alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Kabar Gembira, Jembatan Sosrodilogo Bisa Dilewati Akhir Desember

BOJONEGORO – Jembatan yang mengubungkan Bojonegoro dan Trucuk akhir bulan ini sudah bisa dilewati. Hanya, jembatan yang diberi nama Sosrodilogo itu masih terbatas untuk kendaraan ringan atau kendaraan roda dua. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Andi Tjandra saat mendampingi Bupati Suyoto dan Wakil Bupati (Wabup) Setyo Hartono sidak proyek tersebut. ”Namun, untuk kendaraan berskala kecil atau kendaraan roda dua dulu,’’ ujarnya. 

Untuk bisa dilewati kendaraan berat, jembatan bentang panjang harus ada sertifikat dari Komisi Keselamatan Jalan dan Terowongan (KKJT). Pihaknya akan mengajukan sertifikat ke KKJT setelah semuanya siap. Pengajuan sertifikat tersebut untuk memastikan keamanan jembatan ketika dilewati kendaraan. ”Kita tunggu sampai ada sertifikat baru dibuka secara luas,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Kontraktor Jembatan Bojonegoro-Trucuk Bakal Kena Denda¬†

Andi Tjandra menjelaskan, jembatan tersebut dibangun dalam dua tahap.  Yakni,  pengerjaan tahap bawah dilaksanakan tahun 2016. Sedangkan untuk tahap atas dikerjakan tahun 2017, dan 2018 nanti penyempurnaan dengan landscape. ”Total anggaran pembangunan jembatan ini mencapai Rp 100 miliar,’’ terangnya. 

Secara teknis saat ini sedang mengerjakan ponton di tengah jembatan. Pengerjaan proyek itu banyak menggunakan teknologi, sehingga hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja manusia. ”Kelihatannya sepi, namun proyek tetap berlangsung karena semua yang mengerjakan adalah mesin,’’ ungkap dia.

Bentuk bangunan jembatan nanti setelah jadi adalah melengkung. Sementara  tiang pancang tinggi di kedua sisi jembatan hanya alat bantu dalam proses pembangunan. Karena banyak yang menganggap tiang tinggi menjulang itu bagian dari jembatan.

Baca Juga :  Seleksi Sekkab Tunggu Bupati

”Setelah bangunan selesai nanti akan dilepas. Jembatan ini akan menjadi salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Bojonegoro,’’ tandasnya.

Sedangkan, saat di lokasi, Kang Yoto dan Wabup  Setyo Hartono banyak  menanyakan kondisi saat ini dan kendala apa yang dihadapi dalam proyek. Selain itu, bupati minta jembatan itu tak sekadar menjadi alat transportasi, namun menjadi salah satu kawasan wisata baru.

Bupati mengharapkan di sisi kanan dan kiri jembatan ini akan menjadi daya tarik wisata. ”Dinas PU harus memikirkan bagaimana menata kawasan ini menjadi kawasan wisata,’’ kata Kang Yoto.

BOJONEGORO – Jembatan yang mengubungkan Bojonegoro dan Trucuk akhir bulan ini sudah bisa dilewati. Hanya, jembatan yang diberi nama Sosrodilogo itu masih terbatas untuk kendaraan ringan atau kendaraan roda dua. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Andi Tjandra saat mendampingi Bupati Suyoto dan Wakil Bupati (Wabup) Setyo Hartono sidak proyek tersebut. ”Namun, untuk kendaraan berskala kecil atau kendaraan roda dua dulu,’’ ujarnya. 

Untuk bisa dilewati kendaraan berat, jembatan bentang panjang harus ada sertifikat dari Komisi Keselamatan Jalan dan Terowongan (KKJT). Pihaknya akan mengajukan sertifikat ke KKJT setelah semuanya siap. Pengajuan sertifikat tersebut untuk memastikan keamanan jembatan ketika dilewati kendaraan. ”Kita tunggu sampai ada sertifikat baru dibuka secara luas,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Kontraktor Jembatan Bojonegoro-Trucuk Bakal Kena Denda¬†

Andi Tjandra menjelaskan, jembatan tersebut dibangun dalam dua tahap.  Yakni,  pengerjaan tahap bawah dilaksanakan tahun 2016. Sedangkan untuk tahap atas dikerjakan tahun 2017, dan 2018 nanti penyempurnaan dengan landscape. ”Total anggaran pembangunan jembatan ini mencapai Rp 100 miliar,’’ terangnya. 

Secara teknis saat ini sedang mengerjakan ponton di tengah jembatan. Pengerjaan proyek itu banyak menggunakan teknologi, sehingga hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja manusia. ”Kelihatannya sepi, namun proyek tetap berlangsung karena semua yang mengerjakan adalah mesin,’’ ungkap dia.

Bentuk bangunan jembatan nanti setelah jadi adalah melengkung. Sementara  tiang pancang tinggi di kedua sisi jembatan hanya alat bantu dalam proses pembangunan. Karena banyak yang menganggap tiang tinggi menjulang itu bagian dari jembatan.

Baca Juga :  Khasnya Gerakan Patah-Patah, Kaku, Ada Lucunya

”Setelah bangunan selesai nanti akan dilepas. Jembatan ini akan menjadi salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Bojonegoro,’’ tandasnya.

Sedangkan, saat di lokasi, Kang Yoto dan Wabup  Setyo Hartono banyak  menanyakan kondisi saat ini dan kendala apa yang dihadapi dalam proyek. Selain itu, bupati minta jembatan itu tak sekadar menjadi alat transportasi, namun menjadi salah satu kawasan wisata baru.

Bupati mengharapkan di sisi kanan dan kiri jembatan ini akan menjadi daya tarik wisata. ”Dinas PU harus memikirkan bagaimana menata kawasan ini menjadi kawasan wisata,’’ kata Kang Yoto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/