab

Radar Bojonegoro – Sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro kembali menjalani tes swab kemarin (4/12). Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di lingkungan pejabat pemkab. Sebab, selama ini mobilitas para pejabat itu cukup tinggi.

Kabar yang beredar, swab test dilakukan untuk melakukan penelusuran. Sebab, sebelumnya ada hasil swab test pejabat yang positif. ‘’Ini hanya untuk antisipasi. Sebab, Bojonegoro kan zona oranye,’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ani Pujiningrum kemarin (4/12).

Zona oranye itu, menurut Ani, menandakan bahwa penularan Covid-19 masih ada. Meskipun tidak tinggi. Karena itu, melakukan swab test pada pejabat itu untuk antisipasi penularan. Tes swab dilakukan pada 52 pejabat di pemkab. Yakni, kepala dinas (kadin) dan kepala bagian (kabag).

Namun, hingga berita ini ditulis dinkes masih belum memberitahukan hasil tes swab tersebut. ‘’Hasilnya masih belum diketahui. Jadi, kami juga belum tahu,’’ ujarnya.

Ani menjelaskan, tes swab yang dilakukan adalah swab antigent. Yakni, tes swab untuk memastikan positif atau negatif. Diperkirakan hasilnya lebih akurat. Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin membenarkan adanya tes swab di lingkup pejabat itu. Namun, Masirin juga belum mengetahui hasil swab test para pejabat tersebut. Namun, sebagian di antaranya dinyatakan reaktif.

Baca Juga :  Terdapat SMA di Bojonegoro Gelar Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Kertas

‘’Kabarnya hanya reaktif. Kalau positif atau negatif saya belum tahu,’’ jelasnya. Masirin menambahkan, yang melakukan tes swab kemarin adalah semua kadin dan kabag. Mereka diwajibkan mengikuti swab. ‘’Semua ikut swab. Untuk yang dinyatakan reaktif itu kami juga belum tahu bagaimana tindakan selanjutnya,’’ jelasnya.

Disinggung swab tes ini untuk melakukan penelusuran karena sebelumnya ada hasil swab test pejabat yang positif. ‘’Kalau itu kami belum tahu,’’ ujar Masirin. Hingga kini ada 712 kasus positif di Bojonegoro. Dari jumlah itu 591 sembuh dan 70 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan, yang masih dirawat mencapai 51 orang.

Sementara itu, jumlah suspect Covid-19 mencapai 193 orang. Sementara itu, jumlah pelanggar protokol kesehatan karena tak memakai masker semakin banyak. Ada 61 pelanggar diajukan sidang ke Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Itu setelah razia gabungan operasi yustisi dan pemakaian masker setiap hari.

Tim gabungan mulai kepolisian, Kodim 0813, dan satpol. Hingga saat ini, jumlah pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 tak kunjung turun, justru melonjak lagi. Humas PN Bojonegoro Isdaryanto mengatakan, jumlah pelanggar sidang tipiring razia masker fluktuatif.

Namun, sidang Kamis (3/12) lalu jumlah pelanggar mencapai 61 orang. Padahal, sidang minggu lalu, jumlah pelanggar tidak lebih dari 20 orang. Sanksi yang dijatuhkan kepada para pelanggar berupa denda senilai Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu. “Iya kemarin (Kamis) jumlah pelanggarnya ada 61 orang,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Pameran Literasi dan Produk Siswa

Kapolres AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, data sebaran kasus Covid-19 di Bojonegoro masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Bahkan, secara nasional angka positif Covid-19 masih mengalami kenaikan.

Menurutnya, Covid-19 masih mengintai. Sehingga pihaknya bersama personel gabungan gencarkan operasi yustisi menindak para pelanggar prokes Covid-19. Salah satunya pelanggaran tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

“Warga kedapatan melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan sanksi administratif,” jelasnya.

Operasi yustisi bukan hanya dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bojonegoro Kota. Tetapi Kapolres juga menggerakkan polsek jajaran senantiasa menggencarkan operasi yustisi. Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Kanafi bersama forpincam juga rutin menggelar razia yustisi. Tetapi sanksi diberikan berupa sanksi sosial seperti menghafal Pancasila, menyanyikan lagu nasional, dan push up.

“Operasi yustisi tadi (kemarin) ada tujuh pelanggar tidak pakai masker. Empat orang dihukum menyanyikan Indonesia Raya, dua orang disuruh membaca Pancasila, dan satu orang dihukum push up,” tutur Kapolsek.

