alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Dedy Bagus Prasetyo, Pembudidaya Ikan Cupang dan Lele

Niat berwirausaha budidaya ikan lele dan cupang dipersiapkan Dedy Bagus Prasetyo sejak 2017. Setelah ilmu dan modal cukup, pemuda asal Desa/Kecamatan Kapas itu memutuskan resign dari perusahaan Agustus lalu.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

Lahan sekitar perkampungan Desa/Kecamatan Kapas, Kamis siang (3/12) masih basah. Hujan deras usai mengguyur perkampungan tak jauh dari kawasan perkotaan itu. Jawa Pos Radar Bojonegoro berkunjung ke rumah seorang pembudidaya ikan lele dan cupang di Desa Kapas.

Pembudidaya tersebut bernama Dedy Bagus Prasetyo. Sesampainya di lokasi, pemuda berkacamata itu sibuk mengganti air di dalam botol tempat merawat ikan cupang. Lahan budidaya milik Dedy sekitar 10×22 meter. Ada kolam terpal dan kolam permanen.

Dedy belum lama benar-benar fokus menggeluti budidaya ikan cupang dan lele ini. Sejak Agustus lalu. Dedy mengakui dirinya memang pemain baru di dunia budidaya ikan lele dan cupang. Tetapi sebenarnya, Dedy sejak 2017 sudah perlahan memulai budidaya ikan hias ini. Saat itu, dirinya masih bekerja di salah satu perusahaan minuman di Kota Batu.

Masa-masa tersebut dipergunakan mengumpulkan modal sekaligus ilmu seputar budidaya kedua ikan tersebut. “Jadi dari 2017 itu saya sudah nyicil bikin kolam. Juga belajar dari para pembudidaya lain. Sehingga, bisa lebih paham secara utuh,” tutur bapak satu anak tersebut.

Baca Juga :  Dua Anak Positif Covid-19 Sudah Sembuh

Pemuda kelahiran 1990 itu merasa ikan cupang dan lela memiliki peluang menggiurkan. Khususnya, di wilayah Bojonegoro permintaan ikan lele setiap harinya cukup tinggi. Sedangkan, ikan cupang secara merata sedang ngetren selama pandemi covid-19.

Setelah merasa cukup modal dan ilmu budidaya, Dedy memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebagai karyawan Agustus lalu. Menurutnya resign sudah menjadi keputusan matang. Meskipun jabatan ia tanggal kan saat itu yakni supervisor. Dia ingin lebih dekat dengan keluarga dan mandiri dengan jalur wirausaha.

“Niatnya memang ingin wirausaha, jadi bisa dekat keluarga. Karena saya jadi karyawan di Batu itu sekitar enam tahun,” jelasnya. Disinggung omzet, Dedy merasa hasilnya menjanjikan asal paham cara serta pola perawatannya. Dedy mengaku lebih banyak fokus pembibitan dibanding pembesaran. Karena pemain di lini pembibitan dinilai masih lebih sedikit dibanding pembesaran.

Selain itu, dari sisi pengeluaran untuk pakan pembibitan tidak sebanyak pembesaran. Dedy tak ingin setengah-setengah, indukan ikan lele untuk pembibitan miliknya itu bersertifikat dari Balai Riset Pemuliaan Ikan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Namanya ikan lele mutiara (mutu tinggi tiada tara).

Lele mutiara merupakan perkawinan silang ikan lele mesir, paiton, sangkuriang, dan dumbo. Sedangkan budidaya ikan cupang, Dedy pun sudah mampu mengawinkan sendiri. Bukan hanya jual ikan cupang, tetapi juga menjual kebutuhan ikan cupang, mulai dari pakan, akuarium, dan obat.

Baca Juga :  Bukan Momentum Tanya-Tanya

Menurutnya, perputaran uang harian berasal dari ikan cupang. Karena setiap hari selalu ada yang beli ikan cupang atau sekadar beli pakan kutu air. Harga jual ikan cupangnya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu per ekor. Pembelinya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurutnya, segmentasi pasar ikan cupang lebih luas karena terus bermunculan pehobi atau kolektor baru. “Kalau omzet dari ikan cupang ini sudah tembus sekitar Rp 7 juta,” tutur alumni mahasiswa jurusan industri pertanian Universitas Brawijaya Malang 2012 itu.

Dedy masih punya banyak rencana akan ia eksekusi secara bertahap. Dalam waktu dekat akan merekrut karyawan agar bisa manajemen lebih tertata. Dedy tak ingin berhenti pada budidaya saja. Tetapi juga masuk di sektor pengolahan bahan. Karena latar belakang Dedy bidang industri pertanian.

Menurutnya, ikan lele bisa diolah menjadi aneka makanan. Seperti abon, keripik, ikan lele fillet, dan sebagainya. Bahkan, ketika nantinya pengolahan ikan lele ini berjalan, besar harapannya bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar rumahnya.

