alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Komitmen Wujudkan Sekolah Rumah Keduayang Nyaman untuk Anak

SEKOLAH Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Singgahan berkomitmen men­jadikan sekolah sebagai sarana tempat belajar mengajar yang nyaman bagi murid dan guru.

Hal tersebut terlihat dengan diada­kannya  workshop dan deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang berlangsung Selasa (3/9) lalu di sekolah tersebut. Dalam kegiatan ini, pihak sekolah men­datangkan langsung fasilitator nasional SRA  Bhekti Prastiani, S.Pd dari Kemen­terian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

Workshop sekaligus deklarasi itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pen­didikan (Kadisdik) Tuban Drs. Nur Khamid, M.Pd. Juga dihadiri Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sing­gahan Wasito beserta pengawas SMP dan Forkopimka setempat. Kegiatan ini diikuti oleh wali murid dan dewan guru SMPN 1 Singgahan.

Kepala SMPN 1 Singgahan Drs. Sukandi mengatakan, dirinya ingin menjadikan SMPN 1 Singgahan menjadi sekolah yang ramah terhadap anak. Menurutnya, SRA merupakan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi seluruh lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Bangun Rasa Memiliki Sekolah

‘’Menurut saya, sekolah ramah anak merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh semua lembaga pendidikan,’’ tuturnya.

Pendidik yang juga menjadi ketua gugus 6 itu menjelaskan, deklarasi SRA me­rupakan upaya membuat anak didik betah untuk belajar dan menuntut ilmu di sekolah. Menurutnya, dengan proses belajar mengajar yang dipenuhi rasa kasih sayang, jalinan emosional yang baik akan terjalin antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik.

‘’Proses belajar mengajar tak perlu ada kekerasan ada hukuman. Kita sebagai pendidik akan melakukan pen­dekatan dengan kasih sayang terhadap murid. Dengan begitu, murid akan merasa nyaman dalam belajar. Hal seperti itulah yang nanti akan kita terapkan di sekolah ini,’’ kata dia.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Tuban Drs. Nur Khamid, M.Pd menya­takan sangat menga­presiasi atas kegiatan yang diselenggarakan SMPN 1 Singgahan ini. Menu­rutnya, Sekolah Ramah Anak merupakan salah satu wujud menciptakan hu­bungan yang harmonis antara siswa-siswa maupun siswa-guru. Salah satu tujuannya yakni menghapus dan men­cegah kekerasan verbal maupun fisik di dunia pendidikan Tuban. Menurut Kha­mid, meme­nuhi hak anak untuk me­nyediakan tempat belajar nyaman adalah tanggung jawab ber­sa­ma. ‘’Guru harus men­didik dengan kasih sayang, agar bela­jar nyaman,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Raih Penghargaan SRA Terbanyak Nasional

Pendidik senior ini ber­harap agar hal se­perti itu tidak hanya ber­henti di SMPN 1 Singgahan saja. Tetapi nantinya juga ditiru sekolah-sekolah lainnya yang ada di Bumi Wali ini. Dia juga menyampaikan kegiatan seperti itu nanti dapat mem­buat lembaga pendidikan di Bumi Wali menjadi lebih baik.

‘’Semoga deklarasi ini men­jadi pondasi agar pen­didikan Tuban semakin baik ke de­pannya,’’ harap mantan sekre­taris Disdik Tuban itu. (rif)

SEKOLAH Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Singgahan berkomitmen men­jadikan sekolah sebagai sarana tempat belajar mengajar yang nyaman bagi murid dan guru.

Hal tersebut terlihat dengan diada­kannya  workshop dan deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang berlangsung Selasa (3/9) lalu di sekolah tersebut. Dalam kegiatan ini, pihak sekolah men­datangkan langsung fasilitator nasional SRA  Bhekti Prastiani, S.Pd dari Kemen­terian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

Workshop sekaligus deklarasi itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pen­didikan (Kadisdik) Tuban Drs. Nur Khamid, M.Pd. Juga dihadiri Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sing­gahan Wasito beserta pengawas SMP dan Forkopimka setempat. Kegiatan ini diikuti oleh wali murid dan dewan guru SMPN 1 Singgahan.

Kepala SMPN 1 Singgahan Drs. Sukandi mengatakan, dirinya ingin menjadikan SMPN 1 Singgahan menjadi sekolah yang ramah terhadap anak. Menurutnya, SRA merupakan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi seluruh lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Pasokan dari Luar Daerah, Harga Telur Tren Naik

‘’Menurut saya, sekolah ramah anak merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh semua lembaga pendidikan,’’ tuturnya.

Pendidik yang juga menjadi ketua gugus 6 itu menjelaskan, deklarasi SRA me­rupakan upaya membuat anak didik betah untuk belajar dan menuntut ilmu di sekolah. Menurutnya, dengan proses belajar mengajar yang dipenuhi rasa kasih sayang, jalinan emosional yang baik akan terjalin antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik.

‘’Proses belajar mengajar tak perlu ada kekerasan ada hukuman. Kita sebagai pendidik akan melakukan pen­dekatan dengan kasih sayang terhadap murid. Dengan begitu, murid akan merasa nyaman dalam belajar. Hal seperti itulah yang nanti akan kita terapkan di sekolah ini,’’ kata dia.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Tuban Drs. Nur Khamid, M.Pd menya­takan sangat menga­presiasi atas kegiatan yang diselenggarakan SMPN 1 Singgahan ini. Menu­rutnya, Sekolah Ramah Anak merupakan salah satu wujud menciptakan hu­bungan yang harmonis antara siswa-siswa maupun siswa-guru. Salah satu tujuannya yakni menghapus dan men­cegah kekerasan verbal maupun fisik di dunia pendidikan Tuban. Menurut Kha­mid, meme­nuhi hak anak untuk me­nyediakan tempat belajar nyaman adalah tanggung jawab ber­sa­ma. ‘’Guru harus men­didik dengan kasih sayang, agar bela­jar nyaman,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Parpol Belum Bisa Pastikan Perolehan Kursi

Pendidik senior ini ber­harap agar hal se­perti itu tidak hanya ber­henti di SMPN 1 Singgahan saja. Tetapi nantinya juga ditiru sekolah-sekolah lainnya yang ada di Bumi Wali ini. Dia juga menyampaikan kegiatan seperti itu nanti dapat mem­buat lembaga pendidikan di Bumi Wali menjadi lebih baik.

‘’Semoga deklarasi ini men­jadi pondasi agar pen­didikan Tuban semakin baik ke de­pannya,’’ harap mantan sekre­taris Disdik Tuban itu. (rif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/