alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Tak Semua Kampus Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Radar Bojonegoro – Zona kuning yang tersemat pada Kota Ledre disambut sejumlah kampus dengan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Namun, ada pula kampus memprogramkan pembelajaran daring selama satu semester.

Rektor Unugiri Bojonegoro Ridlwan Hambali mengatakan, penerapan pembelajaran tatap muka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski saat ini sudah termasuk zona kuning.

“Perkuliahan dimulai 12 Oktober nanti. Tapi kami sudah memberlakukan kebijakan program belajar daring selama satu semester mendatang (hingga Februari),” katanya kemarin (4/10). Menurut dia, intinya kampusnya kemungkinan besar masih akan menyelesaikan kebijakan belajar daring sesuai yang disepakati oleh jajaran rektorat.

Tapi, tidak menutup kemungkinan dalam perjalanannya nanti ada pembahasan tentang tatap muka terbatas. “Tentu kami perlu pembahasan lebih lanjut seiring melihat kondisi Covid-19 ke depannya. Prinsipnya kami tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan semuanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Rampungkan Pembahasan Raperda Inisiatif DPRD

Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Sujiran menuturkan, perkuliahan telah dimulai sejak 14 September lalu. Dan kini telah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Serta mengombinasikan dengan pembelajaran daring.

“Daring dan tatap muka bergantian. Minggu pertama daring, minggu kedua luring (tatap muka),” katanya. Sementara, Ketua YSB Unigoro Arief Januwarso menambahkan, kampusnya telah memulai perkuliahan 21 September lalu. Penerapannya juga kombinasi sistem daring dan tatap muka terbatas.

“Ketentuan luringnya (tatap muka terbatas), satu kelas mahasiswa yang masuk maksimal 20 orang. Setiap hari bergantian,” katanya kemarin. Menurut dia, mahasiswa masuk ke kampus tetap menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari tes suhu tubuh, menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Ajukan Penambahan Kuota Elpiji Bersubsidi

Sebelum dan sesudah perkuliahan juga dilakukan sterilisasi desinfektan. “Jam mengajar hanya separo dari jumlah SKS (sistem kredit semester),” tandasnya.

Radar Bojonegoro – Zona kuning yang tersemat pada Kota Ledre disambut sejumlah kampus dengan mulai menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Namun, ada pula kampus memprogramkan pembelajaran daring selama satu semester.

Rektor Unugiri Bojonegoro Ridlwan Hambali mengatakan, penerapan pembelajaran tatap muka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski saat ini sudah termasuk zona kuning.

“Perkuliahan dimulai 12 Oktober nanti. Tapi kami sudah memberlakukan kebijakan program belajar daring selama satu semester mendatang (hingga Februari),” katanya kemarin (4/10). Menurut dia, intinya kampusnya kemungkinan besar masih akan menyelesaikan kebijakan belajar daring sesuai yang disepakati oleh jajaran rektorat.

Tapi, tidak menutup kemungkinan dalam perjalanannya nanti ada pembahasan tentang tatap muka terbatas. “Tentu kami perlu pembahasan lebih lanjut seiring melihat kondisi Covid-19 ke depannya. Prinsipnya kami tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan semuanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Uji Coba Berkali-kali Gagal, Digunakan Antinyamuk Elektrik

Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Sujiran menuturkan, perkuliahan telah dimulai sejak 14 September lalu. Dan kini telah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Serta mengombinasikan dengan pembelajaran daring.

“Daring dan tatap muka bergantian. Minggu pertama daring, minggu kedua luring (tatap muka),” katanya. Sementara, Ketua YSB Unigoro Arief Januwarso menambahkan, kampusnya telah memulai perkuliahan 21 September lalu. Penerapannya juga kombinasi sistem daring dan tatap muka terbatas.

“Ketentuan luringnya (tatap muka terbatas), satu kelas mahasiswa yang masuk maksimal 20 orang. Setiap hari bergantian,” katanya kemarin. Menurut dia, mahasiswa masuk ke kampus tetap menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari tes suhu tubuh, menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Baca Juga :  Santai Dirumah, Gadis Ini Tampil Tanpa Pakai Bedak

Sebelum dan sesudah perkuliahan juga dilakukan sterilisasi desinfektan. “Jam mengajar hanya separo dari jumlah SKS (sistem kredit semester),” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/