Radar Bojonegoro – Sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro kembali menjalani tes swab kemarin (4/12). Itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di lingkungan pejabat pemkab. Sebab, selama ini mobilitas para pejabat itu cukup tinggi.

Kabar yang beredar, swab test dilakukan untuk melakukan penelusuran. Sebab, sebelumnya ada hasil swab test pejabat yang positif. ‘’Ini hanya untuk antisipasi. Sebab, Bojonegoro kan zona oranye,’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ani Pujiningrum kemarin (4/12).

Zona oranye itu, menurut Ani, menandakan bahwa penularan Covid-19 masih ada. Meskipun tidak tinggi. Karena itu, melakukan swab test pada pejabat itu untuk antisipasi penularan. Tes swab dilakukan pada 52 pejabat di pemkab. Yakni, kepala dinas (kadin) dan kepala bagian (kabag).

Namun, hingga berita ini ditulis dinkes masih belum memberitahukan hasil tes swab tersebut. ‘’Hasilnya masih belum diketahui. Jadi, kami juga belum tahu,’’ ujarnya.

Ani menjelaskan, tes swab yang dilakukan adalah swab antigent. Yakni, tes swab untuk memastikan positif atau negatif. Diperkirakan hasilnya lebih akurat. Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin membenarkan adanya tes swab di lingkup pejabat itu. Namun, Masirin juga belum mengetahui hasil swab test para pejabat tersebut. Namun, sebagian di antaranya dinyatakan reaktif.

Baca Juga :  Launching BPJS Kesehatan Dengan Sampah 

‘’Kabarnya hanya reaktif. Kalau positif atau negatif saya belum tahu,’’ jelasnya. Masirin menambahkan, yang melakukan tes swab kemarin adalah semua kadin dan kabag. Mereka diwajibkan mengikuti swab. ‘’Semua ikut swab. Untuk yang dinyatakan reaktif itu kami juga belum tahu bagaimana tindakan selanjutnya,’’ jelasnya.

Disinggung swab tes ini untuk melakukan penelusuran karena sebelumnya ada hasil swab test pejabat yang positif. ‘’Kalau itu kami belum tahu,’’ ujar Masirin. Hingga kini ada 712 kasus positif di Bojonegoro. Dari jumlah itu 591 sembuh dan 70 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan, yang masih dirawat mencapai 51 orang.

Sementara itu, jumlah suspect Covid-19 mencapai 193 orang. Sementara itu, jumlah pelanggar protokol kesehatan karena tak memakai masker semakin banyak. Ada 61 pelanggar diajukan sidang ke Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Itu setelah razia gabungan operasi yustisi dan pemakaian masker setiap hari.

Tim gabungan mulai kepolisian, Kodim 0813, dan satpol. Hingga saat ini, jumlah pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 tak kunjung turun, justru melonjak lagi. Humas PN Bojonegoro Isdaryanto mengatakan, jumlah pelanggar sidang tipiring razia masker fluktuatif.

Namun, sidang Kamis (3/12) lalu jumlah pelanggar mencapai 61 orang. Padahal, sidang minggu lalu, jumlah pelanggar tidak lebih dari 20 orang. Sanksi yang dijatuhkan kepada para pelanggar berupa denda senilai Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu. “Iya kemarin (Kamis) jumlah pelanggarnya ada 61 orang,” katanya.

Baca Juga :  Pencairan BPNT Daerah Lambat, Beralasan Belum Masuk SIPD

Kapolres AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, data sebaran kasus Covid-19 di Bojonegoro masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Bahkan, secara nasional angka positif Covid-19 masih mengalami kenaikan.

Menurutnya, Covid-19 masih mengintai. Sehingga pihaknya bersama personel gabungan gencarkan operasi yustisi menindak para pelanggar prokes Covid-19. Salah satunya pelanggaran tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

“Warga kedapatan melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan sanksi administratif,” jelasnya.

Operasi yustisi bukan hanya dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bojonegoro Kota. Tetapi Kapolres juga menggerakkan polsek jajaran senantiasa menggencarkan operasi yustisi. Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Kanafi bersama forpincam juga rutin menggelar razia yustisi. Tetapi sanksi diberikan berupa sanksi sosial seperti menghafal Pancasila, menyanyikan lagu nasional, dan push up.

“Operasi yustisi tadi (kemarin) ada tujuh pelanggar tidak pakai masker. Empat orang dihukum menyanyikan Indonesia Raya, dua orang disuruh membaca Pancasila, dan satu orang dihukum push up,” tutur Kapolsek.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/