alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Kades Kuniran Belum Ajukan Rekomendasi 

BOJONEGORO – Kegaduhan penjaringan perangkat di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, berimbas pelaksanaan tahapan. Hingga kini, Kepala Desa (Kades) Kuniran Mashudi, belum mengajukan rekomendasi calon aparatur desa yang terpilih ke camat. 

‘’Kuniran sampai saat ini belum mengajukan rekomendasi,’’ kata Camat Purwosari Bayu Dono kemarin (4/11).

Bayu mengatakan, proses pengajukan rekomendasi seharusnya berakhir Jumat (3/11) lalu.

Namun, hingga kemarin Desa Kuniran belum mengajukan rekomendasi. Mengenai hal tersebut kecamatan hanya bisa memberitahukan sesuai tahapan. 

‘’Sudah kita sampaikan bahwa tahapan mengajukan rekom telah berakhir. Tapi belum juga ada rekom,’’ jelasnya.

Bagaimana jika masih belum ada rekomendasi sampai batas berakhir? Mengenai hal tersebut, Bayu tidak bisa memastikan.

Namun, bola panas ada di tangan kades. Selain Desa Kuniran, ada tiga desa lainnya di Kecamatan Purwosari belum mengajukan rekomendasi. Yaitu, Desa Ngrejeng, Desa Tinumpuk, dan Desa Kaliombo. 

‘’Alasannya tidak tahu. Kalau saya tanya katanya segera. Tapi sampai saat ini belum ada kabar lagi,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Rekonstruksi Kades Sedahkidul : Tolak Adegan Terima Uang

Sementara itu, Pemkab Bojonegoro memastikan pasca ada pelaporan dugaan penipuan dan penggelapan ditujukan Kades Kuniran tidak mengganggu tahapan. Tahapan akan tetap berlangsung sesuai jadwal. 

‘’Tahapan tetap sesuai jadwal. Kasus yang saat ini terjadi sudah ditangani pihak kepolisian,’’ ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkak Djoko Lukito.

Djoko menjelaskan, perkara saat ini ditangani kepolisian adalah ulah oknum tidak bertangung jawab.

Meskipun ada pihak yang sudah berperkara hukum, pelantikan perangkat terpilih akan tetap dilakukan. Bahkan, jika yang melantik berhalangan karena ada masalah akan digantikan pelaksana jabatan (Pj). 

‘’Di perdes (peraturan desa) semuanya sudah diatur. Jadi, sudah tidak ada masalah terkait itu,’’ jelasnya.

Mengenai adanya laporan di kepolisian mengenai penipuan calon perangkat desa sudah membayar ratusan juta? Dia memastikan, pemkab sudah memperingatkan sejak awal.

Bahkan, jauh sebelum dilaksanakan tes. Namun, sebagian orang masih percaya dengan hal tersebut. 

‘’Ini sudah diingatkan sejak awal bahwa tidak ada main-main dalam pelaksanaan tes ini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Digugat Calon Perangkat Desa Tak Lolos

Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Sugeng Firmanto mengatakan, saat ini proses pemberian rekomendasi dari camat.

‘’Usulan rekomendasi itu bisa ditolak atau disetujui. Namun, tetap harus berdasarkan aturan,’’ bebernya.

Namun, lanjut Sugeng, jika proses pelaksanaan ujian perangkat dilakukan sudah benar, camat harus memberikan rekomendasi. Sejauh ini, proses dilakukan tidak ada masalah.

Sehingga, rekom bisa diberikan. ‘’Rekom paling lama keluar tujuh hari setelah diajukan oleh kades. Jika rekom dikeluarkan lebih cepat juga lebih baik,’’ ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Sujarwanto mengatakan, saat ini masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Sehingga, belum bisa memberikan banyak keterangan terkait pengembangan dugaan penipuan di Desa Kuniran. ‘’Nanti sudah lengkap akan kami beberkan,’’ ujarnya.

Awalnya, korban penipuan Mulyono akan diperiksa di satreskrim polres kemarin. Namun, jadwal pemeriksaan diundur. ‘’Ya nanti akan tetap kita periksa dan mintai keterangan,’’ bebernya.

