alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Antar Mahasiswa Siap Hadapi Tuntutan Zaman

SELAIN melanjutkan program yang sudah berjalan, Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes memiliki berbagai program baru untuk meng­antar mahasiswa siap meng­hadapi berbagai tuntutan zaman.

Di era revolusi industri 4.0, se­luruh civitas akademika harus tang­gap dan cepat beradaptasi dengan era yang baru. Nah, itulah yang menjadi salah satu prioritas Unirow di bawah kepemimpinan pendidik senior ini.

Doktor jebolan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengatakan, tantangan peru­bahan zaman harus dihadapi dengan berbagai inovasi. Tentu, inovasi tersebut harus sejalan dengan implementasi tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, pe­nelitian, dan pengabdian.

‘’Akan ada perubahan dan penajaman kurikulum yang me­nye­suaikan revolusi industri 4.0 agar Unirow memiliki daya saing di dunia kerja,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Konsep Perputaran Buku Antarperpus Desa

Salah satu cara menuju univer­sitas yang siap menghadapi revolusi industri 4.0 adalah de­ngan perub­ahan digitalisasi. Ke­bi­jakan per­guruan tinggi beral­mamater biru tersebut perlahan akan berubah ke digitalisasi. Baik secara pembelajaran maupun kegiatan lain di lingkungan kampus.

‘’Kita sekarang ini dihadapkan tan­tangan dan tuntutan. Tan­tangannya pada peru­bahan zaman dan tun­tutan untuk cepat beradaptasi,’’ jelas dosen Program Studi (prodi) Pendidikan Biologi Unirow Tuban ini.

Pendidik yang tinggal di Kelu­rahan Baturetno, Tuban ini menga­takan tantangan setiap civitas akademika ke depan pasti akan semakin berat. Namun selama punya etos kerja yang tinggi, tan­tangan akan bisa dihadapi. Terpenting bagi Dian, seluruh pendidik harus kompak untuk kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. ‘’Dengan demikian, Insya Allah semua keingi­nan untuk membesarkan kampus dan seluruh alumnus akan tercapai,’’ kata dia.

Baca Juga :  Akrab dengan Anak, Sertu Mulyono Rela Antar Ines ke Sekolah

Dian juga menekankan penting­nya perguruan tinggi yang harus terus menjalin sinergitas dengan lembaga pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), peru­sahaan swasta, dan media massa. Sebab, setiap pengembangan soft skill mahasiswa nantinya akan memerlukan sinergitas dengan lembaga-lembaga tersebut.

‘’Mahasiswa akan terus dikem­bangkan kemampuan soft skill. Salah satunya melalui mata kuliah kewirausahaan yang kami wa­jibkan di seluruh prodi,’’ kata jebolan pascasarjana Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu.

Melalui berbagai program tersebut, kata Dian, mahasiswa akan terbiasa dengan pola 4C. Yakni, critical thinking, competitive, creative, and collaboration (berpikir kritis, kompetitif, kreatif, dan kolaborasi). Prinsip 4C tersebut merupakan modal penting untuk menghadapi dunia kerja.

‘’Sehingga mahasiswa Unirow memiliki kompetensi yang jelas dan berbeda dengan mahasiswa dari kampus lain,’’ tuturnya. (yud/wid)

SELAIN melanjutkan program yang sudah berjalan, Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes memiliki berbagai program baru untuk meng­antar mahasiswa siap meng­hadapi berbagai tuntutan zaman.

Di era revolusi industri 4.0, se­luruh civitas akademika harus tang­gap dan cepat beradaptasi dengan era yang baru. Nah, itulah yang menjadi salah satu prioritas Unirow di bawah kepemimpinan pendidik senior ini.

Doktor jebolan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengatakan, tantangan peru­bahan zaman harus dihadapi dengan berbagai inovasi. Tentu, inovasi tersebut harus sejalan dengan implementasi tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, pe­nelitian, dan pengabdian.

‘’Akan ada perubahan dan penajaman kurikulum yang me­nye­suaikan revolusi industri 4.0 agar Unirow memiliki daya saing di dunia kerja,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pedagang Berdatangan, Ramai Warga Penasaran Jembatan Bojonegoro-Blora

Salah satu cara menuju univer­sitas yang siap menghadapi revolusi industri 4.0 adalah de­ngan perub­ahan digitalisasi. Ke­bi­jakan per­guruan tinggi beral­mamater biru tersebut perlahan akan berubah ke digitalisasi. Baik secara pembelajaran maupun kegiatan lain di lingkungan kampus.

‘’Kita sekarang ini dihadapkan tan­tangan dan tuntutan. Tan­tangannya pada peru­bahan zaman dan tun­tutan untuk cepat beradaptasi,’’ jelas dosen Program Studi (prodi) Pendidikan Biologi Unirow Tuban ini.

Pendidik yang tinggal di Kelu­rahan Baturetno, Tuban ini menga­takan tantangan setiap civitas akademika ke depan pasti akan semakin berat. Namun selama punya etos kerja yang tinggi, tan­tangan akan bisa dihadapi. Terpenting bagi Dian, seluruh pendidik harus kompak untuk kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. ‘’Dengan demikian, Insya Allah semua keingi­nan untuk membesarkan kampus dan seluruh alumnus akan tercapai,’’ kata dia.

Baca Juga :  Tambang Pasir Sekitar Jembatan TBB Harus Ditertibkan

Dian juga menekankan penting­nya perguruan tinggi yang harus terus menjalin sinergitas dengan lembaga pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), peru­sahaan swasta, dan media massa. Sebab, setiap pengembangan soft skill mahasiswa nantinya akan memerlukan sinergitas dengan lembaga-lembaga tersebut.

‘’Mahasiswa akan terus dikem­bangkan kemampuan soft skill. Salah satunya melalui mata kuliah kewirausahaan yang kami wa­jibkan di seluruh prodi,’’ kata jebolan pascasarjana Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu.

Melalui berbagai program tersebut, kata Dian, mahasiswa akan terbiasa dengan pola 4C. Yakni, critical thinking, competitive, creative, and collaboration (berpikir kritis, kompetitif, kreatif, dan kolaborasi). Prinsip 4C tersebut merupakan modal penting untuk menghadapi dunia kerja.

‘’Sehingga mahasiswa Unirow memiliki kompetensi yang jelas dan berbeda dengan mahasiswa dari kampus lain,’’ tuturnya. (yud/wid)

Artikel Terkait

Most Read

Dukung Pemain Berkarir di Klub Lain

Taman HIjau di Bundaran Paji Terbakar

Pencetakan E- KTP Tak Kunjung Usai

Artikel Terbaru


/