alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Bupati Beri Apresiasi

- Advertisement -

BUPATI Fathul Huda mengapresasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut dia, inovasi dari desa sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu kunci saat zaman sudah tua dengan jumlah penduduk padat. Huda mencontohkan inovasi biopori sebagai upaya penanggulangan banjir, dan lapangan kerja, memaksimalkan sumber daya alam, serta lainnya. ‘’Saya melihat kepala desa sekarang muda-muda dan rata-rata energik. Saya yakin punya inovasi-inovasi,’’ tegasnya.

Disampaikan Huda, kabupaten tidak ada apa-apanya kalau tanpa desa dan kepala desa. Karena ujung pembangunan adalah kades dan di desa. Majunya provinsi karena kabupaten. Demikian pula majunya negara adalah dari provinsi. ‘’Tapi yang paling di depan adalah desa. Di sinilah pentingnya kades harus punya inovasi,’’ kata mantan ketua PCNU Tuban itu.

Baca Juga :  Bisa Mengingat Masa Lalu

Oleh karena itu, momen BID diharapkan menjadi ajang menimba ilmu antar desa untuk diadopsi. Baik itu pembangunan desa, keuangan, sumber daya manusia, dan lainnya. Karena desa-desa di Tuban banyak potensi wisata, potensi pertanian, dan lainnya.

‘’Saya setiap lewat merasa bangga itu Sambonggede. Bukan berarti mengecilkan yang lain, tapi karena punya sejarah. Dulu kotor, tapi alhamdulillah karena inovasi kades cerdas, saya lewat bangga. Ini bisa dikembangkan di daerah lain,’’ tuturnya.

Contoh lain seperti inovasi di Desa Sugihan Kecamatan Merakurak dengan tanaman. Selain bisa dijual demi meningkatkan ekonomi juga sebagai agrowisata. Dan masih banyak lagi sektor pertanian dan sektor perikanan yang bisa dikembangkan. Dia juga mencontohkan pengelolaan CSR di Desa Socorejo Kecamatan Jenu yang bisa diadopsi desa lain yang berdekatan dengan perusahaan.

Baca Juga :  Gedung Dinkes Didesain Tiga Lantai
- Advertisement -

Fathul Huda menegaskan, sebagai upaya tindak lanjut ini, dirinya akan keliling ke desa-desa untuk mengecek seluruh inovasi agar mengetahui progresnya. Karena selama ini inovasi yang dijalankan di OPD dan camat membuahkan hasil. Yaitu, predikat indeks kepuasan masyarakat (IKM) bagus.

Bupati dua periode itu berpesan pelayanan publik juga diperhatikan. Baik di tingkat OPD, kecamatan, dan lainnya. Sebab, pelayanan yang baik bukan hanya di bidang yang dilayani. Tapi semua penunjang juga dilayani.

BUPATI Fathul Huda mengapresasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut dia, inovasi dari desa sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu kunci saat zaman sudah tua dengan jumlah penduduk padat. Huda mencontohkan inovasi biopori sebagai upaya penanggulangan banjir, dan lapangan kerja, memaksimalkan sumber daya alam, serta lainnya. ‘’Saya melihat kepala desa sekarang muda-muda dan rata-rata energik. Saya yakin punya inovasi-inovasi,’’ tegasnya.

Disampaikan Huda, kabupaten tidak ada apa-apanya kalau tanpa desa dan kepala desa. Karena ujung pembangunan adalah kades dan di desa. Majunya provinsi karena kabupaten. Demikian pula majunya negara adalah dari provinsi. ‘’Tapi yang paling di depan adalah desa. Di sinilah pentingnya kades harus punya inovasi,’’ kata mantan ketua PCNU Tuban itu.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan, Tarif Air Minum Disesuaikan

Oleh karena itu, momen BID diharapkan menjadi ajang menimba ilmu antar desa untuk diadopsi. Baik itu pembangunan desa, keuangan, sumber daya manusia, dan lainnya. Karena desa-desa di Tuban banyak potensi wisata, potensi pertanian, dan lainnya.

‘’Saya setiap lewat merasa bangga itu Sambonggede. Bukan berarti mengecilkan yang lain, tapi karena punya sejarah. Dulu kotor, tapi alhamdulillah karena inovasi kades cerdas, saya lewat bangga. Ini bisa dikembangkan di daerah lain,’’ tuturnya.

Contoh lain seperti inovasi di Desa Sugihan Kecamatan Merakurak dengan tanaman. Selain bisa dijual demi meningkatkan ekonomi juga sebagai agrowisata. Dan masih banyak lagi sektor pertanian dan sektor perikanan yang bisa dikembangkan. Dia juga mencontohkan pengelolaan CSR di Desa Socorejo Kecamatan Jenu yang bisa diadopsi desa lain yang berdekatan dengan perusahaan.

Baca Juga :  Penurunan Pagu Proyek Terlalu Tinggi
- Advertisement -

Fathul Huda menegaskan, sebagai upaya tindak lanjut ini, dirinya akan keliling ke desa-desa untuk mengecek seluruh inovasi agar mengetahui progresnya. Karena selama ini inovasi yang dijalankan di OPD dan camat membuahkan hasil. Yaitu, predikat indeks kepuasan masyarakat (IKM) bagus.

Bupati dua periode itu berpesan pelayanan publik juga diperhatikan. Baik di tingkat OPD, kecamatan, dan lainnya. Sebab, pelayanan yang baik bukan hanya di bidang yang dilayani. Tapi semua penunjang juga dilayani.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/