alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Pelebaran Jalan Bojonegoro – Babat Terganjal Bangunan Liar

Radar Bojonegoro – Rencana pelebaran Jalan Bojonegoro-Babat ditunda tahun ini. Selain pandemi korona, pembersihan bangunan liar (bangli) di atas lahan itu belum tuntas. Sehingga pelebaran diproyeksikan tahun depan.

Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa TimurBali meminta Pemkab Bojonegoro segera menuntaskan penertiban bangunan liar tersebut. ‘’Kami minta bangunan liar itu dibersihkan dulu, baru proyek pelebaran dilakukan,’’ kata Kepala Bidang Reservasi I Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Sodeli kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

Menurut Sodeli, rencana pelebaran jalan itu sudah mengantongi izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR). Namun, setelah dicek ke lokasi, ternyata masih banyak bangunan berdiri di atas lahan milik negara itu. Terutama di kanan-kiri jalan.

Baca Juga :  Cakades Petahana Cukup Cuti dan Tunjuk Plt

Sesuai ukurannya, pelebaran jalan Bojonegoro-Babat nantinya menjadi 11 meter. Rinciannya jalan diaspal saat ini 7 meter. Dan akan dilebarkan kanan dan kiri jalan, masing-masing 2 meter. ‘’Tanpa dibersihkan dulu bangunan liar itu, pelebaran tidak bisa dilakukan,’’ ujar pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah itu.

Sodeli menambahkan, status Jalan Bojonegoro-Babat itu jalan nasional. Namun, sesuai pengajuan dari pemkab setempat tentang pelebaran jalan itu, akan dibiayai dari APBD. Idealnya menggunakan anggaran dari APBN, namun karena prosesnya penganggarannya harus bersaing di skala nasional, sehingga tak bisa berjalan cepat.

Namun, karena Bojonegoro memiliki APBD cukup tinggi dibanding kabupaten lain, meminta proyek pelebaran jalan itu dibiayai APBD. ‘’Izin dan desain tetap dari kami, tapi anggarannya nanti dari APBD,’’ ujar dia. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Masirin mengatakan, selama ini pemkab sudah sosialisasi kepada pemilik bangunan liar di sepanjang Jalan Bojonegoro-Babat. Sebagian mengabaikan. Namun, tidak sedikit pemilik bangunan itu membersihkan sendiri. ‘’Awalnya kami ajak komunikasi. Jika mengabaikan tetap ditindak tegas,’’ ujar Masirin.

Baca Juga :  Target Kabupaten ODF Meleset

Radar Bojonegoro – Rencana pelebaran Jalan Bojonegoro-Babat ditunda tahun ini. Selain pandemi korona, pembersihan bangunan liar (bangli) di atas lahan itu belum tuntas. Sehingga pelebaran diproyeksikan tahun depan.

Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa TimurBali meminta Pemkab Bojonegoro segera menuntaskan penertiban bangunan liar tersebut. ‘’Kami minta bangunan liar itu dibersihkan dulu, baru proyek pelebaran dilakukan,’’ kata Kepala Bidang Reservasi I Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Sodeli kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

Menurut Sodeli, rencana pelebaran jalan itu sudah mengantongi izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR). Namun, setelah dicek ke lokasi, ternyata masih banyak bangunan berdiri di atas lahan milik negara itu. Terutama di kanan-kiri jalan.

Baca Juga :  Listrik Nunggak, Hotel GDK Tak Ada Pengunjung

Sesuai ukurannya, pelebaran jalan Bojonegoro-Babat nantinya menjadi 11 meter. Rinciannya jalan diaspal saat ini 7 meter. Dan akan dilebarkan kanan dan kiri jalan, masing-masing 2 meter. ‘’Tanpa dibersihkan dulu bangunan liar itu, pelebaran tidak bisa dilakukan,’’ ujar pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah itu.

Sodeli menambahkan, status Jalan Bojonegoro-Babat itu jalan nasional. Namun, sesuai pengajuan dari pemkab setempat tentang pelebaran jalan itu, akan dibiayai dari APBD. Idealnya menggunakan anggaran dari APBN, namun karena prosesnya penganggarannya harus bersaing di skala nasional, sehingga tak bisa berjalan cepat.

Namun, karena Bojonegoro memiliki APBD cukup tinggi dibanding kabupaten lain, meminta proyek pelebaran jalan itu dibiayai APBD. ‘’Izin dan desain tetap dari kami, tapi anggarannya nanti dari APBD,’’ ujar dia. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Masirin mengatakan, selama ini pemkab sudah sosialisasi kepada pemilik bangunan liar di sepanjang Jalan Bojonegoro-Babat. Sebagian mengabaikan. Namun, tidak sedikit pemilik bangunan itu membersihkan sendiri. ‘’Awalnya kami ajak komunikasi. Jika mengabaikan tetap ditindak tegas,’’ ujar Masirin.

Baca Juga :  Sebutannya Bojonegaran, Erat Kaitannya Dengan Mataraman

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/