alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

1.069 Angsana Ditebang, Belum Jadwalkan Penanaman Pohon Kembali

Radar Bojonegoro – Alat berat mulai berdatangan di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) Bojonegoro kemarin (4/9). Setelah penebangan pohon penghijauan, proyek trotoar dan drainase mulai berlangsung. Sebab, sebelum akhir tahun, proyek harus tuntas.

Namun, masyarakat masih mempertanyakan waktu penanaman pohon pasca penebangan. Jalan Panglima Sudirman terdapat 286 pohon yang ditebang. Penebangan pohon penghijauan juga terjadi di empat jalan lainnya seiring proyek drainase dan trotoar.

Yakni, Jalan Gajah Mada sebanyak 260 pohon, Jalan Untung Suropati 262 pohon, Jalan Diponegoro 92 pohon, dan Jalan R.A Kartini 169 pohon. Totalnya ada 1.069 pohon ditebang. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Adie Witjaksono mengatakan, para kontraktor yang menggarap proyek pembangunan trotoar masih fokus membersihkan akarakar pohon telah ditebang.

Baca Juga :  Nikmati Jadi Guru

Terkait jadwal penanaman ulang pohon, Adie mengungkapkan akan dikerjakan secepatnya. Bisa bulan ini atau bulan depan. Jenis pohon akan ditanam ialah tabebuya dengan dikombinasikan pohon peneduh. Namun, jenis pohon peneduh masih belum ditentukan.

Dinas PKPCK masih berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH). “Terkait jenis pohon peneduh, kami masih mengumpulkan masukan. Kami berharap jenis pohon akan ditanam itu rindang dan akarnya tidak merusak drainase. Kalau yang sudah ditebang itu jenis pohon angsana, akarnya merusak drainase,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengaku berulang-ulang mendorong dinas PKPCK segera menanam ulang pohon peneduh. Ia mengingatkan agar memilih jenis pohon tidak hanya dari sisi keindahan saja. Tetapi juga memperhatikan daya resapan airnya.

Baca Juga :  Disdag Awasi Tiga Pangkalan Elpiji Melanggar

Karena, sebentar lagi sudah memasuki musim hujan. “Kalau sekarang ini akibat ditebang semua tentu dampaknya panas dan gersang. Jadi perlu memilih jenis pohon teduh, indah, dan akarnya memiliki daya serap air yang bagus,” tegasnya. Ia menambahkan, bahwa keberadaan pohon penghijauan tentu harus diprioritaskan. Tidak bisa ditunda-tunda. Karena pohon sebagai penghasil oksigen seka ligus mampu mengurangi emisi karbon.

Radar Bojonegoro – Alat berat mulai berdatangan di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) Bojonegoro kemarin (4/9). Setelah penebangan pohon penghijauan, proyek trotoar dan drainase mulai berlangsung. Sebab, sebelum akhir tahun, proyek harus tuntas.

Namun, masyarakat masih mempertanyakan waktu penanaman pohon pasca penebangan. Jalan Panglima Sudirman terdapat 286 pohon yang ditebang. Penebangan pohon penghijauan juga terjadi di empat jalan lainnya seiring proyek drainase dan trotoar.

Yakni, Jalan Gajah Mada sebanyak 260 pohon, Jalan Untung Suropati 262 pohon, Jalan Diponegoro 92 pohon, dan Jalan R.A Kartini 169 pohon. Totalnya ada 1.069 pohon ditebang. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Adie Witjaksono mengatakan, para kontraktor yang menggarap proyek pembangunan trotoar masih fokus membersihkan akarakar pohon telah ditebang.

Baca Juga :  Siapkan TPS Khusus Lapas

Terkait jadwal penanaman ulang pohon, Adie mengungkapkan akan dikerjakan secepatnya. Bisa bulan ini atau bulan depan. Jenis pohon akan ditanam ialah tabebuya dengan dikombinasikan pohon peneduh. Namun, jenis pohon peneduh masih belum ditentukan.

Dinas PKPCK masih berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH). “Terkait jenis pohon peneduh, kami masih mengumpulkan masukan. Kami berharap jenis pohon akan ditanam itu rindang dan akarnya tidak merusak drainase. Kalau yang sudah ditebang itu jenis pohon angsana, akarnya merusak drainase,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengaku berulang-ulang mendorong dinas PKPCK segera menanam ulang pohon peneduh. Ia mengingatkan agar memilih jenis pohon tidak hanya dari sisi keindahan saja. Tetapi juga memperhatikan daya resapan airnya.

Baca Juga :  Kawanan Penculik Dibayar Rp 50 Juta

Karena, sebentar lagi sudah memasuki musim hujan. “Kalau sekarang ini akibat ditebang semua tentu dampaknya panas dan gersang. Jadi perlu memilih jenis pohon teduh, indah, dan akarnya memiliki daya serap air yang bagus,” tegasnya. Ia menambahkan, bahwa keberadaan pohon penghijauan tentu harus diprioritaskan. Tidak bisa ditunda-tunda. Karena pohon sebagai penghasil oksigen seka ligus mampu mengurangi emisi karbon.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/