BOJONEGORO – Kegaduhan penjaringan perangkat di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, berimbas pelaksanaan tahapan. Hingga kini, Kepala Desa (Kades) Kuniran Mashudi, belum mengajukan rekomendasi calon aparatur desa yang terpilih ke camat. 

‘’Kuniran sampai saat ini belum mengajukan rekomendasi,’’ kata Camat Purwosari Bayu Dono kemarin (4/11).

Bayu mengatakan, proses pengajukan rekomendasi seharusnya berakhir Jumat (3/11) lalu.

Namun, hingga kemarin Desa Kuniran belum mengajukan rekomendasi. Mengenai hal tersebut kecamatan hanya bisa memberitahukan sesuai tahapan. 

‘’Sudah kita sampaikan bahwa tahapan mengajukan rekom telah berakhir. Tapi belum juga ada rekom,’’ jelasnya.

Bagaimana jika masih belum ada rekomendasi sampai batas berakhir? Mengenai hal tersebut, Bayu tidak bisa memastikan.

Namun, bola panas ada di tangan kades. Selain Desa Kuniran, ada tiga desa lainnya di Kecamatan Purwosari belum mengajukan rekomendasi. Yaitu, Desa Ngrejeng, Desa Tinumpuk, dan Desa Kaliombo. 

‘’Alasannya tidak tahu. Kalau saya tanya katanya segera. Tapi sampai saat ini belum ada kabar lagi,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  23 Warga Adukan Karaoke Ilegal ke Bupati

Sementara itu, Pemkab Bojonegoro memastikan pasca ada pelaporan dugaan penipuan dan penggelapan ditujukan Kades Kuniran tidak mengganggu tahapan. Tahapan akan tetap berlangsung sesuai jadwal. 

‘’Tahapan tetap sesuai jadwal. Kasus yang saat ini terjadi sudah ditangani pihak kepolisian,’’ ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkak Djoko Lukito.

Djoko menjelaskan, perkara saat ini ditangani kepolisian adalah ulah oknum tidak bertangung jawab.

Meskipun ada pihak yang sudah berperkara hukum, pelantikan perangkat terpilih akan tetap dilakukan. Bahkan, jika yang melantik berhalangan karena ada masalah akan digantikan pelaksana jabatan (Pj). 

‘’Di perdes (peraturan desa) semuanya sudah diatur. Jadi, sudah tidak ada masalah terkait itu,’’ jelasnya.

Mengenai adanya laporan di kepolisian mengenai penipuan calon perangkat desa sudah membayar ratusan juta? Dia memastikan, pemkab sudah memperingatkan sejak awal.

Bahkan, jauh sebelum dilaksanakan tes. Namun, sebagian orang masih percaya dengan hal tersebut. 

‘’Ini sudah diingatkan sejak awal bahwa tidak ada main-main dalam pelaksanaan tes ini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kasus Calon Perangkat Dihentikan

Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Sugeng Firmanto mengatakan, saat ini proses pemberian rekomendasi dari camat.

‘’Usulan rekomendasi itu bisa ditolak atau disetujui. Namun, tetap harus berdasarkan aturan,’’ bebernya.

Namun, lanjut Sugeng, jika proses pelaksanaan ujian perangkat dilakukan sudah benar, camat harus memberikan rekomendasi. Sejauh ini, proses dilakukan tidak ada masalah.

Sehingga, rekom bisa diberikan. ‘’Rekom paling lama keluar tujuh hari setelah diajukan oleh kades. Jika rekom dikeluarkan lebih cepat juga lebih baik,’’ ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Sujarwanto mengatakan, saat ini masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Sehingga, belum bisa memberikan banyak keterangan terkait pengembangan dugaan penipuan di Desa Kuniran. ‘’Nanti sudah lengkap akan kami beberkan,’’ ujarnya.

Awalnya, korban penipuan Mulyono akan diperiksa di satreskrim polres kemarin. Namun, jadwal pemeriksaan diundur. ‘’Ya nanti akan tetap kita periksa dan mintai keterangan,’’ bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/