Niat berwirausaha budidaya ikan lele dan cupang dipersiapkan Dedy Bagus Prasetyo sejak 2017. Setelah ilmu dan modal cukup, pemuda asal Desa/Kecamatan Kapas itu memutuskan resign dari perusahaan Agustus lalu.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

Lahan sekitar perkampungan Desa/Kecamatan Kapas, Kamis siang (3/12) masih basah. Hujan deras usai mengguyur perkampungan tak jauh dari kawasan perkotaan itu. Jawa Pos Radar Bojonegoro berkunjung ke rumah seorang pembudidaya ikan lele dan cupang di Desa Kapas.

Pembudidaya tersebut bernama Dedy Bagus Prasetyo. Sesampainya di lokasi, pemuda berkacamata itu sibuk mengganti air di dalam botol tempat merawat ikan cupang. Lahan budidaya milik Dedy sekitar 10×22 meter. Ada kolam terpal dan kolam permanen.

Dedy belum lama benar-benar fokus menggeluti budidaya ikan cupang dan lele ini. Sejak Agustus lalu. Dedy mengakui dirinya memang pemain baru di dunia budidaya ikan lele dan cupang. Tetapi sebenarnya, Dedy sejak 2017 sudah perlahan memulai budidaya ikan hias ini. Saat itu, dirinya masih bekerja di salah satu perusahaan minuman di Kota Batu.

Masa-masa tersebut dipergunakan mengumpulkan modal sekaligus ilmu seputar budidaya kedua ikan tersebut. “Jadi dari 2017 itu saya sudah nyicil bikin kolam. Juga belajar dari para pembudidaya lain. Sehingga, bisa lebih paham secara utuh,” tutur bapak satu anak tersebut.

Baca Juga :  Pos Padangan Atensi, 21 Mobil Ditindak Putar Balik

Pemuda kelahiran 1990 itu merasa ikan cupang dan lela memiliki peluang menggiurkan. Khususnya, di wilayah Bojonegoro permintaan ikan lele setiap harinya cukup tinggi. Sedangkan, ikan cupang secara merata sedang ngetren selama pandemi covid-19.

Setelah merasa cukup modal dan ilmu budidaya, Dedy memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebagai karyawan Agustus lalu. Menurutnya resign sudah menjadi keputusan matang. Meskipun jabatan ia tanggal kan saat itu yakni supervisor. Dia ingin lebih dekat dengan keluarga dan mandiri dengan jalur wirausaha.

“Niatnya memang ingin wirausaha, jadi bisa dekat keluarga. Karena saya jadi karyawan di Batu itu sekitar enam tahun,” jelasnya. Disinggung omzet, Dedy merasa hasilnya menjanjikan asal paham cara serta pola perawatannya. Dedy mengaku lebih banyak fokus pembibitan dibanding pembesaran. Karena pemain di lini pembibitan dinilai masih lebih sedikit dibanding pembesaran.

Selain itu, dari sisi pengeluaran untuk pakan pembibitan tidak sebanyak pembesaran. Dedy tak ingin setengah-setengah, indukan ikan lele untuk pembibitan miliknya itu bersertifikat dari Balai Riset Pemuliaan Ikan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Namanya ikan lele mutiara (mutu tinggi tiada tara).

Lele mutiara merupakan perkawinan silang ikan lele mesir, paiton, sangkuriang, dan dumbo. Sedangkan budidaya ikan cupang, Dedy pun sudah mampu mengawinkan sendiri. Bukan hanya jual ikan cupang, tetapi juga menjual kebutuhan ikan cupang, mulai dari pakan, akuarium, dan obat.

Baca Juga :  Persela Buru Pemain U-20

Menurutnya, perputaran uang harian berasal dari ikan cupang. Karena setiap hari selalu ada yang beli ikan cupang atau sekadar beli pakan kutu air. Harga jual ikan cupangnya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu per ekor. Pembelinya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurutnya, segmentasi pasar ikan cupang lebih luas karena terus bermunculan pehobi atau kolektor baru. “Kalau omzet dari ikan cupang ini sudah tembus sekitar Rp 7 juta,” tutur alumni mahasiswa jurusan industri pertanian Universitas Brawijaya Malang 2012 itu.

Dedy masih punya banyak rencana akan ia eksekusi secara bertahap. Dalam waktu dekat akan merekrut karyawan agar bisa manajemen lebih tertata. Dedy tak ingin berhenti pada budidaya saja. Tetapi juga masuk di sektor pengolahan bahan. Karena latar belakang Dedy bidang industri pertanian.

Menurutnya, ikan lele bisa diolah menjadi aneka makanan. Seperti abon, keripik, ikan lele fillet, dan sebagainya. Bahkan, ketika nantinya pengolahan ikan lele ini berjalan, besar harapannya bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar rumahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/